Monday, December 19, 2011

Home Treatment Untuk Batuk Pilek Si Kecil

Pilek dan batuk adalah penyakit yang biasanya menjadi langganan si kecil. Penyakit yang umum sih, tapi buat si kecil hidung mampet dan tenggorokan gatal bisa menjadi hal yang sangat menyiksa. Anak menjadi rewel, tidak mau makan, teriak histeris saat hidungnya tersumbat membuat orang tua paranoid dan buru-buru membawa si kecil ke dokter. Menghadapkannya dengan berbagai macam obat dan antibiotik. Memang sih, gejalanya langsung sembuh secara instant setelah dicekoki berbagai macam obat. Tapi tahukah Anda kalau pilek dan batuk lebih banyak disebabkan oleh virus dan kita tau kalau virus tidak dapat dibasmi dengan obat dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pemberian obat pada anak sebenarnya tidak melatih   kekebalan tubuh anak untuk melawan serangan dari luar secara alami.

Home treatment sederhana yang dapat membantu si kecil menghadapi siksaan batuk dan pilek. Tentu saja efektif tidaknya tergantung ketelatenan kita.
  1. Protein                 : Kunci kesembuhan penyakit batuk pilek adalah system kekebalan tubuh . untuk batuk pilek yang disebabkan oleh virus, umumnya bisa sembuh dengan sendirinya berkat system kekebalan tubuh yang baik. Menurut Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, SpFK, dosen dan peneliti di Departemen Farmakologi dan Terapeutik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, untuk meingkatkan kekebalan, tubuh memerlukan protein. Jadi, pastikan si kecil mengkonsumsi makanan tinggi protein selama sakit, seperti telur, ayam, ikan dan susu.
  2. Probiotik              : bakteri yang ada di makanan (misalnya yogurt) bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah timbulnya berbagai penyakit infeksi pernapasan, seperti batuk dan pilek. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada anak usia 3-5 tahun menunjukkan, anak yang mengkonsumsi kultut Lactobacsillus aktif setiap hari selama enam bulan selama musim dingin cenderung terhindar dari pilek. Kalaupun terkena pilek, biasanya tidak berlangsung lama.
  3. Tidur                      : istirahat amat berhubungan dengan system kekebalan tubuh. Hal ini dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menunjukkan, orang yang kurang tidur akan lebih mudah terkena pilek. Jadi, jangan ragu untuk meliburkan si kecil untuk sementara waktu dari berbagai aktivitasnya (termasuk sekolah), saat ia sakit. “Istirahat yang cukup dan minum banyak cairan,” begitulah saran Vandana Bhide, M.D., dokter anak di Saint Augustine, Florida, yang telah mendapatkan sertifikasi dari American Board of Holistic Medicine.
  4. Garam                  : dalam studi yang diterbitkan Intenational Journal of Pediatric Otorhinolaryngology disebutkan, garam memiliki khasiat antiradang yang bisa membantu mengeluarkan lender dan melegakan pernapasan, serta meredakan batuk dan radang tenggorokan. Untuk hidung tersumbat, atasi dengan meneteskan larutan garam yang bisa dibeli di apotek dan toko obat. Atau, anda bisa membuat sendiri larutan garam. Caranya: larutkan ½ – 1 sendok teh garam ke dalam setengah liter air hangat, lalu teteskan dengan bantuan pipet. Untuk mengatasi sakit tenggorokan atau batuk, ajakan si kecil untuk berkumur dengan larutan air garam hangat.
  5. Udara lembab   : yang anda perlukan adalah humidifier (alat pelembab udara) untuk membantu melegakan saluran napasnya. Pastikan saja alat pelembab udara tersebut tetap bersih dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Nyalakan alat tersebut di kamar tidur saat anak tidur atau beristirahat. Alternative lain adalah mandikan si kecil di kamar mandi yang telah diuapkan sebelumnya.
  6. Madu                    : jika diberikan pada malam hari menjelang tidur, madu lebih efektif untuk meredakan batuk dibanding sirup obat batuk rasa madu, serta membantu anak tidur lebih nyenyak. Demikian hasil penelitian yang dimuat dalam Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. Dosis pemberian madu sama seperti obat batuk yang dijual bebas, yaitu ½ sendok teh untuk usia 1-5; 1 sendok teh untuk usia 6 – 11; serta 2 sendok the untuk usia 12 ke atas. (ingat ya: Madu tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme atau sejenis keracunan makanan). Dalam penelitian tersebut, madu yang digunakan sebagai pengganti obat batuk adalah jenis madu buckwheat. Tapi Kathi Kemper, M.D., pengarang The Holistic Pediatrician yang juga kepala Center for Integrative Medicine di Wake Forest University Babtist Medical Center, Winston – Salem, North Carolina.
  7. Sup Ayam            : cairan hangat bisa membantu mengurangi gejala hidung tersumbat. Penelitian telah menunjukkan, sup ayam bisa membantu meredakan gejala flu, seperti nyeri, lemas, hidung tersumbat dan demam.
  8. Relaksasi              : Nah, kalau yang ini untuk Anda! “Orangtua kerap merasa stress ketika anaknya sakit,” kata Joshua Bernstein, M.D., dokter anak dari Asheville, North Carolina. “Padahal, bisa jadi si kecil yang sedang bermain di lantai sambil terbatuk-batuk, merasa baik-baik saja dengan penyakitnya itu.” Berkonsultasi pada dokter anak Anda. Bisa jadi, ia terkena infeksi sekunder (telinga, sinus), yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Pilek yang normal akan sembuh setelah seminggu, berkat imunitas tubuhnya, tak peduli apapun yang Anda lakukan. Bila Anda memberinya obat, si kecil akan segera sembuh. Namun, juka Anda tidak memberinya obat pun, ia akan tetap sembuh, kok.
Sumber: Majalah Parenting Indonesia, Januari 2011

No comments:

Post a Comment

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...