Wednesday, December 26, 2012

cukup sudah!


Jangan katakan untuk tidak menangis itu mudah
Jangan katakan untuk tidak ‘mbatek’ atau spaneng itu gampang

Saturday, December 22, 2012

mesin pencatat dosa



Wanita itu seperti memiliki mesin pencatat dosa. Bukan, dia bukan pendendam, dia hanya senang mengupdate dan memeriksa data-data yang disimpannya.

Thursday, December 20, 2012

abai? siapa takut?


Sungguh tak jarang iri kepada mereka yang seperti tak punya hati yang gampang tersentuh.
Terkadang ingin punya kemampuan abai terhadap sekeliling, sesekali, sekuat apapun badainya.
Sering pula ingin punya sesuatu yang bisa digunakan sebagai pelarian saat hati tak tenang.

Mengabaikan itu tak mudah, namun bukan tak mungkin dipelajari. Berusaha menciptakan dimensi sendiri tanpa perlu memalsukan empati.

Abai, adalah terapi hati terbaik. Ya, sepertinya memang lebih baik abai daripada munafik.


Tuesday, December 18, 2012

suka film-nya, suka soundtrack-nya :D



Untuk yang kesekian kalinya, saya nonton The Chronicles of Narnia : Prince Caspian. Asli gak pernah bosen nonton film ini, sama persis ama film-film Harry Potter, pasti dipantengin. Suzan, Pete, Edmund, dan Lucy itu bikin kangen. Jadi pengen punya anak 4 rukun-rukun semua begitu *eh? Dan Prince Caspian a.k.a. Ben Barnes itu, alamak, cute banget ;D.


Thursday, December 13, 2012

12 Mei ~ Marsinah


Bau busuknya masih terendus
Jejak darahnya masih hangat
Tetes airmatanya masih belum kering
Mari pakai topeng gas
Melawan topeng monyet
Pertunjukan masih berlangsung
Peperangan masih menderu
Monyet masih menari

Sarimin belum mau pulang

dari senayan

~re-post komen saya di FP Marsinah tanggal 12 Mei 2011 

Tuesday, December 11, 2012

takut...


Hey kau, suamiku..

Tahukah kau, kalau kau sedang jauh seperti ini (workshop mirip film transformers itu aku anggap jauh karena kalau ke sana mesti naik motor gak kurang dari 30 menit), kadang aku begitu takut.

Takut?

Ya, takut. Takut kematian memisahkan kita. Aku yang mati lebih dulu, atau yang lebih menakutkan, kau yang mati lebih dulu.


Monday, December 10, 2012

Yang Hidup Pasti Mati , Jangan Kucilkan Mereka!


Siang ini saya ‘disentak’ oleh sebuah kejadian. Awalnya saya iseng buka-buka recent updates teman-teman di list smartphone. Perhatian saya tersita oleh sebuah DP teman saya yang menampilkan korban sebuah kecelakaan. Cepat saya buka profilnya, dan di situ tertulis status “Kecelakaan Di Simpang Empat Tugu Obor Mabu’un Tanjung Tabalong—korban wanita”.

Saturday, December 08, 2012

2013 is coming...!







Oke, sudah memasuki hari kesepuluh Desember. Saya belum nulis apa-apa sehubungan bulan terakhir di tahun masehi ini. Biasanya sudah terpeta di kepala, evaluasi 12 bulan terakhir dan resolusi tahun mendatang. Eeh datenglah undangan untuk ikut serta nulis perihal ini dari neng Windi, jadilah sekarang duduk manis (biasanya sih juga manis, tapi ini kudunya lebih manis biar bisa konsen nulis dan dapet hadiah dari neng Windi, karena kabarnya salah satu hadiahnya adalah IPAD…hihihi…*bersicepat ambil sandal jepit lalu kabuuuur) di depan laptop.

Sunday, December 02, 2012

dobrak dinding bernama luka itu!

melihatnya
mendengar namanya
atau sekedar mengetahui dia hidup
bukan hanya hati yang berdarah
melambungkan kesumat

namun huruf demi huruf
terjalin berpilin menjadi kata dan kalimat
'habisi dia dan buang jauh ke dasar laut dalam, lalu obati lukamu!'

karena tak ada yang abadi
pun luka 
pun dendam
pun kemarahan 
















dobrak dinding bernama luka itu, kawan
lalu terbanglah yang tinggi....................................

gambar dipinjam dari sini

Friday, November 30, 2012

maka hujan...



Maka hujan, berikan rasa aman padanya, jadikan setiap tetesmu serupa kehadiran orang-orang yang dirinduinya.

Maka malam, tolong simpan hawa sejukmu di hatinya, agar ketika siang menyengat garang tak membuatnya berkeluh kesah.

Maka siang, tolong simpan kehangatanmu di setiap laku tingkahnya, agar ketika hawa dingin menyergap tak lantas membuatnya seketika beku.



Maka daun-daun yang berguguran di pekarangan asrama, jadikan dirimu serupa hiburan bernuansa gelak tawa adik-adiknya di rumah, agar ketika kesepian menyapa dia  mampu menghadirkan ingatan tentang cinta tak berujung yang selalu mengalir dari rumah ini.

Sunday, November 25, 2012

hidup yang 'hidup'

dan aku sedang menyentuhmu ketika kau menyentuhku, 
dan aku sedang memberimu hidup ketika kau beri aku kesempatan 'hidup'
dan ya, aku sedang menikmati hidup yang 'hidup'...


cerita tentang menyusui di pagi hari..
karena menyusui adalah 'never ending story' 
jejakmu, ada dalam setiap jejak anakmu, selamanya :)


Saturday, November 17, 2012

18 November-mu, Soulmate-ku :)

Aku adalah kamu.
Kamu adalah aku.
Aku tau kamu tau apa yang seharusnya kamu lakukan, sama halnya kamu tau aku...
Satu yang pasti, insyaAllah ga akan pernah berubah, aku teramat menyayangimu, hingga aku ga tau apa ada parameter untuk mengukur seberapa besar dan dalam sayang aku ke kamu.




Friday, November 09, 2012

Mokka Cupcake ala Saiyah...


Huhhuuuii…

Sekali lagi sukses eksekusi cupcake. Kalau kemarin saya eksperimen sama bubur kacang ijo yang saya bikin sebelumnya satu panci penuh (tapi yang saya pake buat cupcakenya cuma satu mangkuk kecil, hehehe), kali ini eksperimen jatuh kepada sebungkus kopi moka instant punya ayah dan sebungkus kecil santan instant(juga).

Dan seperti biasanya, kalo eksperimen saya berhasil, akan dengan bangga saya aplot di semua jejaring sosial yang saya miliki. Huahaha. Biasa, pencitraan…:D

Oke, seperti biasanya, ini dia penampakannya, pemirsah…


Tuesday, November 06, 2012

re-post --- from my_hubbi's status on facebook

 
melintasi laut dan melambung tinggi dibawah langit
bersama angin yang mengudara dan berbekal restu ibunda tercinta
aku pinang kau untuk temani hidup yang sengit
kau terima aku dengan cinta sederhana namun sedikit harta
kini kita menjadi sepasang kekasih halal
mari merapat lalu jalangkan mata dan pikiran hadapi dunia yang bebal...
[kursiKOSONG,07072011]
 

Friday, November 02, 2012

Antara kulkas, bubur kacang ijo dan cupcake, apa hubungannya?


Yess!!

Kenapa yess? Karena NO… aheheheh…

Hari ini lengkap deh kebahagiaan saya. Kenapa eh kenapa judi itu harramm…et dah mpe salah… kenapa saya bahagia? Ada yang bisa jawab? Mana suaranya? *kenapa berasa jadi kayak konser dangdut gini ya?*

Serius. Ada band. Hari ini, kukas saya udah bisa diambil dari tempat service kulkas (he’eh lah, masak tempat service becak?), insyaAllah gak bakalan rusak lagi, kata tukang servicenya (ya iyalah, masak tukang becaknya?), selama kulkasnya gak dicolokin (minta ditabok pake oven). Katanya sih yang rusak tuh saluran apanya gitu yang mampet, nah solusinya ya ditambah freon, katanya. Padahal menurut saya, kalo mampet,  solusinya kan minum air putih yang banyak lalu minumlah obat pencahar (sembunyi takut disambit stoples). Ah, semoga saja pak PLN gak sembarangan matiin nyalain matiin nyalain listrik tanpa seizin saya lagi, biar kulkas saya gak ngadat lagi. Mari aminkan berjamaah yaaa…*efek mantengin TL Ustadz Yusuf Mansur *.

Sunday, October 28, 2012

pretty simple life


Mau nulis apaan yaa…

Hehe, beberapa hari ini blank banget, gak pegang lappy juga, apalagi ngenet. (sok) sibuk sama kerjaan emak-emak. Mulai dari lebaran haji sampai pesenan kue sampai liburannya si kakak Reza dari ponpes.


Wednesday, October 17, 2012

Sebenarnya kau yang sekarang itulah, sebenar-benarnya kau


Malam ini aku terjebak (lagi) rindu padamu (yang dulu)
Air mata mengantarku ke memori yang (ternyata) tak pernah sempat kusam sedikitpun di kepalaku
Aku merindukan (celoteh)mu. Aku sangat merindukan (perhatian dan khawatir)mu (kalau-kalau kau telah  melukaiku seperti saat ini).

Kuamati (untuk yang kesekianribu kalinya) lagi jejak tinta yang pernah kau tinggalkan di sebuah buku lama.
kuperhatikan (lagi) huruf per huruf yang kau rangkai menjadi untaian bak anak sungai yang (pernah) membuatku hanyut jauh.

Monday, October 15, 2012

Sementara itu di dunia maya...




Menyadari betapa dunia maya tak selalu memberikan manfaat, terkadang yang ada malah mudharat dan permusuhan. Mengapa tiba-tiba saya menuliskan ini, gan?

Well, again, I’m sorry girls.. I never meant to…


Ya, beginilah setiap hari-mu Nak. Menemani mama mengumpulkan pundi yang tak seberapa di cozy, sambil main, nulis-nulis, gambar, maem, akhirnya tertidur, terbangun, dan tertidur lagi di sini. Gak seperti anak-anak pada umumnya ya Nak? 

Wednesday, October 10, 2012

Sambal bajak beserta resep turunannya… Halah...




Sambal ini berawal dari cerita ‘agak gak beres’nya kulkas saya, sodara-sodari. Ya, kulkas saya yang (baru) berumur 4 tahun itu mendadak rewel, gak dingin bangets lagi, suhunya naik-down, tapi banyakan down-nya sih. Down di sini bukannya tambah dingin, tapi jadi gak berasa kulkas lagi gitu deh. 

Paniklah saya. Panik!! Paniiik!!! *sambil garuk-garuk pintu kulkas yang isinya lumayan banyaks*.
Siapa lagi yang disalahin kalo gak perusahaan listrik negeri tercinta yang belakangan punya hobi matiin listrik tanpa seizin saya dan keluarga saya. Trus, salah saya ya kalo kulkas jadi gak beres gini? Salah tetangga saya? Ya jelas salah perusahaan listrik itu lah! Padahal belakangan saya baru tau loh, kulkas itu SEBAIKNYA dipakein stavolt alias alat untuk menstabilkan tegangan listrik. Tapi saya gak pakein kulkas saya stavolt. Nah, sekarang siapa yang salah kalo kulkas saya tiba-tiba begini?
Tetep : perusahaan listrik negeri saya tercinta. Titik.

Sunday, October 07, 2012

Sungguh, mama ingin kau baik-baik saja di sana...


Tentang mimpi mama semalam, nak, mama tak tahu apa artinya. Apakah itu hanya sekedar penanda betapa rindu mama kian menebal, ataukah memang kau sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja?

Terjaga dan mengetahui kau tak ada di dekat mama, nak, maka semakin sesaklah dada mama.. Semakin membuncah tanya, ada apa denganmu di sana? Baik-baik saja kah kau di sana? Kangenkah kau pada mama dan adik-adikmu, sehigga alam bawah sadarmu mencoba menyeruak ke mimpi mama dan mencoba menyampaikannya, nak?

Friday, September 28, 2012

SMS yang masih tersimpan :)

Buka-buka file di handphone, ketemu note ini, sebelumnya disimpan di inbox SMS, tapi karena sayang dihapus, akhirnya dicopy paste lalu simpen di note. Sms dari ayah :)

  • ketika semburan kata-kataku telah menyayatmu perih hingga masih menggenang&masih terngiang/ketika mata dan wajahku telah megabaikanmu hingga kau merasa dihempas lebam sungsang/aku hanya bisa bilang,bahwa jauh di lubuk hatiku masih ada rasa sayang/aku tidak akan mampu membuang...

Wednesday, September 26, 2012

dalam doamu, ma, namaku disebut


Kemarin, tak seperti biasanya mama mengetuk pintu rumahku setelah sebelumnya berseru memanggil nama anakku Luna dan Jingga. Seketika Luna Jingga berlari menyongsong pintu depan dan membukanya.

Mamaku dengan tongkat di tangan kanannya berdiri di ambang pintu, tengah bersusah payah melangkah.
Segera kupegangi lengannya dan kutuntun masuk ke ruang tamu. Pelan, mama duduk di sofa. Pelan sekali. Maklum, lutut kanan mama memang bermasalah. Kata dokter sih kepadatan tulang mama sudah jauh berkurang, terutama di bagian persendian lutut kanan, sehingga mama sangat sangat kesulitan untuk menekuknya. Seminimal mungkin mama menghindari gerakan menekuk lutut, karena akibatnya akan luar biasa sakit… Bahkan untuk shalat pun mama harus sambil duduk selonjoran di ranjang atau rebahan.

Tuesday, September 25, 2012

nikmatnya jadi ibu!

Hari ini bener-bener jadi multitasking mom.
Emak merangkap perawat 2 pasien kecil. 


Yang satu jidatnya benjut, selain karena kejeduk daun pintu, di pelipisnya ada bisul yang udah hampir pecah. Merah hampir lebam. gak boleh tersentuh apapun ; Jingga nih.

Yang satu kupingnya kemasukan pasir pas lempar2an pasir ama adiknya. Akhirnya saya cuma kasih obat tetes telinga, berharap pasirnya keluar dengan sendirinya nanti ; nah yang ini, Luna.

Saturday, September 22, 2012

dia itu, abahku






abah, ka eli, puji kecil... he let me walk alone, but always keep watch on me...


Tuesday, September 18, 2012

Saya kaya, euy!


Friends, hari ini saya mendadak berfikir tentang esensi dari kata “kaya”. Seorang ustad ternama di negeri ini pernah berkata di akun twitternya, bahwasanya orang yang selalu mendengung-dengungkan KAYA HARTA sebagai sebuah kesuksesan biasanya orang yang kurang paham akan agama, menuhankan harta, tak pernah puas akan hasil yang dicapai. Seperti halnya meminum air laut, makin diminum makin haus.  Sumber kegelisahan.

Monday, September 17, 2012

Bagaimana Jika?


Bagaimana jika.

Ya, pertanyaan itu seringkali menjadi topik terhangat yang berkecamuk di dalam kepala tatkala sepi mendera, terasing dalam kesendirian, berjibaku dalam kesibukan rutinitas yang tidak habis-habisnya.

Bagaimana jika. Disertai tanda tanya besar di belakangnya.

?

Bagaimana jika dulu aku tak mengambil jalan itu? Bagaimana jika dulu aku meraih kesempatan itu? Bagaimana jika dulu aku tidakmenikah dengannya? Bagaimana jika dulu kuturuti saja saran ayahku untuk memilih jalan itu? Bagaimana jika… bagaimana jika…

Kupikir itu pertanyaan sia-sia, namun tak ayal akupun sering terjebak di dalam lingkaran pertanyaan-pertanyaan itu.

Aku memilih untuk tidak menjawab dan tidak mencoba untuk mencari tahu jawabannya. Terlalu wasting time. Terlalu naïf. Ini adalah tentang pilihan kita di masa lalu. ini adalah tentang takdir yang menyertai di belakangnya . ini adalah tentang hukum alam yang memang sudah seharusnya terjadi. kita memilih maka kita  sudah tahu konsekuensi dari pilihan itu. Kalaupun ternyata kelak kita mengetahui pilihan kita itu  salah, kita diperkenankan kok untuk memperbaikinya, karena hidup itu begitu baik, selalu menawarkan pilihan kepada kita.

Bagaimana jika.

Bagaimana jika dulu tidak begitu,melainkan begini? Bagaimana jika seandainya begini dan bukannya begitu? Hh, terlalu berspekulasi, habislah waktu, dan terkadang kita tidak memperdulikan sekeliling kita demi mengentaskan rasa ingin tahu itu. Kita ingin tahu bagaimana seandainya dulu kita membeli barang A, padahal yang kita beli barang B. apa yang kita dapat? Gak ada! Barang A gak dapet, barang B terbuang dan terlupakan karena kita terlalu sibuk berkutat dengan pertanyaan itu.

Sudahlah, kawan, berhentilah berjibaku dengan sesuatu yang sia-sia… hidup sudah demikian berbaik hati padamu dengan meminjamkan oksigen untuk kau hirup, dengan mengikhlaskan buminya kau pijak, dan memberikanmu segala kemudahan yang nyaris sempurna.

Hiruplah oksigen jatahmu, lalu hembuskan bersama desah syukur. Maka kau akan merasakan hidupmu sempurna.

Masih belum puas?

Lepaskan yang kau miliki, lalu kejar mimpi. Kejar sampai dapat. Jadikan nyata. Bukan hidup di dalamnya. Karena hidup dalam rimba mimpi dan angan, adalah sia-sia. Dan berhentilah bertanya, bagaimana jika…? :)

gambar diambil dari google

Sunday, September 16, 2012

Status Oh Status :)


 “Amsyoong deh hari ini, pasien gak brenti-brenti… Capeek… Belum istirahat… Belum lagi ngurusin krucil di rumah…”

Bisa ditebak, si pembuat status di salah satu social media ini profesinya berhubungan ama dunia medis. Ya iyalah, emang ada pasien di bengkel? Eh tapi suamiku kerja di bengkel, dia sebut itu trailer-trailer yang mangkal untuk diservis dengan nama pasien juga… hihihi…

Atau “Bagoos, gak bisa shopping deh, si Kriwil rewel di mall…”atau “galau itu adalah ketika siap-siap bobok, ada panggilan darurat di anu…anu..bla bla…”

 “Kerjaan kok menggerutu mulu. Gak bersyukur banget sih…” bisikku dalam hati.

Tetapi lalu aku terdiam. Aku pun manusia biasa yang punya keterbatasan. Aku pun sering mengeluh. Duluu sekali, kalau emosi sudah gak tertahan, facebook sering jadi alat pemuasku menumpahkan segalanya. Sampai-sampai suamiku berkomentar “kenapa ya facebook lebih dipercaya daripada suaminya sendiri…?” PLAK!! Berasa ditampar… Oh iya ya, ngapain juga coba, mengumumkan kesusahan kita? Gak ada juga kaan yang nawarin jadi pembokat gratis. Kalaupun ada yang komen, paling bernada prihatin, udah. Yang ada malah disyukurin, hehe…*parah nih su’udzonnya… astaghfirullah… Masih mengeluh juga, wajar lah… manusia gitu loh… tapi kata orang Banjar bilang “Gawian nang sudah dihakuni…” artinya “kerjaan yang kita sudah terima dengan ikhlas”. Yang pentiing, jangan di social media yaa, pesan suamiku… hehe…

Pekerjaan yang telah kupilih dan sudah kuketahui konsekuensinya ini, adalah (hanya) ibu rumah tangga (kalo boleh sebut ini profesi, hehe).  Allah sudah mengamanatiku suami yang luar biasa baik dan 3 anak yang cerdas, Alhamdulillah. Konsekuensiku? Capek. Repot. Kurang tidur. Persediaan sabar unlimited. Mesti kreatif mengolah makanan, biar gak jajan mulu, boros! Dll. Dll.

Aku pengen banget bilang ke temenku itu, “Nah elu digaji buat apa kalo gak buat melayani pasien? Udah tau konsekuensi jadi tenaga medis kan? Pasien banyak. Kurang tidur. Belum lagi ngurusin tetek bengek di rumah tangga. Anak. Dapur. Suami. Lah kalo gak mau ada pasien, berenti. Habis perkara…”

Teringat sosok kakak perempuanku, Eli. Wanita karier. Seorang istri juga. Ibu dari 4 anak yang masih kecil-kecil. Ajaibnya, dia berhasil memenej waktu dan energinya agar semua tanggungjawabnya itu tertangani dengan baik. Ya, pake asisten rumah tangga juga sih… namun bukan itu yang kulihat. Aku hanya melihat, anak-anaknya gak pernah kekurangan perhatian mamanya, lunch atau dinner berduaan suaminya pun sering. Dan itu bener-bener nilai plus plus bagiku. Hebaat!

Liburan lebaran kemarin, kak Eli cerita pengalamannya waktu pra jabatan. Ya, namanya pra jabatan, mesti nginep di asrama gitu kaan, otomatis dia ninggalin anak-anak dan suaminya di rumah untuk waktu yang agak lama. Hari-hari pertama, masih lancar. Anak-anaknya masih terkendali di bawah pengawasan sang nenek yang ‘dicarter’ kakak iparku, sementara kakak pra jabatan.

Seminggu berlalu tanpa kejadian apapun. Komunikasi lancar, tiap malam mereka berkomunikasi via telepon. Tiba-tiba kakak terima kabar dari rumah, si Bungsu, Abi, masuk UGD karena sesak nafas. Degg! Paniklah kak Eli. Gak bisa minta izin keluar, karena kabar itu dia terima jam 12 malam. suaminya gak kalah panik. Kata dokter, si Abi Cuma kecapekan. Ni anak memang aktifnya hiper. Kalo gak tidur, gak diem. Akhirnya kak Eli bisa tenang waktu Abi sudah dibolehkan pulang oleh dokter, walaupun gak bisa sepenuhnya mengusir galau dan khawatir.

Selesai kah ujian kakak? Beberapa hari setelah itu, bertepatan dengan suaminya dinas keluar kota, kak Eli dapat kabar lagi, si Dova, anak ketiganya, mengalami kecelakaan di sekolahnya! Darah segar mengucur deras dari batok kepalanya, akibat jatuh dari ketinggian yang lumayan dengan keras di halaman sekolahnya. rupanya si Dova mengkhayal jadi spiderman. Hadeeh…

Aku gak bisa bayangin, bagaimana perasaan kakak. Di tengah kondisi dia harus konsentrasi di pra jabatan, dia harus menahan perasaan karena khawatir akan kondisi anak-anaknya di rumah. Akhirnya dia pasrahkan semua kepada Sang Khalik. Ditumpahkannya segala resah dan gundah di tengah sujud panjangnya. Alhamdulillah, semua terlewati dengan baik. Tanpa banyak mengeluh dan penyesalan… tanpa curcol gak jelas di social media… tanpa omelan gaje di status BBM… hahaha…

Balik lagi ke perihal status. Untuk self reminder saja siih. Gak perlu lagi deh curcol gaje di social media, karena bukan gak mungkin ketika aku bercucol ria, bukannya prihatin yang didapet, malah cibiran dan komentar gak penting. Toh udah punya suami ini. Toh  udah punya Allah. Percaya deh, Allah itu sebaik-baik teman curhat! Suamiku itu sebaik-baik pendengar!

Pernah kaaan dengar kalimat bijak “berhati-hatilah dalam berkata-kata di social media… jempolmu, harimaumu…” hehehehe….

Wednesday, July 25, 2012


Kepalaku seperti dihantam kesadaran demi kesadaran yang sepertinya datang terlambat
Terdiam hingga mengecil di tumpukan roletto yang berisik di sekelilingku, mencari celah pembenaran dan kata-kata penghibur sok maklum namun omongkosong
Aku yang salah
Aku yang salah
Aku yang salah
Aku tak bisa mengembalikan yang sudah retak, aku tak mampu lagi mengukir senyum palsu
Aku sudah terlampau menyakiti sekelilingku, aku lah yang membuatmu seperti ini, aku lah yang menitikkan nila ke dalam susu, aku lah pencipta badai ini.
Aku palsu, ya aku palsu.
Dan aku sendiri pun tak tahu siapa.
Siapa sebenarnya diriku. Yang kutahu adalah aku palsu. Entah, bagian mana yang palsu. Bagian yang busuk, atau bagian yang munafik.

Ya, begitulah.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...