Friday, December 30, 2011

tahun baru? so what?





Sebentar lagi tahun berganti. Ya, dari 2011 ke 2012.
Penanggalan memberitahukanku demikian. Penanda bumi semakin menua. Penanda usia semakin sedikit tersisa.

Kata orang, ini waktunya evaluasi, introspeksi. Ini juga, katanya, waktunya membuat resolusi.

Tahun baru.  Satu tahun lagi terlewati. Satu tahun yang lama ditinggalkan, satu tahun berikutnya siap untuk dijalani dengan berjuta rencana. Waktunya membuang kalender lama, menggantinya dengan yang baru, dengan gambar-gambar pemantik motivasi. Dengan quote-quote pembakar semangat.
Suara terompet membahana, kesibukan melanda, kemeriahan pesta tahun baru terjadi dimana-mana. Perubahan tahun selalu dirayakan dengan meriah, dari sekedar kumpul-kumpul, bakar-bakar, hingga melakukan pesta yang 'aneh'. Setelah itu? Apa?


Sebenarnya apa sih yang dirayakan? Kadang pertanyaan itu muncul di benakku.
Merayakan pergantian kalender? Merayakan pergantian tanggal dari 31 Desember ke 1 Januari? Merayakan jam dinding yang berdentang 12 kali di tengah malam?

Evaluasi? Introspeksi? Resolusi?
Bisa dilakukan kapan saja, kan? Hahh, kenapa mereka merayakannya begitu gegap gempita mengalahkan perayaan hari raya?

Kalau memang perlu dijadikan 'momen' berharga, kenapa gak sebagai pengingat dosa saja? Dosa yang sudah menumpuk yang dilakukan tahun kemarin? Hal yang paling gampang dilakukan, namun juga paling mudah dilupakan : dosa.
Dengan mengingat kesalahan dan dosa, kita bisa merancang hari esok (hari apapun, bukan hanya tahun baru) lebih baik kan? Bukankah Allah menciptakan setiap hari untuk diisi dengan hal-hal baik?
Kenapa harus menunggu tahun berganti? Ada juga yang tahajjud. Menunggu malam tahun baru, baru tahajjud? Wow, sedahsyat itu malam tahun baru...!

Entahlah, aku masih belum bisa menemukan arti tahun baru. Toh tidak ada hal istimewa terjadi.
Tidak tiba-tiba si miskin jadi kaya. Tidak tiba-tiba si sakit jadi sembuh. Tidak tiba-tiba hati sepi jadi ramai.
Tidak tiba-tiba bumi bergucang menandakan pergantian tahun.

Sekedar bikin resolusi sih bisa-bisa aja. Tapi kadang wujud nyata hanya sekedar di bibir, yah, syukur-syukur dibumbui semangat suara hingar-bingar tahun baru... Sekali lagi, kenapa harus menunggu tahun baru untuk bikin resolusi?

Bikin setiap hari adalah tahun baru. Bikin setiap hari adalah hari baru yang tentunya harus lebih baik dari hari sebelumnya. Gak harus mengkultuskan tanggal 31 Desember dan mengistimewakan 1 Januari, kan?

Hahh, mungkin ini hanya pikiran dangkalku yang gak pernah bisa memaknai pergantian tahun, selain untuk disyukuri...

Besok malam, pengen tidur di pelukan suamiku saja. Gak pengen berbaur di tengah hingar-bingar. Bikin migren kumat... Hehehe...

gambar diambil dari sini

untuk jingga, 28 desember 2011



Sudah satu tahun terlewati, nak. Sudah 365 fajar jingga.
Sudah 365 malam dengan hadirmu di samping mama, menangis, tertawa, menyusu, ditimang, dibuai.
Dan akhirnya pagi ini, 365 hari yang lalu, Allah mengizinkanmu bertemu dengan mama, ayah dan kakak-kakakmu, dan semesta menyambut datangmu.
Jingga, ini bukan perihal tanggal atau hitungan kotak-kotak tahun di kalender.
Ini adalah tentang bersyukur atas oksigen yang telah kau hirup setahun belakangan.
Ini adalah tentang kebahagiaan yang kau hadirkan di rumah kami setahun belakangan.
Semoga berkah Allah selalu tercurah atasmu, Nak...
We all love you.
Teruslah menghiasi hari kami dengan celotehmu...
:-)

Friday, December 23, 2011

a n t i b i o t i k

Tahukah Anda bahwa pilek, flu, sebagian besar radang tenggorokan dan bronchitis disebabkan oleh virus? Dan tahukah juga Anda bahwa antibiotik tidak membantu melawan virus?
Ya, benar lho. Malahan, meminum antibiotik ketika Anda atau anak Anda terserang virus bisa lebih banyak dampak buruknya daripada baiknya. Meminum antibiotik ketika anak Anda tidak memerlukannya dapat meningkatkan resiko terkena infeksi di masa yang akan datang yang mana infeksi ini justru tidak mempan dilawan dengan antibiotik.
Baiklah, untuk lebih memahami pemakaian antibiotik yang tepat, sepertinya ada beberapa hal mendasar yang perlu Anda ketahui…

Pertanyaan Seputar Bakteri, Virus dan Antibiotik

T: Apa itu bakteri dan virus?
J: Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang biasa ditemui dimana-mana, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh kita, kecuali dalam cairan darah dan cairan tulang belakang. Banyak bakteri yang tidak berbahaya. Bahkan, sebagian bakteri menguntungkan bagi kita. Namun begitu, bakteri penyebab penyakit bisa juga memicu timbulnya penyakit seperti penyakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus dan beberapa jenis infeksi telinga. Adapun virus, ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak bisa bertahan hidup di luar sel tubuh kita. Dia menyebabkan penyakit dengan cara menyerang sel-sel yang sehat dan bereproduksi.

T: Apa saja jenis infeksi yang disebabkan oleh virus dan tidak boleh diobati dengan antibiotik?
J: Infeksi yang disebabkan oleh virus yang tidak boleh diobati dengan antibiotik termasuk:
  1. Pilek
  2. Flu
  3. Sebagian besar jenis batuk dan bronkhitis
  4. Radang tenggorokan (kecuali untuk radang tenggorokan yang disebabkan bakteri strepkokus)
  5. Sebagian infeksi telinga
T: Apa itu antibiotik?
J: Antibiotik, juga dikenal sebagai antimicrobial drugs (obat antikuman) yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada tahun 1927, Alexander Fleming menemukan antibiotik yang pertama, yaitu penisilin. Setelah digunakan dalam dunia medis sejak tahun 1940-an, antibiotik terbukti membantu mengurangi serangan berbagai penyakit.

Pertanyaan Seputar Resistensi Antibiotik

T: Apa itu resistensi antibiotik?
J: Resistensi antibiotik (antibiotic resistency) merupakan kemampuan bakteri atau kuman lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap pengaruh antibiotik. Seringkali masyrakat kita menyebutnya dengan ‘kebal terhadap antibiotik’. Ini terjadi ketika bakteri berubah sedemikian rupa sehingga mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali efektifitas obat-obatan yang dirancang untuk mengobati atau mencegah terjadinya infeksi. Bakteri tersebut mampu bertahan hidup dan terus berkembang, sehingga menjadi lebih berbahaya.

T: Kenapa saya harus memahami masalah resistensi antibiotik?
J: Resitensi antibiotik saat ini sudah menjadi salah satu masalah besar dalam dunia kesehatan di seluruh dunia. Hampir semua jenis bakteri telah menjadi lebih kuat dan semakin tidak merespon terhadap perawatan antibiotik ketika sangat diperlukan. Bakteri yang ‘kebal’ ini bisa menyebar dengan cepat ke anggota keluarga yang lain, teman sekolah, teman kerja – sehingga mengancam orang banyak dengan rantaian penyakit menular baru yang akan lebih sulit untuk diobati dan lebih mahal juga tentunya.
Resitensi antibiotik dapat menyebabkan bahaya serius bagi anak-anak dan orang dewasa yang terkena infeksi biasa yang dulunya mudah diobati dengan antibiotik. Kuman dapat membentuk perlawanan terhadap obat-obatan tertentu. Nah, kesalahpahaman yang umum terjadi adalah banyak orang mengira bahwa tubuh seseoranglah yang menjadi ‘kebal’ terhadap obat-obatan tertentu. Padahal, yang ‘kebal’ itu sebenarnya kumannya, bukan orangnya.
Selanjutnya, ketika kuman menjadi ‘kebal’ terhadap berbagai obat, akan menjadi sangat sulit untuk mengobati infeksi yang disebabkannya. Lebih lanjut lagi, seseorang yang terkena infeksi dan infeksi tersebut sudah ‘kebal’ terhadap antibiotik, dapat menularkannya ke orang lain. Dengan begini, sebuah penyakit yang sukar diatasi akan tersebar dari satu orang ke orang lain.

T: Mengapa bakteri menjadi ‘kebal’ terhadap antibiotik?
J: Sebenarnya penggunaan antibiotiklah yang memancing berkembangnya bakteri yang ‘kebal’ terhadap antibiotik. Setiap kali seseorang meminum antibiotik, bakteri yang sensitif akan terbunuh, namun kuman yang ‘bandel’ akan tetap tersisa dan berkembang dengan pesat.
Pemakaian antibiotik yang terlalu sering dan tidak pada tempatnya merupakan sebab utama berkembangnya bakteri ‘kebal’ ini.
Walaupun antibiotik dianjurkan untuk mengobati infeksi bakteri, ia tidak efektif dalam melawan infeksi virus seperti pilek, sebagaian besar radang tenggorokan dan flu. Oleh sebab itulah diperlukan pemakaian antibiotik yang bijaksana.

Ingat, antibiotik membunuh bakteri, BUKAN virus.


T: Bagaimana proses bakteri menjadi ‘kebal’ terhadap antibiotik?

J: Sebenarnya ada beberapa cara yang ditempuh si bakteri. Sebagian bakteri akan membangun kemampuan untuk menetralisir kekuatan antibiotik sebelum menyerangnya. Sebagian bakteri lain memompa antibiotik keluar dengan sporadis. Sebagian lagi bisa mengalihkan daerah yang akan diserang oleh antibiotik, sehingga tidak mempengaruhi fungsi bakteri yang bersangkutan.
Antibiotik membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri yang mencurigakan. Terkadang, salah satu bakteri ada yang tetap bertahan karena memiliki kemampuan untuk menetralisir atau menyelamatkan diri dari antibiotik. Dari satu bakteri yang selamat ini, ia bisa berkembang dengan pesat sehingga dapat menggantikan jumlah bakteri yang terbunuh.

T: Bagaimana saya dapat mencegah terjadinya resitensi antibiotik?
J: Gunakanlah antibiotik HANYA pada kasus tertentu, dimana ia akan bermanfaat.
Berikut beberapa tips yang mungkin berguna:
  1. Tanyakan kepada dokter apakah antibiotik memang diperlukan untuk jenis penyakit yang diderita anak Anda dan tanyakan juga apa yang bisa Anda lakukan agar si kecil bisa segera sembuh.
  2. Jangan menggunakan antibiotik untuk infeksi virus seperti demam atau flu.
  3. Jangan menyimpan antibiotik yang tersisa dengan pertimbangan untuk digunakan nanti jika Anda memerlukannya lagi. Obat yang tersisa dari pengobatan apa saja yang anak Anda terima sebaiknya dibuang saja ketika masa pengobatannya sudah selesai.
  4. Jika memang diperlukan antibiotik, maka ikuti arahan dokter Anda. Jangan ada dosis yang terlewatkan. Sempurnakan konsumsi obat sesuai yang diresepkan, walaupun anak Anda sudah membaik kesehatannya. Jika pengobatan dengan antibiotik terhenti lebih awal, sebagian bakteri mungkin akan bertahan dan menyerang lagi.
  5. Jangan meminum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Tidak setiap antibiotik cocok dengan penyakit anak Anda.
  6. Jika dokter Anda menyatakan bahwa penyakit si kecil bukan disebabkan oleh infeksi bakteri, tanyakan solusi untuk meredakan gejalanya. Jangan memaksanya untuk meresepkan antibiotik.

Berbagai Fakta Unik Seputar Antibiotik

  1. Anak-anak memiliki rasio tertinggi untuk pemakaian antibiotik.
  2. Tekanan dari orang tua ternyat sangat mempengaruhi pola pemakaian antibiotik di seluruh dunia. Sebuah studi menunjukkan, 62% dari konsultasi dokter akan berakhir dengan resep antibiotik ketika orang tua memaksa dan pada kasus dimana orang tua tidak mengaharapkan penggunaan antibiotik, angkanya menurun drastis menjadi 7%.
  3. Antibiotik terdapat dalam resep dari sekitar 68% pemeriksaan penyakit saluran pernapasan dan dari angka tersebut, menurut aturan, 80% diantaranya sebenarnya tidak perlu.
Satu catatan penting, walaupun artikel ini membahas penggunaan antibiotik untuk anak-anak, namun semua peringatan di atas juga berlaku untuk Anda lho…

sumber : http://www.tipsbayi.com/antibiotik.html
gambar dari : topkabar.blogspot.com/2011/11/10-hal-tentang-antibiotika.html

Thursday, December 22, 2011

Mulai Sekarang, Mulai dari Yang Kecil...:)


Seminggu kemarin disibukkan dengan sakitnya dua buah hati saya. Yah, maklumlah, lagi musim pancaroba begini memang harus ekstra hati-hati dalam hal makanan maupun udara luar yang disinyalir gampang mengantarkan penyakit. Saya dan suami juga sedang gencar-gencarnya melakukan gerakan anti bahan kimiawi di rumah. Mulai dari bahan-bahan dapur sampai obat-obatan. Mengapa?

Akhir-akhir ini sedang dihujani berbagai macam kabar berita. Berbagai macam link dishare oleh banyak teman dari dunia maya. Juga berita dari berbagai koran/tabloid. Milis yang kuikuti. Jejaring sosial. Dari banyak sekali sumber terpercaya.

Sebagai contoh, obat. Hmm, kenapa pula dengan obat. Padahal kami bukan pasangan yang sembarangan dalam pemberian obat buat anak, mesti dari resep dokter atau mantri, yah pokoknya yang berkompeten dalam hal kesehatan lah. Yah,itu dulu, sebelum akhir-akhir ini terbit berbagai kontroversi pemakaian obat-obatan dan efek samping yang bisa terjadi setelahnya. Mulai dari pemberian puyer yang diketahui dari daftar obat serta dosis yang sebenarnya gak perlu diberikan pada anak (namun akhirnya diberikan juga demi ‘percepatan kesembuhan’ si pasien) sampai proses peracikannya yang disinyalir dilakukan gak sesuai dengan protokol (mulai dari proses pembagian ke kantong-kantong obat sampai kesterilan alat-alat yang digunakan).

Kemudian antibiotik, yang pasti diberikan oleh sebagian besar dokter. Padahal sebenarnya gak semua penyakit bisa dihalau oleh antibiotik loh! Tahukah anda bahwa pilek, flu, sebagian besar radang tenggorokan dan bronkhitis disebabkan oleh virus? Dan tahukah juga anda bahwa antibiotik tidak membantu melawan virus?

Ya, benar lho. Malahan, meminum antibiotik ketika anda atau anak terserang virus bisa lebih banyak dampak buruknya daripada baiknya. Meminum antibiotik ketika anak tidak memerlukannya dapat meningkatkan resiko terkena infeksi di masa yang akan datang yang mana infeksi ini justru tidak mempan dilawan dengan antibiotik.

Untuk lengkapnya, baca postingan saya perihal antibiotik di blog ini yaak...heheh...

Terkadang yang terjadi tuh malah si pasien yang sok-sokan minta dikasih antibiotik lah, obat yang paling paten lah, biar cepat sembuh. Oke oke, memang gak sepenuhnya salah si dokter, lha si pasien maunya cepat sembuh, jadilah si dokter kasih obat seabrek-abrek, dengan harga yang selangit pula. Whuuuuzzh, sakit sembuh dalam hitungan jam. Sampai sekarang masih wondering, ada dokter spesialis anak yang pro RUM di kabupaten saya. RUM itu artinya Rational Use of Medicine, yang artinya penggunaan obat yang tepat guna. Jadi bukannya gak ngasih obat sama sekali sih... Kalo ke dokter gak dikasih obat, berarti penyakitnya disebabkan oleh virus, dan belom perlu obat.

Disini kita sebagai pasien juga perlu tau kapan kita perlu obat, kapan kita gak perlu obat. Jadi seandainya kita ketemu dengan dokter yang kita gak tau apakah dokter ini RUM atau gak, paling gak kita punya basis untuk berdiskusi dengan dokter itu.

Kayaknya masih jauh deh. Lha nyari dokter yang pro ASI aja susah...*putus asa*

Kami juga sebenarnya dulu termasuk dalam golongan si pasien soktoy itu tadi…*nutup muka pake mouse*. Pokoknya minta obat yang paling te o pe dah, gak peduli harganya mahal, yang penting bisa cepet sembuh, aman dan terkendali, juga suka menabung #eeh…

Tapi alhamdulillah. Berkat keisengan saya browsing, nemulah saya milis kesehaatan yang isinya para ibu-ibu rumpi kayak saya, lengkap dengan dokter sebagai narasumber terpercaya. Ahhh, ternyata saya telah banyak melakukan kesalahan di masa lalu sehubungan dengan obat-obatan itu!*mata berkaca-kaca* maafkan mama ya Nak…:’(

Dan sadarlah saya dan suami,bahwa gak semua sakit itu perlu obat! Kadang apa yang kita sebut sakit itu bisa menjadi peningkat sistem imun dan mekanisme tubuh lho dalam memerangi penyakit. Sebagai contoh : demam. Demam itu sebenarnya sistem tubuh yang menaikkan suhunya dalam rangka melumpuhkan virus! 

Lalu batuk dan pilek. Sebenernya batuk itu intinya mengeluarkan lendir di tenggorokan kan? Bersin juga, prinsipnya mengeluarkan lendir dari hidung.nah lho, sebenernya tubuh manusia tu sudah dibekali sistem imun yang hebat! Yang harus kita lakukan hanyalah memudahkan kerja si sistem tadi aja… misalnya kalo pas demam,yang seharusnya dilakukan adalah membuat si anak nyaman dengan naiknya suhu tubuhnya tadi, dengan cara kompres air hangat, minum banyak air putih, madu, dan tidur. That’s it!

Seperti halnya seminggu kemaren digempur dengan demam anak-anak saya. Awalnya panik. pasti. Dan itu wajaaar banget. manusiawi. Orang tua mana yang gak panik ketika anaknya sakit? Orang tua mana yang gak ingin anaknya cepat sembuh,melihat kembali senyumnya, mendengar lagi celotehannya? Tapi saya dan suami berusaha tenang. Berusaha melupakan stok obat sisa beberapa bulan lalu di kulkas. Berusaha menanamkan dalam pikiran,mereka gak butuh obat, mereka cuman butuh pelukan orangtuanya, dan sedikit sentuhan pijetan saya. Dan itulah yang saya dan suami lakukan. Memeluk,menggendong, memijat, kasih kompres  air hangat dan minum madu. Oya,buat si adik, saya spesial gempur si virus pake ASI (the best liquid for baby)! That’s it…:) padahal waktu itu demam si kakak mencapai 38 C! begitu pula dengan adiknya.

Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah berisik lagi…:D

Then, bicara tentang bahan kimiawi lain. Oke,mumpung saya lagi cerewet nii, saya pengen nulis curcol sehubungan dengan hal-hal ‘jahat’ si kimiawi pembunuh itu.

 Banyak hal yang sempat membuat saya terkaget-kaget tak percaya. Mungkin anda sudah pernah dengar tentang freemasonry. Belum pernah dengar? Saya juga baru dengar baru-baru ini. Pertama dari suami. Kemudian diperkuat oleh berita-berita dari situs-situs Islam terpercaya.  Mendengarnya membuat saya bergidik ngeri. Saya sangka konspirasi-konspirasi jahat sebangsa mereka hanya ada di film-film superhero. Ingin menguasai dunia. ingin merajai seluruh umat. Ingin menjadi bangsa terakhir di muka bumi.

Kalau di film superhero, biasanya mereka menggunakan senjata-senjata paling mutakhir, bom paling mematikan yang punya daya ledak luas, atau senjata pemusnah massal yang pernah didengung-dengungkan dimiliki oleh SaddamHussein yang kemudian samasekali gak terbukti!

Dalam kasus ini, kaum tersebut gak pake senjata. Lalu pake apa? Mereka pake semua hal yang kita pake. Maksudnya gimana tuh? Bingung? Sama, saya juga bingung awalnya. Lalu pelan-pelan suami saya mencoba menjelaskan. Reaksi saya? Mulai dari mangap kayak sapi ompong, sampai speechless gak bisa bersuara saking gak percaya.

Media. Ya, mereka pake media. Seberani itu? Ya! Pernah dengar orang bilang, kalau kau ingin agar misi rahasiamu tak terbongkar dan gagal, taruhlah rahasia itu di tengah-tengah orang banyak! Pernahkah kau menemukan lambang segitiga bermata satu? Saya yakin pernah. Buat pecinta film kartun, lambang itu terpatri di salah satu produk mereka : Spongebob Squarepants (saya sempat tepok jidat..secarra spongebob kan acara kartun favorit anakanak saya!).  Juga di berbagai lembaran uang kertas. Di majalah. Di iklan. Banyak. Lambang piramid serupa itu bisa dengan mudah kita temukan di manapun kok. Hebat ya mereka? Hebat taktiknya maksudnya.

Berikutnya ada diprogram KB. Tahukah anda, pencetus program tersebut adalah orang-orang freemason? Saya juga baru tahu lhoh! Ya, prinsipnya kan misi mereka adalah mengurangi jumlah populasi di muka bumi. Istilah kerennya : Depopulation program. KB salah satu jalan cerdas. Apa lagi? Vaksinasi. Vaksinansi yang selalu kita (apalagi saya sebagai ibu rumah tangga yang punya 3 anakkecil) percaya bisa menangkis segala macam penyakit, kabarnya juga dibuat oleh mereka dari bahan-bahan berbahaya dan menjijikkan, dalam rangka membuat si penerima vaksin tadi lemah secara mental, rusak syaraf dan gampang terjangkit penyakit. Astaghfirullah. Jahatnyaaa….:’( namun saya sebagai manusia beragama menyakini, Allah tidak semudah itu membiarkan umatNya kalah oleh kelicikan manusia-manusia kufur itu. Allah telah membekali umatNya dengan akal budi dan pengetahuan. Dan yang saya yakini, bahwasanya Allah akan selalu memelihara umatNya yang dalam keadaan tidak tahu. Ketiga anak saya yang tak luput dari vaksinasi itu pun saya serahkan sepenuhnya kepada penjagaan Sang Maha Besar. insyaAllah, mereka, juga anak-anak kita semua, membawa malaikat pelindungnya masing-masing…:)

Berikutnya, virus. Virus-virus yang akhir-akhir ini beredar dan berhasil membunuh banyak jiwa. Virus flu burung. Flu babi. Ebola. Kanker. Antraks. HIV/AIDS. Virus yang jauh sebelum kita dilahirkan tak pernah ada, namun timbul tiba-tiba menyerang umat manusia tanpa ampun, tanpa mengenal umur dan gender. Wahhh, semakin speechless lah saya mendengarnya.betapa mereka telah merancang sedemikian rapi misi pemusnahan manusia ini! Bahkan konon HIV/AIDS memang dirancang untuk memusnahkan etnis asli Afrika!

Berikutnya, berbagai macam bahan makanan dan banyak tambahannya. MSG. Pemanis buatan Aspartame yang konon merupakan hasil konspirasi freemason dengan pihak gedung putih. Dan saya gak usah menjelaskan di sini akan bahaya bahan-bahan tadi, karena sudah jelas dampaknya buat kesehatan, bukan?

Satu lagi. Produk berbahan dasar gluten. Yang banyak beredar di masyarakat luas, biasanya berupa produk pasta/mieinstant! Apa sebenarnya gluten itu? Gluten sependek pengetahuan saya adalah semacam protein yang terkandung dalam setiapmakanan yang mengandung terigu. Sebenarnya gluten jika dikonsumsi dalam batas wajar, tidakakan menimbulkan dampak parah pada konsumennya. Namun pada kasus tertentu, gluten bisa membuat alergi, terlebih jika dikonsumsi berlebihan. Mulai dari sekedar gatal-gatal, sampai pada kasus intoleransi, gluten menyerang usus halus sampai harus dipotong ususnya! Selain gluten, mie instant jua mengandung zat berbahaya lainnya. Ya itu tadi, MSG, yang oleh produsen namanya disamarkan, tetapi tetaplah bahan dasarnya MSG (biasanya mereka pake nama Natrium glutamat, Penambah perisa, kode-kode yang gak jelas seperti EU:E621 atau HS: 29224220. Itu kode perisa apa nomer togel yaaak?)!

Balik lagi ke misi freemason yang konon disebut sebagai Depopulation Program yang memang sudah terkonsep dengan begitu rapinya. Ini semua adalah tentang seleksi alam. Siapa yang kuat, dia akan survive dan berhasil beranak pinak. Siapa yang lemah dan miskin akan semakin terdesak dan cacat,dan lama-lama akan mati dan punah…

Sepanjang ini saya memang masih belum bisa mencernanya dengan sangat baik. Shocked. Tapi memang nyata terjadi. Saya yang hanya seorang ibu rumah tangga jelas khawatir akan masa depan anak-anak saya kelak…
Belum lagi perihal kabar produk yang diproduksi oleh klan yahudi. Mulai dari gadget sampai produk makanan. Mereka menguasai hampir seluruh sendi perdagangan! Mulai dari yang paling canggih seperti processor dan motherboard komputer. Handphone. Elektronik. Sampai ke produk susu. Keju. Snack. Oh my… lalu, kita umat muslim harus bagaimana? Harus kita beri makan apa anak-anak kita agar tak terkontaminasi hal-hal jahat itu? Aduh, benar-benar ancaman yang samasekali gak bisa dianggap remeh buat kaum muslim!

Sepanjang ini, saya hanya bisa menarik nafas masygul. Namun tak lantas menyerah…

Masih banyak juga kok produk non yahudi. masih banyak produk non freemason. Dimulai dari diri sendiri di keluarga kita… stop penggunaan MSG. pemanis buatan. Produk susu merk tertentu. Keju merk tertentu. Softdrink merk tertentu. Kosmetik merk tertentu. Snack dan biskuit anak merk tertentu. Makanan instant. Junkfood. Fastfood. Jauhi.

Kita masih punya nasi. Masih punya sayur segar. Masih bisa makan ikan yang masih segar pula. Untuk bayi kita punya ASI yang subhanallah sama sekali tak bisa tergantikan dan terkalahkan oleh produk mahal apapun di belahan dunia manapun! Masih punya susu merk lokal. Kita masih punya keju merk lokal, kita masih punya biskuit buatan sendiri. insyaAllah, masih banyak produk substitusi sebagai pengganti produk mereka….!

Ayo mulai sekarang. Mulai dari keluarga kecil kita. Seperti yang selama ini kami tanamkan pada anak-anak. Pernah suatu kali si kakak tanya, 'Ma, kenapa sekarang Reza gak boleh beli biskuit itu? Kok mama gak pernah lagi beli susu merk anu?' maka dengan tenang saya menjawab, 'Bisa sih kita beli itu. Tapi apa Reza mau, kalau uang yang kita pake untuk beli merk itu, dipake oleh kaum mereka untuk memerangi kaum muslimin? satu bungkus biskuit itu, sama dengan satu peluru yang melukai dan mematikan saudara muslim kita di daerah konflik. Nah,sekarang mama tanya, Reza masih mau beli biskuit itu?' jawabannya cuman geleng-geleng Reza. 'Kalo gitu ntar Reza kasih tau ke temen-temen deh ma....' alhamdulillah...:)

Menukil kata-kata suamiku; kita memang gak bisa jihad dalam hal ikut berperang melawan Israel dan kaum yahudi. Namun apa yang kita lakukan ini di keluarga kecil kita ini, dengan gak pake produksi mereka, dengan membiasakan anak-anak makan makanan home made, dengan ajakan dan peringatan semacam ini, bisa disamakan dengan jihad kok. Dampaknya memang pelan, namun insyaAllah, pasti berhasil!

Ohya. Pernah dengar HAARP??!

Hmm…
Saya merekomendasikan sebuah novel. Bukan iklan, bukan promosi. namun sekedar berbagi informasi untuk kebaikan. Codex, karya Rizki Ridyasmara…:)

Monday, December 19, 2011

Home Treatment Untuk Batuk Pilek Si Kecil

Pilek dan batuk adalah penyakit yang biasanya menjadi langganan si kecil. Penyakit yang umum sih, tapi buat si kecil hidung mampet dan tenggorokan gatal bisa menjadi hal yang sangat menyiksa. Anak menjadi rewel, tidak mau makan, teriak histeris saat hidungnya tersumbat membuat orang tua paranoid dan buru-buru membawa si kecil ke dokter. Menghadapkannya dengan berbagai macam obat dan antibiotik. Memang sih, gejalanya langsung sembuh secara instant setelah dicekoki berbagai macam obat. Tapi tahukah Anda kalau pilek dan batuk lebih banyak disebabkan oleh virus dan kita tau kalau virus tidak dapat dibasmi dengan obat dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pemberian obat pada anak sebenarnya tidak melatih   kekebalan tubuh anak untuk melawan serangan dari luar secara alami.

Home treatment sederhana yang dapat membantu si kecil menghadapi siksaan batuk dan pilek. Tentu saja efektif tidaknya tergantung ketelatenan kita.
  1. Protein                 : Kunci kesembuhan penyakit batuk pilek adalah system kekebalan tubuh . untuk batuk pilek yang disebabkan oleh virus, umumnya bisa sembuh dengan sendirinya berkat system kekebalan tubuh yang baik. Menurut Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, SpFK, dosen dan peneliti di Departemen Farmakologi dan Terapeutik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, untuk meingkatkan kekebalan, tubuh memerlukan protein. Jadi, pastikan si kecil mengkonsumsi makanan tinggi protein selama sakit, seperti telur, ayam, ikan dan susu.
  2. Probiotik              : bakteri yang ada di makanan (misalnya yogurt) bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah timbulnya berbagai penyakit infeksi pernapasan, seperti batuk dan pilek. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada anak usia 3-5 tahun menunjukkan, anak yang mengkonsumsi kultut Lactobacsillus aktif setiap hari selama enam bulan selama musim dingin cenderung terhindar dari pilek. Kalaupun terkena pilek, biasanya tidak berlangsung lama.
  3. Tidur                      : istirahat amat berhubungan dengan system kekebalan tubuh. Hal ini dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menunjukkan, orang yang kurang tidur akan lebih mudah terkena pilek. Jadi, jangan ragu untuk meliburkan si kecil untuk sementara waktu dari berbagai aktivitasnya (termasuk sekolah), saat ia sakit. “Istirahat yang cukup dan minum banyak cairan,” begitulah saran Vandana Bhide, M.D., dokter anak di Saint Augustine, Florida, yang telah mendapatkan sertifikasi dari American Board of Holistic Medicine.
  4. Garam                  : dalam studi yang diterbitkan Intenational Journal of Pediatric Otorhinolaryngology disebutkan, garam memiliki khasiat antiradang yang bisa membantu mengeluarkan lender dan melegakan pernapasan, serta meredakan batuk dan radang tenggorokan. Untuk hidung tersumbat, atasi dengan meneteskan larutan garam yang bisa dibeli di apotek dan toko obat. Atau, anda bisa membuat sendiri larutan garam. Caranya: larutkan ½ – 1 sendok teh garam ke dalam setengah liter air hangat, lalu teteskan dengan bantuan pipet. Untuk mengatasi sakit tenggorokan atau batuk, ajakan si kecil untuk berkumur dengan larutan air garam hangat.
  5. Udara lembab   : yang anda perlukan adalah humidifier (alat pelembab udara) untuk membantu melegakan saluran napasnya. Pastikan saja alat pelembab udara tersebut tetap bersih dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Nyalakan alat tersebut di kamar tidur saat anak tidur atau beristirahat. Alternative lain adalah mandikan si kecil di kamar mandi yang telah diuapkan sebelumnya.
  6. Madu                    : jika diberikan pada malam hari menjelang tidur, madu lebih efektif untuk meredakan batuk dibanding sirup obat batuk rasa madu, serta membantu anak tidur lebih nyenyak. Demikian hasil penelitian yang dimuat dalam Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. Dosis pemberian madu sama seperti obat batuk yang dijual bebas, yaitu ½ sendok teh untuk usia 1-5; 1 sendok teh untuk usia 6 – 11; serta 2 sendok the untuk usia 12 ke atas. (ingat ya: Madu tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme atau sejenis keracunan makanan). Dalam penelitian tersebut, madu yang digunakan sebagai pengganti obat batuk adalah jenis madu buckwheat. Tapi Kathi Kemper, M.D., pengarang The Holistic Pediatrician yang juga kepala Center for Integrative Medicine di Wake Forest University Babtist Medical Center, Winston – Salem, North Carolina.
  7. Sup Ayam            : cairan hangat bisa membantu mengurangi gejala hidung tersumbat. Penelitian telah menunjukkan, sup ayam bisa membantu meredakan gejala flu, seperti nyeri, lemas, hidung tersumbat dan demam.
  8. Relaksasi              : Nah, kalau yang ini untuk Anda! “Orangtua kerap merasa stress ketika anaknya sakit,” kata Joshua Bernstein, M.D., dokter anak dari Asheville, North Carolina. “Padahal, bisa jadi si kecil yang sedang bermain di lantai sambil terbatuk-batuk, merasa baik-baik saja dengan penyakitnya itu.” Berkonsultasi pada dokter anak Anda. Bisa jadi, ia terkena infeksi sekunder (telinga, sinus), yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Pilek yang normal akan sembuh setelah seminggu, berkat imunitas tubuhnya, tak peduli apapun yang Anda lakukan. Bila Anda memberinya obat, si kecil akan segera sembuh. Namun, juka Anda tidak memberinya obat pun, ia akan tetap sembuh, kok.
Sumber: Majalah Parenting Indonesia, Januari 2011

Aneka Resep Obat Tradisional Asli Indonesia



* Penurun panas, batuk, dan pilek
Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

* Perut kembung
Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.

* Diare
Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.

* Muntah-muntah
Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali.
Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.

* Batuk
Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.

* Batuk seratus hari
Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.

* Batuk karena angin atau dahak susah keluar
Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.

* Batuk berlendir
Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.

* Pilek
Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.

* Mata bintitan
Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.

* Mata merah
Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.

* Sariawan
Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.

* Tak nafsu makan
Menurut Endah, hilangnya nafsu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.

Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. "Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya, dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya.

Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari

* Mimisan
Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.

* Benjol karena benturan
Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol.

Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.

* Keringat buntet
Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.

* Congekan
Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.

* Panu
Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.

* Koreng atau borok kepala
Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala.

Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.

* Sakit gigi
Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi yang sakit karena berlubang.

* Digigit nyamuk
Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.

* Asma
Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.

* Luka-luka berdarah
Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas. Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.

* Keracunan
Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.

* Biduran atau kaligata
Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.

Dedeh Kurniasih
Posted 26th March 2007 by .

Kontroversi IMD Paska Operasi Sectio Caesaria

IMD atau Inisiasi Menyusui Dini saat melahirkan saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan berbagai pihak. Termasuk pemberian IMD paska persalinan operasi sectio Caesaria. Pemberian IMD paska persalinan ternyata memberika perbedaan pendapat yang tajam antara orang tua, dokter anak dan dokter kandungan saat dalam ruang operasi.

Dewasa ini kepedulian orangtua dan dokter terhadap pentingnta manfaat ASI demikian besar dan luar biasa. Informasi. Komunikasi dan edukasi diberikan secara menggebu-gebu oleh siapa saja yang peduli. Demikian juga bagi para orang tua terutama bagi ibu yang ingin melaksanakan IMD dan ibu yang ingin melaksanakan ASI eksklusif pada buah hatinya.

Anak adalah buah hati dalam keluarga, dimana setiap keluarga akan mengupayakan yang terbaik agar sang anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sejak dalam kandungan. Salah satu momen yang istimewa adalah pada saat kelahiran, dimana bayi yang begitu dilahirkan langsung dapat menyusu ke ibunya. Proses melahirkan dengan metode itu dinamakan IMD.

Selama proses persalinan tidak ada kontra indikasi atau faktor penyulit dari ibu atau bayi, maka IMD dapat dilaksanakan dalam proses persalinan normal maupun persalinan dengan operasi sectio cesaria.

IMD adalah suatu proses pemberian ASI atau bayi segera menyusu setelah lahir atau 1 jam pertama dari kelahirannya. Bayi yang setelah dilahirkan, segera ditengkurapkan di atas perut/dada ibu di mana sang bayi akan berupaya untuk mencari puting susu ibunya tanpa bantuan, atau bisa diletakkan di atas puting ibunya. Bila telah mendapatkan puting ibu, bayi akan mencoba untuk menyusu ASI.  Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama dan dukungan dari suami atau keluarga. Diharapkan dengan cara ini, bayi dapat segera mengenali ’bau’ dari ibu dan ASI.

IMD saat persalinan normal mungkin tidak masalah tetapi bila saat persalinan section menimbulkan masalah tersendiri. Karena, saat dalam ruang operasi udara ruangan sangat dingin. Kondisi ini juga beresiko menimbulkan keadaan hipotermi. Gangguan hipotermi ini adalah keadaan yang bisa mengganggu fungsi dan sistem tubuh pada bayi termasuk otak.

IMD meski sudah didengungkan para praktisi kesehatan demikian gencar, tentunya hal ini menimbulkan dampak yang dahsyat bagi ibu dan dokter untuk segera melakukannya. Namun, pengalaman ilmiah berbasis bukti (evidance base medicine) masih belum banyak. Rekomendasi WHO ini dilakukan kaena pengalaman klinis di negara sedang berkembang seperti Afrika.

Beberapa manfaat IMD yang diklaim oleh beberapa ahli tetapi masih belum didukung fakta ilmiah. Manfaat IMD itu antara lain adalah mengurangi bayi menangis, sehingga mengurangi stres serta tenaga yang dipakai bayi dan memungkinkan bayi menemukan sendiri payudara ibu dan menyusu ASI.

Kontroversi
Dengan berbagai latar belakang tersebut saat ini menjadi perbedaan dan kontroversi yang sangat besar baik orangtua, dokter anak dan dokter kandungan. Di kelompok pertama adalah kelompok yang menggebu-gebu ingin menyukseskan IMD khususnya paska operasi sectio caesaria. Kelompok ini sangat dipengaruhi oleh promosi yang menggebu-gebu tentang kehebatan IMD.

Kelompok lain adalah sebagian dokter yang masih menyangsikan manfaat IMD karena fakta ilimiah berbasis buktinya masih belum mendukung. Tetapi kelompok ini terlalu kawatir berlebihan dengan efek samping hipotermi saat IMD di ruang operasi.

Sedangkan kelompok terakhir adalah yang fleksibel. Bila berbeda pendapat, kalau dokter kandungannya menentang sebaiknya tidak diberi ASI tetapi bagi orang tua atau dokter kandungannya menginginkan IMD tetap memberikannya.

Dalam keadaan itu ternyata menimbulkan dilema khususnya bagi dokter anak yang harus memutuskan diberi IMD atau tidak paska persalinan sectio caesaria. Dokter anak memasuki ruang perbedaan pendapat antara keinginan orang tua, kemauan dokter kandungan dan sikap dokter anak itu sendiri.
Saat ada dokter anak yang bersikap memberikan IMD ada beberapa dokter kandungan yang menentang karena kawatir efek samping pada bayinya. Bahkan tidak jarang terjadi seorang dokter kandungan dengan nada keras melarang pemberian IMD saat dokter anak memberikan advis IMD paska persalinan operasi sectio caesaria. Sayangnya pertentangan dan perbedaan pendapat itu di depan pasien dan didengar oleh ibu atau orang tua yang saat itu masih dalam kedaan rawan psikologis karena sedang melakukan operasi.

Sebaliknya bila ada dokter anak yang tidak sependapat dengan IMD paska persalinan, tetapi ada juga dokter kandungan yang menggebu-gebu ingin bayinya diberi IMD. Hal ini tidak akan menjadi masalah bila ibu menginginkan IMD paska persalinan, karena tidak ada dokter yang berani menentangnya.

Bagaimana Menyikapinya
Untuk menyikapi masalah dilematis seperti itu sebaiknya institusoi yang berwenang seperti depkes, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), POGI (Persatuan Obsetri Ginekologi) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) secara bersama melakukan kajian ilmiah dan melakukan rekomendasi bersama.

Rekomendasi itu nantinya sebaiknya hanya berisi dua opsi yang harus ditetapkan. Dua opsi itu adalah diberi IMD paska persalinan atau tidak. Bila rekomendasinya harus diberikan IMD paska persalinan maka harus diberikan prosedur tetap yang cermat dalam mencegah hipotermi saat pemmemberian IMD. Bila opsi ke dua yang dipilih yaitu tidak boleh diberikan IMD paska persalinan maka pemberian IMD paska persalinan di luar kamar oiperasi harus segera diupayakan.

Sebelum dilakukan pertemuan itu sebaiknya Rumah sakit memberikan rekomendasi resmi kepoada dokyternya tentang pemberian IMD paska persalinan. Agar pertentangan antara dokter anak dan dokater kandungan yand ada tidak menimbulkan permasalahan baru lagi.

Semua perbedaan pendapat tersebut sebenarnya berasal dari keinginan luhur yang sama, yaitu ingin mencetak geberasi baru di Indonesia yang hebat tanpa harus saling mempertahankan penapatnya tanpa penyeledaian yang bijak.

<a href=dr Widodo Judarwanto SpAIndonesia Breastfeeding Networking Yudhasmara Publisher
Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646
email : judarwanto@gmail.com
http://korananakindonesia.wordpress.com/




Copyright © 2010, Indonesia Breastfeeding Networking.  Network  Information Education Network. All rights reserved

Proses Mekanisme Produksi ASI dan Faktor Yang Mempengaruhi Produksinya

Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayiatau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu.Bukti eksperimental menyimpulkan bahwa air susu ibu adalah gizi terbaik untuk bayi. Para pakar masih memperdebatkan seberapa lama periode menyusui yg paling baik  dan seberapa jauh risiko penggunaan susu formula

Seorang bayi dapat disusui oleh ibunya sendiri atau oleh wanita lain. ASI juga dapat diperah dan diberikan melalui alat menyusui lain seperti botol susu, cangkir, sendok, atau pipet. Susu formula juga tersedia untuk para ibu yang tidak bisa atau memilih untuk tidak menyusui, namun para ahli sepakat bahwa kualitas susu formula tidaklah sebaik ASI . Di banyak negara, pemberian susu formula terkait dengan tingkat kematian bayi akibat diare , tetapi apabila pembuatannya dilakukan dengan hati-hati menggunakan air bersih, pemberian susu formula cukup aman.
Pemerintah dan organisasi internasional sepakat untuk mempromosikan menyusui sebagai metode terbaik untuk pemberian gizi bayi setidaknya tahun pertama dan bahkan lebih lama lagi, antara lain WHO, American Academy of Pediatrics, dan Departemen Kesehatan.

Laktasi 
Ketika bayi menghisap payudara, hormon yang bernama oksitosin membuat ASI mengalir dari dalam alveoli, melalui saluran susu (ducts/milk canals) menuju reservoir susu {sacs} yang berlokasi di belakang areola, lalu ke dalam mulut bayi. Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI dinamakan laktasi.

Pengaruh Hormonal

Mulai dari bulan ketiga kehamilan, tubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara:
  • Progesteron: mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran
  • Estrogen: menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui Karena itu, sebaiknya ibu menyusui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat mengurangi jumlah produksi ASI.
  • Follicle stimulating hormone (FSH)
  • Luteinizing hormone (LH)
  • Prolaktin: berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan.
  • Oksitosin: mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. Setelah melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down / milk ejection reflex.
  • Human placental lactogen (HPL): Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan areola sebelum melahirkan.
Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI. Namun, ASI bisa juga diproduksi tanpa kehamilan (induced lactation).

Laktogenesis I

Pada fase terakhir kehamilan, payudara wanita memasuki fase Laktogenesis I. Saat itu payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental yang kekuningan. Pada saat itu, tingkat progesteron yang tinggi mencegah produksi ASI sebenarnya. Tetapi bukan merupakan masalah medis apabila ibu hamil mengeluarkan (bocor) kolostrum sebelum lahirnya bayi, dan hal ini juga bukan indikasi sedikit atau banyaknya produksi ASI sebenarnya nanti.

Laktogenesis II

Saat melahirkan, keluarnya plasenta menyebabkan turunnya tingkat hormon progesteron, estrogen, dan HPL secara tiba-tiba, namun hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan produksi ASI besar-besaran yang dikenal dengan fase Laktogenesis II.
Apabila payudara dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam periode 45 menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian. Keluarnya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI, dan hormon ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengindikasikan bahwa level prolaktin dalam susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak, yaitu sekitar pukul 2 pagi hingga 6 pagi, namun level prolaktin rendah saat payudara terasa penuh.
Hormon lainnya, seperti insulin, tiroksin, dan kortisol, juga terdapat dalam proses ini, namun peran hormon tersebut belum diketahui. Penanda biokimiawi mengindikasikan bahwa proses laktogenesis II dimulai sekitar 30-40 jam setelah melahirkan, tetapi biasanya para ibu baru merasakan payudara penuh sekitar 50-73 jam (2-3 hari) setelah melahirkan. Artinya, memang produksi ASI sebenarnya tidak langsung setelah melahirkan.
Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum ASI sebenarnya. Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI sebenarnya, khususnya tinggi dalam level immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga mencegah alergi makanan. Dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum pelan pelan hilang dan tergantikan oleh ASI sebenarnya.

Laktogeneses III

Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai. Fase ini dinamakan Laktogenesis III.
Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI dengan banyak pula. Penelitian berkesimpulan bahwa apabila payudara dikosongkan secara menyeluruh juga akan meningkatkan taraf produksi ASI. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi seberapa sering dan seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa sering payudara dikosongkan.
Produksi ASI yang rendah adalah akibat dari:
  • Kurang sering menyusui atau memerah payudara
  • Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, antara lain akibat:
    • Struktur mulut dan rahang yang kurang baik
    • Teknik perlekatan yang salah
  • Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi)
  • Jaringan payudara hipoplastik
  • Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI
  • Kurangnya gizi ibu
Menyusui setiap dua-tiga jam akan menjaga produksi ASI tetap tinggi. Untuk wanita pada umumnya, menyusui atau memerah ASI delapan kali dalam 24 jam akan menjaga produksi ASI tetap tinggi pada masa-masa awal menyusui, khususnya empat bulan pertama. Bukanlah hal yang aneh apabila bayi yang baru lahir menyusui lebih sering dari itu, karena rata-ratanya adalah 10-12 kali menyusui tiap 24 jam, atau bahkan 18 kali. Menyusui on-demand adalah menyusui kapanpun bayi meminta (artinya akan lebih banyak dari rata-rata) adalah cara terbaik untuk menjaga produksi ASI tetap tinggi dan bayi tetap kenyang . Tetapi perlu diingat, bahwa sebaiknya menyusui dengan durasi yang cukup lama setiap kalinya dan tidak terlalu sebentar, sehingga bayi menerima asupan foremilk dan hindmilk secara seimbang

let-down reflex

Keluarnya hormon oksitosin menstimulasi turunnya susu (milk ejection / let-down reflex). Oksitosin menstimulasi otot di sekitar payudara untuk memeras ASI keluar. Para ibu mendeskripsikan sensasi turunnya susu dengan berbeda-beda, beberapa merasakan geli di payudara dan ada juga yang merasakan sakit sedikit, tetapi ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Refleks turunnya susu tidak selalu konsisten khususnya pada masa-masa awal. Tetapi refleks ini bisa juga distimulasi dengan hanya memikirkan tentang bayi, atau mendengar suara bayi, sehingga terjadi kebocoran. Sering pula terjadi, payudara yang tidak menyusui bayi mengeluarkan ASI pada saat bayi menghisap payudara yang satunya lagi. Lama kelamaan, biasanya setelah dua minggu, refleks turunnya susu menjadi lebih stabil.
Refleks turunnya susu ini penting dalam menjaga kestabilan produksi ASI, tetapi dapat terhalangi apabila ibu mengalami stres. Oleh karena itu sebaiknya ibu tidak mengalami stres.
Refleks turunnya susu yang kurang baik adalah akibat dari puting lecet, terpisah dari bayi, pembedahan payudara sebelum melahirkan, atau kerusakan jaringan payudara. Apabila ibu mengalami kesulitan menyusui akibat kurangnya refleks ini, dapat dibantu dengan pemijatan payudara, penghangatan payudara dengan mandi air hangat, atau menyusui dalam situasi yang tenang.

Sumber :  http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2010/06/06/proses-mekanisme-produksi-asi-dan-faktor-yang-mempengaruhi-produksinya/

10 Cara Untuk Meningkatkan Jumlah ASI

  1. Secara psikologis ibu harus yakin dan percaya diri. Ibu harus percaya diri bahwa akan sanggup memberi ASI ekslusif. Secata psikologis ibu harus dalam keadaan keadaan tenang, nyaman dan tidak selalu panik. Kondisi psikologis ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Bila ibu selalu berpikiran bahwa “ASI saya kurang”?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.
  2. Tingkatkan frekuensi dan intensitas. Tingkatkan frekuensi menyusui, memompa atau memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi.
  3. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui.
    Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.
  4. Jangan sekalipun berpikiran untuk pemberian susu formula.
    Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.
  5. Inisiasi Dini sangat penting. Proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan.
  6. Hindari penggunaan DOT atau empeng. Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami bingung puting  (nipple confusion).
  7. Konsultasi Masalah pemberian ASI. Konsultasikan masalah anda pada dokter anak yang merawat bayi atau klinik laktasi. Bila dokter anak masih dianggap kurang lengkap dan kurang jelas maka jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dengan klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optimal.
  8. Makanan ibu harus bergizi. Bila ada dokter yang menganjurkan menghindari makanan tertentu karena anak yang disusui alergi maka harus diganti dengan makanan lainnya yang tidak kalah bergizi jangan asal menghindari makanan. Misalnya bila menghindari makan kacang harus menggantinya dengan makan kacang kedelai.
  9. Perawatan Payudara. Lakukan perawatan payudara  dengan pemijatan payudara dan kompres air hangat dan  air dingin bergantian.
  10. Pemberian vitamin perangsang ASI. Pemberian vitamin perangsang ASI bisa saja digunakan, tetapi bukan faktor paling penting atau faktir utama yang berpengaruh
Sumber : http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2010/11/05/10-cara-untuk-meningkatkan-jumlah-asi/

RELAKTASI, Bila Akan Kembali Memberi ASI Yang Sempat Terhenti.

ASI ternyata mempunyai sejuta manfaat dan sejuta kelebihan. Ilustrasi kalimat itu menunjukkan betapa luar biasa karunia Tuhan kepada manusia berupa ASI yang ada pada setiap ibu.Mengenai pentingnya pemberian ASI, sesuai rekomendasi mengenai optimal feeding dari World Health Organization (WHO) ada empat unsur, yaitu inisiasi menyusui setelah bayi lahir, ASI eksklusif sampai usia enam bulan, mulai usia enam bulan diberi makanan pendamping ASI yang berkualitas, dan menyusui hingga usia anak dua tahun.
Pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan yang diteruskan hingga anak berusia dua tahun ditambah makanan pendamping yang tepat, akan meningkatkan kualitas kesehatan bayi hingga tumbuh dewasa nanti

Terhenti ASI
Namun, beberapa kasus pada anak-anak sempat terhenti pemberian ASI karena berbagai alasan. Diantaranya, ibu harus dirawat karena sakit, ibu sibuk bekerja, ASI mengering, atau ibu mengalami sakit yang sementara waktu dilarang memberikan pada bayinya.
Sebagian ibu lainnya kesulitan untuk menyusui karena mendapat tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan orangtua tentang ASI, hingga berbagai mitos tidak benar seputar menyusui.
Hal tersebut menjadi penyebab kegagalan ibu menyusui dengan baik. Produksi ASI berkurang dan bayi malas menyusu sehingga ASI mengering. Berbagai informasi mengenai ASI akhir-akhir ini semakin banyak ditularkan untuk menyadarkan orangtua betapa pentingnya “cairan hidup” anugerah dari Tuhan tersebut.
Anak-anak yang sempat terhenti untuk mendapat ASI bisa mendapatkan ASI kembali. Karena ternyata produksi ASI dari seorang ibu dapat diaktifkan kembali. Jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali beberapa lama, ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui.
Relaktasi adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui. Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi, antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras.
Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket.
Kasus ekstrem relaktasi dikerjakan seorang nenek yang menyusui cucunya. Selain itu, juga dikenal adoptive breastfeeding, yaitu usaha untuk menyusui anak adopsi. Tentunya dengan motivasi yang kuat, maka bisa mengeluarkan ASI.
Beberapa kasus mencontohkan terdapat seorang ibu yang berhasil menyusui tiga anak adopsinya. Seorang ibu yang baru saja berhenti menyusui tiga atau enam bulan, hampir pasti bisa menyusui kembali. Sementara itu, nenek yang sudah menopause saja bisa menyusui lagi atau ibu yang tidak pernah hamil dan melahirkan juga bisa menyusui. Hanya, memang ada tahap-tahap yang harus dilakukan dan dibantu oleh konselor laktasi. Saat ini, di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh setiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa istirahat dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang bahkan terhenti. Saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali dan siap memproduksi ASI.
Sebuah kasus yang tidak pernah menyusui hingga anak berusia enam bulan karena alasan tertentu, lalu menyusui lagi diperlukan waktu sekitar 1 sampai 1,5 bulan. Dengan cara yang benar dan tepat, ini bisa dilakukan untuk pemenuhan gizi anak di bawah usia dua tahun.

ASI Kembali Lancar
Ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Sevara umum terdapat dua hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas.Mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Di sini biasanya dibutuhkan alat tambahan, seperti lactationaid.
Persiapan Mental
Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi. Sebaiknya, diskusikan terlebih dahulu alasan-alasan yang telah dikemukakan diatas, dan ajaklah keluarga, terutama suami, untuk membantu dalam melakukan persiapan mental:
  • Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan dialami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar.
  • Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di lingkungan, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun teman yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Sering membuka informasi internet atau milis kesehatan di internet.
  • Percaya diri dan motivasi yang tinggi adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun yakin bahwa perjuangan akan membuahkan hasil.
Persiapan Relaktasi
Bila sudah mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat dilakukan adalah :
  • Pastikan cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
  • Mintalah kepada dokter obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama minggu-minggu pertama program relaktasi.
  • Kurangi jadwal kegiatan diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi.
  • Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa aku sangat mencintaimu, dan ingin memberikan yang terbaik untuknya.
  • Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dikerjakan sendiri, seperti memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
  • Berlatih memposisikan bayi pada payudara. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika mulai menyusui.
Cara Melakukan Relaktasi
Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu : membiarkan bayi menyusu sesering mungkin pada payudara. Frekuensi menyusui ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika memang bayi menginginkannya.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat tempuh untuk meningkatkan frekuensi menyusui bayi.
  • Cobalah untuk menyusui bayi setiap 2 jam sekali.
  • Biarkan bayi menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
  • Sebaiknya membiarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.
  • Usahakan untuk selalu bersama bayi terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan.
  • Sebagai langkah awal harus memberikan seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.
  • Segera setelah ASI mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau ASIP) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai habis.
  • Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.
  • Lama berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Jika baru berhenti menyusui, maka dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk menghasilkan kembali pasokan ASI. Namun, jika telah berhenti menyusui lama, mungkin akan dibutuhkan waktu yang lama pula untuk menghasilkan ASI kembali.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan pada usia berapa saja.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi dimungkinkan kapan saja.
  • Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan, posisi badan dan posisi pelekatan bayi sudah benar, nyaman dan tepat.
  • Sebaiknya mengurangi sexara bertahap pemberian makanan (susu formula) lewat botol yang menggunakan dot bayi. Gantilah dengan metode pemberian melalui cangkir, sendok, pipet ataupun dengan jari tangan. Sebaiknya tidak memberikan empeng pada bayi. Gantilah kebiasaan comfort sucking bayi pada empeng dengan comfort sucking pada payudara.
  • Jika bayi menolak mengisap payudara yang ’kosong’, dapat memberikan susu (formula atau ASIP) pada saat bayi sedang mengisap payudara dengan memeriksa secara teratur apakah bayi tidak kekurangan nutrisi. Hal itu dilakukan dengan memantau kenaikan berat badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan frekuensi harian BAK (5-6 kali).
Jangka Waktu Relaktasi
Jangka waktu yang dibutuhkan agar pasokan ASI seorang wanita meningkat sangat bervariasi. Akan sangat membantu jika Anda sangat termotivasi dan bayi Anda sering menyusu sesuai dengan frekuensi yang telah disarankan. Namun, sebaiknya tidak perlu cemas apabila waktu yang diperlukan untuk menghasilkan ASI kembali lebih lama dari yang diperkirakan.
Lebih penting adalah menghindari segala perasaan negatif, terutama harapan yang sangat besar, jika setelah berakhirnya masa relaktasi pasokan ASI tidak sebanyak sebelum berhenti menyusui. Setiap ibu membutuhkan durasi yang berbeda-beda untuk meningkatkan atau menghasilkan pasokan ASI. Memberikan bayi ASI, berapapun jumlah, sangat jauh lebih bermanfaat daripada tidak memberikan ASI sama sekali. Jadi, walaupun pada akhirnya tetap harus memberikan susu formula bersamaan dengan ASI. Fokuskan pada perasaan positif pada bayi, dan bukan pada seberapa banyak ASI yang didapatkan hasilnya.

Sumber : http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2010/01/26/relaktasi-bila-ibu-ingin-memberi-asi-yang-sempat-terhenti/

Sunday, December 18, 2011

Langkah kakikita teruslah bergerak
Berbahagialah,karena ini yang kita punyai
Teruskan kembali nafas kita
Biarpun angin tiada pernah ramah
Terbanglah...
Meski terbanting-banting oleh arah yang salah
Tetap terbanglah
Berjalanlah denganku
Jangan kau pelihara ragu...
(juniarto2010:mencobamenyemangatisunyikita)

sepi disini menjelma hantu yang paling kelam
sunyi menyulap diri menjadi dingin yang paling kejam
senyap merayap pelan-pelan sambil membawa godam
mencoba merangsek memaksa masuk diruangku yang diam
jangan biarkan sepisunyisenyap ini menggilas lemahku tanpamu,LEBAM!
[juniarto2010:merekamencobamencekikmelaluidinginyangmendesis]
gambar dari : deviantart
bukan tentang menangkap suarasengsara dng telinga kita
bukan tentang mengusap keluhkesah dng tangan kita
bukan tentang mendekap jiwalusuh dng tubuh kita
lebih dari itu sayang...
adalah menangkap-mengusap-mendekap sesuatu dibalik semua itu
dibalik suarasengsara-keluhkesah-jiwalusuh
kita saling mendengar &mendengarkan
[juniarto2010:mencobamenerjemahkanmaknamalamdiguyurhujan]

gambar diambil dari : I_might_scrap_this_too_by_clockblock.jpg

Saturday, December 17, 2011

kejutan dari suamiku di jumat sore mendung di bulan desember :)

Friday, December 16, 2011

h u j a n

aku iri pada mereka penikmat hujan. aku pernah merasakan sensasi dahsyat menyambut hujan seperti ini. di suatu waktu dulu, bertahun silam. aku pernah merasakan debar senang ketika mencium bau hujan seperti ini. kepalaku penuh dengan rencana liar, main hujan, menatap ke atas ke arah datangnya limpahan air, merentangkan tangan menyambut desau dan sensasi dinginnya, berteriak riang karena sekujur tubuh basah tak terkecuali.
itu dulu.
sekarang yang ada hanya segerombol rasa takut dan khawatir tanpa sebab. suaranya seperti momok membuat jantungku berpacu lebih cepat. ingin sembunyi saja.menutup telinga rapat-rapat.
ah,brengsek.
bandit itu berhasil merampas cintaku pada hujan.

Wednesday, December 14, 2011

selaput cinta

Krek... Krek... Kreek...
Suara itu lagi. Ya, satu tahun terakhir aku menjadi akrab dengan suara itu.
Suara per buaian adikku yang bergoyang naik-turun, kalau dia bergerak di dalamnya, menandakan dia telah terjaga, atau ada sesuatu yang membuat tidurnya terganggu.

Seketika itu pula mama ikut terjaga.
Mengulurkan tangannya, menepuk-nepuk bagian bawah buaian yang juga adalah bagian bokong adikku, lalu keluarlah senandung kecil dari mulut mama.
Biasanya senandung shalawat. Bisa juga senandung lagu lama, tentang cerita seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya.

Buah hatiku hubungan jiwa
Tidurlah anak tidurlah pejamkan mata ya sayang
Dodoi si dodoi dodoi si dodoi

Janganlah anak lasak gelisah
Ayahmu jauh ya anak dirantau orang ya sayang
Dodoi si dodoi dodoi si dodoi

Tidurlah anak si buah hati
Sambil dibuai kuharap tidur bermimpi ya sayang
Dodoi si dodoi dodoi si dodoi


Selalu senandung itu.
Senandung mantra penidur, pikirku.
Senandung yang siapapun mendengarkannya dengan seksama akan ikut terbuai dan terlena, hanyut mengikuti mantra itu terbang ke alam mimpi, terbang di sela-sela ranting dan dedaunan yang ditiup angin sejuk.

Kreek... Kreek...
Buaian itu terus bergerak naik-turun sesuai dengan pok-pok lembut telapak tangan mama di bokong adik, seirama dengan senandung kecil merdu milik mama.

Tak lama, adikku kembali terlena. Mungkin sudah merasa tenang karena sudah merasakan telapak tangan mama di bokongnya, tak takut ditinggal sendiri lagi, percaya bahwasanya mama selalu ada di sekitarnya, menjaga dan memastikan dia aman dari segala kemungkinan yang bisa mengganggu tidurnya.

Ya, mama, memang selalu ada untukku dan adik.
Tahukah kau?
Bahkan dalam tidur lelapnya sekalipun, alam bawah sadarnya seakan selalu berjaga, seperti alarm yang siap membangunkan kapanpun, kalau sesuatu terjadi pada buah hatinya. Dan hanya mama yang memiliki kemampuan ini.

Aku percaya.

Aku pernah menguji hal ini pada ayahku.
Saat itu, ayah tertidur di samping buaian adik, sementara mama sibuk mencuci di belakang.
Tiba-tiba adik terbangun. Merintih. Awalnya lirih. Mungkin mengira akan segera dipok-pok oleh mama.
Kreek... Kreek...
Buaiannya ikut berbunyi.
Ayah tak bergerak. Dengkur teraturnya tak berubah sedikitpun.
Adik masih merengek pelan. Lama-lama semakin keras. Lalu akhirnya dia menangis.
Menjerit.
Ayah tetap tak terjaga. Tak beranjak dari mimpinya.

Akupun segera berlari ke belakang, memanggil mama.
Seketika mama menghambur ke kamar, memeluk adik, menenangkannya.
Tak lama, adik kembali tenang, menyusu pada mama, dan senandung itu pun terdengar lagi...

Hmm. Aku pun pernah menguji mama.
Di tengah riuh suara per buaian adik, aku berpura-pura merintih, menggapai-gapai mama.
Seketika itu pula mama segera membetulkan letak selimutku, memegang tanganku, dan mengusap-usap punggungku lembut. Menenangkanku. berbisik padaku, bahwa mama ada di sampingnya.
Aku memberanikan diri mengintip dari celah kedua kelopak mataku.
Mama, dengan satu tangan tetap menepuk-nepuk buaian adik, dan tangan yang satu lagi mengusap-usap lembut punggungku.

Ah mama, walaupun umurku baru 3,5 tahun, aku merasa kagum.
Bagaimana bisa gerakan tanganmu begitu sinkron, antara kanan dan kiri?
Padahal kulihat kau begitu mengantuk, suaramu hampir tenggelam ditelan lelah. Bagaimana bisa kau membagi kasihmu di saat yang sama, padahal gurat lelah itu tak pernah absen menghiasi wajahmu?

Ah mama, mereka pernah bilang, kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah.
Mereka juga pernah bilang, kasih ibu bagaikan air sejuk yang mengalir tak henti, memberi kehidupan pada semesta.

Aku ingin bilang, kasihmu adalah seperti pok-pokmu di bokong adik. Atau usapanmu di punggungku, atau bisikan bujukmu, atau senandung shalawat dan dodoimu.

Sederhana, seperti selaput tipis lembut, nyaris tak terlihat namun jelas terasa, kuat tanpa cacat, membungkus aku dan adik.

Aku yakin, selaput itu akan terus membungkus kami, sampai nanti kami besar, saat kami tak perlu pok-pok dan senandung mama, bahkan sampai nanti saat mama tak dapat bersenandung lagi.

Selaput yang akan selalu membungkus kami, sejak dalam kandungan, hingga kemanapun kami melangkah. Yang akan selalu menuntun kami kembali pulang pada mama, yang akan selalu mengupgrade otak dan hati secara otomatis dan berkala, kami agar selalu ingat jalan pulang, terus dan terus ingin membalas cinta dan jasamu, mama.


Selaput cinta mama...
gambar diambil dari Mother_and_Child_by_v5design

Sunday, December 11, 2011

k a n g e n ... :'(

Akhir-akhir ini, entah mengapa, didera sebuah rasa.
Rasa ingin bertemu. Rasa rindu. Tak tertahankan.

Ingin bertemu ibu dan bapak mertuaku.
Ingin bertemu adik-adik iparku.
Ingin bertemu sahabatku.
Ingin bertemu ibu sahabatku.

Aku ingin merapat pada mereka. Ingin merasakan sayang mereka padaku dari dekat.
Ingin merasa tak sendiri. Ingin membagi ceritaku. Ingin memberitahu mereka, aku kangen.

Menghilangkan jarak garis imajiner itu.
Menjadikannya tanpa jarak. Menjadikannya sesederhana gapaian tanganku.
Menjadikannya semudah kupeluk.
Menjadikan cinta yang selama ini mengalir tanpa putus dari jauh, tersulam dalam bahasa verbal yang nyata.

Dekat.

Cinta luar biasa, dibalut kesederhanaan.

Aku kangen...
:(

Saturday, December 10, 2011

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Tentang Rokok

Jumat, 01 April 2011 06:44 | postauthoriconWritten by sharia admin | PDF | Print | E-mail


Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i'tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195). Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.
Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340). Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari'at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.
Adapun dalil dari i'tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.
Semua i'tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.
Jawaban Atas Berbagai Bantahan
Jika ada orang yang berkilah, "Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok." Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah terdiri dari dua jenis;
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.
Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.
Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (Al-Maidah: 3) Dan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu." (Al-Maidah: 90).
Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.
Sumber: Program Nur 'alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2.
Label: fatwa rokok, rokok haram
Lepas dari pro dan kontra masalah pengharaman rokok ini, marilah kita sama-sama melihat fakta dan survey. Berdasarkan hasil Lembaga Penelitian Penanggulangan masalah perokok tahun 2005, ternyata banyak perokok berasal dari petugas kesehatan dan mahasiswa kedokteran yang aktif merokok (Banjarmasin Post 26-01-2009). Survey itu menggambarkan bahwa perokok dari dokter puskesmas sebesar 16,4%, dokter swasta 11%, perawat puskesmas 13,5% dan hal ini juga diakui oleh Bos Mereka yaitu Menteri Kesehatan Fadilah Supari..nah lho. Data lain berasal dari World Healt Organitation (WHO) PBB memperlihatkan bahwa 70% penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Sedang jumlah perokok dunia saat ini adalah 1,3 milyar orang dan tingkat kematian akibat merokok adalah 4,9 juta orang pertahun.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut maka angka kematian akibat merokok menjadi 10 juta orang pertahun dan 70% diantaranya di Negara Berkembang termasuk Indonesia. Dari data UNICEF bahwa konsumsi merokok di-Indonesia bertengger pada urutan ke 5 terbesar didunia. Kembali kepersoalan fatwa ulama, ditenggarai deadlock tersebut ada sedikit campur tangan faktor X yang mengatakan janganlah sembarang mengeluarkan fatwa karena mestinya juga harus memperhatikan keuntungan Negara sebagai nilai tambah secara ekonomis dari usaha rokok ini, karena banyak yang bergantung dari industri ini mulai dari Pemerintah, pengusaha, dan ribuan pekerja pada perusahaan rokok. Sebaliknya Komisi Nasional Perlindungan Anak tetap mendesak para Ulama untuk segera mengeluarkan fatwa haram karena mereka punya kewajiban moral untuk melindungi anak-anak.
Wallhu’Alam bis-Showab. Wassalamualaikum Wr. Wb.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...