Wednesday, January 24, 2018

Banana Muffin



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Halooohhh... heyhoooo... Sepadaaaaa...

Blog berdebu, bersarang laba-laba, duhhh lama gak ditengokin pula. Kelamaan main di IG, begini nih jadinya heuu maapkan daku ya.
Suka pengen ngeblog sih sebenernya, tapi tidak seperti di IG, kalo ngeblog itu seperti ada tanggungjawab buat bikin tulisan bernas dulu sebagai preambule resep, ah tentu saja itu hanya alasan tak bermutu yes.

Baiklah, kita mulai dari mana dulu *eeaaaa...

Sunday, October 22, 2017

Tahu Cabe Garam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..



Apa kabar manteman semua? Lama gak posting apapun yaa di marih. Beklah, posting resep yang baru saya post di Instagram aja gimana? Huahahaha betapa tidak kreatipnya diriku, maapkan.

Sudah sejak lama penasaran dengan resep ini. Eh pas tempo hari liat ibuk Bandung cantik Sang keto warrior : Syanti  Ekasari posting potonya. Tambah ngilerrrr. Sayang saya gak bisa tambahin irisan cabe di dalamnya karena bocah ikut makan. Diakalin dong pake boncabe saat mau makan, ternyata huennaaak ya *telatttt* . Gapapa lah ya, kalo kata sahabat say amah lebih baik telat daripada bolos.
.
Tahu Cabe Garam

5 buah tahu, potong-potong  kotak
Tepung bumbu siap pakai
7 siung bawang putih, geprek, cincang
Daun bawang secukupnya
Cabe rawit iris tipis (saya gak pake, pakenya boncabe di piring sendiri)
Garam
Kāldu bubuk (optional)

Taruh tahu yang sudah dipotong-potong ke dalam tepung bumbu, ratakan sampai tahu tersalut tepung.
Panaskan minyak banyak, goreng tahu sampai agak kering.
Tiriskan.
Panaskan sedikit minyak. Tumis bawang putih cincang sampai berwarna keemasan. Masukkan daun bawang, cabe (kalo pake), garam dan kaldu bubuk. Aduk, matikan api.
Masukkan tahu goreng, aduk rata.
Sajikan hangat dengan taburan daun bawang, seledri (optional) dan boncabe.


Taraaaa… beneran enak. Lihat saja tampilannya *halah. Bahkan bocah pun rikwes minta buatin lagi besok-besok. Hmm saya suka saya suka. Praktis dan gak banyak acara masaknya.


Semoga bermanfaat ya mantemaaan. Wassalamu’alaikum ^^

Sunday, September 03, 2017

Cake Cokelat Vanilla



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...

Hari raya kemarin emak dapet pesenan snackbox mayan banyak, sejak sehari sebelumnya udah riweuh bebikinan risoles sama marble cake. Bocah seperti biasa memandang dengan penuh harap.
"Mama, mama bikin kue buat siapa?"
Aaaah nak, mama bikin buat pesenan dulu yaaa.
Dan mereka berlalu dengan gontai hahaha.

Pas dapet jatah pinggiran kue, mereka seneng banget, trus bilang dengan mulut penuh "besok bikinin yang beneran ya ma!"

Thursday, July 13, 2017

Mangut Iwak Haruan



Bismillaah…

Assalamu’alaikum ^^

Percaya gak sih, saat ini kedua tangan saya sempat terdiam di atas keyboard, gak tau apa yang mesti diketik, gak tau mesti menyapa manteman gimana, gak tau mesti bilang maaf karena lama gak update blog gimana. Tiap hari saya kangen nulis. Dan tiap kali kangen itu datang saya langsung bingung sendiri, emang mau nulis apaan? Curhat kayak di IG? Ah saya udah punya lapak sendiri untuk ITU :p

Salah satu alasan sih sebenernya karena udah terlalu capek aja kali ya. Yakali dengan sejuta kerjaan yang gak abis-abis dalam waktu sehari 24 jam, me time saya seolah terdesak dengan hal-hal lain  -- yang tampaknya penting itu :p. saya baru me time saat hayati udah warbiyasak lelah dan siap terlena ke alam mimpi. Baru mau nulis di notepad, eh udah ngorok aja ngahaha. Eh gak sih saya gak ngorok.

Tuesday, May 23, 2017

Ada Apa?





Barangkali memang mulai harus membatasi hati dan lisan untuk terlalu banyak berkomentar.
Kita memang tidak bisa mengendalikan simpul apapun di kepala pembaca atau pendengar, atas apa-apa yang kita cetuskan.
Ada yang merasa legowo dengan tulisan kita. Ada yang merasa berterimakasih sudah diingatkan.

Namun ada juga yang merasa tersindir dan terzholimi, merasa masalah dia sungguh teramat sangat berat, nasibnya sungguh malang, dan menuding balik si penulis "Mudah bagimu menuliskan itu, tentu saja karena nasibmu jauh lebih baik dariku! Coba saja kau mengalami hal yang sama, bisakah kamu mengaplikasikan nasehatmu itu?!"

Hey, ada apa dengan nasehat? Ada apa dengan mengingatkan bahwa kita masih punya Allah? Ada apa dengan mengingatkan bahwa kehilangan itu bukan akhir dunia? Ada apa dengan mengingatkan nasibmu masih jauh lebih beruntung daripada wanita2 yang terpaksa menyapu jalanan untuk memberi makan anak2nya? Atau yang dengan selembar uang 10ribu harus memutar otak agar bisa cukup untuk makan siang dan malam anak-anaknya?

Saudariku yang kucintai karena Allah. Aku bukanlah siapa-siapa. Aku bukan orang bijak.
Aku hanya belajar dari apa-apa yang pernah kualami. Menarik benang merah dan menyimpulkannya sendiri, dengan kedua tangan dan kedua kaki lelah payah, dengan air mata yang tak perlu publik tahu kapan dan kepada siapa kutumpahkan.

Berhentilah merasa menjadi orang yang paling malang. Kamu tidak pernah tau apa yang orang lain alami, yang jauh lebih memilukan, namun mereka memilih untuk tidak menceritakannya di dalam kolom kosong "What's on your mind?".

Sungguh, aku hanya ingin bertanya.
Ada apa?

Ah sudahlah. Abaikan. Maafkan.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...