Sunday, January 29, 2012

A letter for my 13m baby, Jingga



Jingga Hanainunnisa

Apa yang kau ketahui tentang cinta, Nak?

Memang, mereka bilang, pertanyaan perihal cinta dan kasih, adalah pertanyaan yang tak berjodoh dengan jawaban apapun. Dikupas sedemikan dalam sekalipun, pertanyaan tentang cinta kasih tak akan selesai di satu jawaban, selalu akan ada pertanyaan-pertanyaan lanjutan darinya.

Ah, seperti kau ketahui, mamamu ini memang terlalu banyak membaca novel, ya Nak… Terlalu banyak aksara dan kata yang ingin mama ajarkan padamu sekarang, terlalu banyak keasyikan yang ingin mama bagi untuk kamu, Jingga, perihal indahnya cinta kasih anugerah Tuhanmu. Membaca bening matamu, menikmati senyum dan tawa polosmu, saat ini, tak berbatas rasa mama padamu.


Ah, sekali lagi mama selalu meracau tak tentu arah, bukan, Nak? Padahal sesederhana pikiranmu. Sesimpel pola di kepalamu. Apa yang sekarang kau ketahui tentang cinta kasih, saat ini, jawabanmu pasti sama dengan yang ada di kepala mama saat ini. Sesuatu yang memang ada dan terbentuk semenjak semesta tercipta, sesuatu yang sudah kau damba semenjak berada di kerajaan rahim, sesuatu yang selalu ingin kuberikan tak henti sampai usiamu cukup nanti, sesuatu yang kelak akan selalu membuatmu pulang pada mama; sejauh apapun kau mengejar citamu kelak, dan sesuatu yang di setiap tetesnya akan mendapat rahmat Tuhanmu dan aliran doa ajaib dari para malaikat penjagamu.

Ya, Jingga, arti cinta kasih itu, adalah ASI.

Januari 29, 2012
Mama.

Friday, January 27, 2012

Life For Rent

Thursday, January 26, 2012

Letter of Apology Afriani Susanti, Accident Maker in Tugu Tani, Jakarta

Afriani Susanti, 29, driver of death-car in a crash at the bus stop Tugu Tani, Jakarta now languishing in prison to account for her actions after killing nine lives in a car accident on January 22, 2012 ago. The cause of accident was driving drunk and under the influence of ecstasy. This is the worst accident in early 2012 in Indonesia.

Behind bars, Afriani Susanti ask for apology to the families of nine victims who were killed in an accident when he drove Daihatsu Xenia in Gambir to Tugu Tani, Central Jakarta. She expressed her apology request through a letter that she wrote in prison



 Here is the translation of her letter of apology.


With this letter, I am Afriyani Susanti, attach a letter of apology for the accident that occurred on Sunday 22 January, 2012, through my family and my legal counsel.

Indeed, I have felt the deepest remorse to all the victims of the current incident, until the end of my journey later.

Especially for the entire family of the victim, I can not say any word to express my profound regret. Forgive me for all your losing. I'm sorry for the loss of your love. I'm sorry for the loss of your family. Forgive me! In the name of Allah, I beg forgiveness for all. I may not deserve an apology from you all, but allow me to say sorry, sorry, sorry.


On this occasion I also want to apologize to my sister, my brothers, uncle, aunt, my close friends and all my friends. Forgive me and thank you for all the prayers and support. For my mother, I'm sorry ma'am....

I'm Afriyani Susanti, begging forgiveness from Allah SWT for an oversight that I did. O Allah, may You receive taubatan Nasuha from me as your servant. I pleaded, open the goodness and convenience for the victims, for the families left behind may be steadfastness and ease. Once again I apologize, forgive me for everything, forgive me, forgive me, forgive me.

source taken from here

Tragedi pagi minggu itu memang menyentakkan batin semua orang gak terkecuali. Muda, tua, kaya, miskin, semua berduka, semua (merasa berhak) marah, semua (juga merasa berhak) tak terima dan (lagi, merasa berhak) tak memaafkan secara ikhlas.
Namun tak lantas kita melupakan esensi dari kejadian ini dengan bersedih berlama-lama, dengan mempertanyakan dan membicarakannya sampai pada titik tertentu itu menjadi tak berarti apa-apa lagi. Padahal Allah mengadakan peristiwa ini agar kita berfikir.

Dan tak lantas pula kita menghalalkan segala macam bentuk umpatan, ejekan dan berjuta kalimat hinaan kepada si pelaku, seolah-olah kita adalah orang paling suci sedunia.

Biarlah ini menjadi tugas Sang Adil dan Sang Maha Adil.

Tak perlu lah kita ikut-ikutan menjadi sebrengsek si pelaku, bukan?

Because life is for rent...

I haven't ever really found a place that I call home
I never stick around quite long enough to make it
I apologize once again I'm not in love
But it's not as if I mind
that your heart ain't exactly breaking

It's just a thought, only a thought

But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
Cos nothing I have is truly mine

I've always thought
that I would love to live by the sea
To travel the world alone
and live more simply
I have no idea what's happened to that dream
Cos there's really nothing left here to stop me

It's just a thought, only a thought

But if my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
Cos nothing I have is truly mine

If my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
Cos nothing I have is truly mine

While my heart is a shield and I won't let it down
While I am so afraid to fail so I won't even try
Well how can I say I'm alive

If my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
Cos nothing I have is truly mine

If my life is for rent and I don't learn to buy
Well I deserve nothing more than I get
Cos nothing I have is truly mine
Cos nothing I have is truly mine
Cos nothing I have is truly mine
Cos nothing I have is truly mine


DIDO~Life For Rent

Sunday, January 15, 2012

kata-katamu menyeruak begitu saja
tanpa rencana,
seperti senjata yang sudah terkokang
seperti latte yang dituang melebihi kapasitas cangkir
tumpah, basah, melebar meluas seperti bah
menjilat luka yang masih merah basah
dan drama pun dimulai
wajah kusut masai, hati terkoyak batin terkulai
ingin minggat saja lewat jendela

wahai sosok bernama angkuh yang tak mengenal kata mengalah,
perkenalkan,
namaku tiran.
memunguti informasi yang berserakan,
mendulang makna yang tersembunyi,
menyaring ilmu yang benar,
mencerna lalu tergagap memaparkan tanpa bermaksud melukai,
karena ini bermuara dari kepedulian dan keprihatinan,
hey aku tak lebih tahu darimu,
dan kau pun tak lah lebih hebat daripadaku,
tapi besar kepalamu melebihi yang kamu akui,
yah kita mungkin seperti dua arteri yang berbeda,
karena kita jelas berbeda,
benar/salah, pantas/tidak pantas,
memangnya kau siapa?
tiran?

Saturday, January 07, 2012

waktu kakak luna sakit (lagi)

Luna sakit lagi! Hiks…:’(


Padahal baru 3 hari yang lalu demamnya reda. Mulai bawel dan doyan makan lagi. Aku sudah senang saja, secarra Luna sembuh demam tanpa obat-obatan apapun, kecuali ramuan air hangat campur madu atau teh hangat campur madu, juga baluran minyak kayuputih dan bawang merah parut di sekujur tubuhnya.

Kemarin, dia seperti males-malesan bangun. Pengen rebahan terus, di depan televisi, nonton film kartun, gak lama kemudian tertidur. Selalu begitu. Aku mengerutkan dahi. Kuraba dahinya, gak demam. Tapi badannya lemas. Kubangunkan, dia hanya merintih, “ngantuk, mamaaaa…” rengeknya.

Deg… ada yang gak beres nih.

“Luna mau maem apa, sayang?” tanyaku suatu ketika dia terjaga. Gelengan kepalanya sudah cukup membuatku menyimpulkan, ada yang gak beres pada tubuhnya.

Malamnya dia tidur hnya berbekal beberapa sendok nasi dan segelas air putih. Aku sedikit tenang karena dia gak begitu rewel. Selang beberapa jam kemudian, terdengar suara kecilnya. “maa…” lalu “hueekkk….!” Ya Allah, anakku muntah… secepat kilat kugendong anak balitaku itu berlari menuju kamar mandi. Di situ dia meneruskan muntahnya, habis, habis seisi perutnya…:(

Lemes, gak bisa bersuara lagi, kugendong anak perempuanku itu balik ke kamar. Setelah kuseka wajahnya, kubalur lagi seluruh tubuhnya dengan minyak kayu putih campur parutan bawang, sambil kupijat sesekali.
Sejauh ini dia memang belum demam. Tapi lemasnya bikin aku gelisah. Kubuatkan teh yang agak tua untuknya, lalu kuberi madu, dan kuminumkan pelan-pelan padanya. 

Ya  Allah, sepertinya ini benar-benar ujian untuk kami yang memang bertekad gak mau kasih obat apapun untuk anak-anak, kalau memang gak perlu banget. Padahal di kulkas masih ada sediaan obat anti muntah milik Luna bekas dia sakit 3 bulan lalu. Lupakan… lupakan obat itu, Luna gak butuh obat apapun, sugesti itu terus kubisikkan dalam hati di sela-sela doa untuk kesembuhannya…

Alhamdulillah, sampai pagi Luna bobo nyenyak sekali. Gak muntah lagi, dan gak demam… yess…:D

Memang masih agak lemes, tapi dia minta maem lagi. Mungkin laper karena malam sebelumnya perutnya bener-bener terkuras akibat muntah… yah, walo cuman sedikit, yg penting ada makanan masuk, hiburku dalam hati.

Mudah-mudahan untuk selanjutnya mereka baik-baik aja, no more sakit, sekalipun sakit, no more drugs dulu deh, kalo gak bener-bener perlu.

Mama loves all of you, tiga kurcaci…:)

Bicara perihal tekad kami untuk gak menyentuh obat-obatan lagi dan kalo bisa gak berurusan dengan dokter lagi, memang gak semudah yang dibayangkan. Kami, khususnya aku, setiap terserang sakit selalu mengandalkan obat. Aku paling gak betah berlama-lama sakit. Aku memang punya penyakit migrain yang sampai sekarang aku gak bisa atasi selain minum obat. Aku gak mau anak-anakku seperti ibunya…

Sakit sedikit aja, mereka langsung aku kasih obat yang memang aku sediain di kulkas. Kalo gak langsung lari ke dokter anak, yang bisa dipastikan mereka bakalan kasih puyer dan antibiotik, yang kalo dalam istilah kerennya itu pemberian obat irasional, yang artinya lagii obat yang mereka kasih itu gak rasional alias gak masuk akal alias gak penting!


Sekarang, kami sadar itu gak bener… gak semua sakit perlu obat.. pelan-pelan aku mulai mengajak teman-teman yang punya anak kecil untuk menjauhi obat, terutama untuk sakit golongan ringan… please, say no to puyer dan antibiotik!

Yah gak semudah yang dibayangin. Gak semudah yang dikatakan. Berkampanye melawan obat gak penting dan gak rasional untuk anak-anakku sama saja menabuh genderang perang melawan dokter-dokter langgananku selama ini. sama saja ketika aku mencoba memberitahu keluargaku,sepupu-sepupu dan adik-adik iparku, teman-teman dekatku yang selama ini begitu mendewakan dokter keren langganan merekaa yang obatnya sangat oke punya, yang sekali dua diminumkan langsung tokcer alias sembuh, yang selalu merequest antibiotik biar cepet sembuh, ahh sama saja bagai mencoba berenang melawan arus.

Kedewasaan emang dibutuhkan di sini. Gak lantas ciut lalu mundur hanya karena dapet tekanan kiri kanan atas bawah. Saya memang hanya ibu rumah tangga biasa yang ingin selalu memberikan yang terbaik buat anak-anak saya, menjauhkan mereka dari kemudharatan, dan menjaga mereka sebaik mungkin selama saya masih ada untuk mereka.

Saya gak ingin merusak hubungan baik dengan siapapun. Yang saya inginkan hanyalah berbagi dalam kebaikan. Sekali lagi, saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang ilmunya hanya seperti sebutir pasir di tengah padang pasir yang maha luas…:)

Tuesday, January 03, 2012

Mudah-mudahan Bukan Resolusi Basi


Tahun baru!

Kata mereka, ini saatnya membuat resolusi. Mengadakan evaluasi, introspeksi. Oh, salah ya. Introspeksi dan evaluasi dulu, baru resolusi. Hehehe.

Hmm. Oke, aku akan mencoba mengevaluasi pengalaman setahun terakhir ini. Dimulai dari bisnis. Ohoho, ngomongin bisnis, jangan lantas mengira aku dan suami punya  kerajaan bisnis looh. Bisnis kami kecil-kecilan saja. Warnet, perpustakaan mini dan kuliner kecil-kecilan. Kecil-kecilan semua. Sumpah…:D


Masih dikit yaa in shaa Allah pelan-pelan ditambah deh :)
Perpustakaan mini? Ya, ini didasarkan hobi kami berdua (mudah-mudahan ditiru oleh anak-anak kami juga) yaitu membaca. Buku yang kami punya memang gak terlalu banyak. Yaah, adalah kalo satu rak buku ukuran 1,5 x 3 m. Ada komik, novel, majalah, buku-buku sastra, agama, seni. Itupun dikumpulkan selama bertahun-tahun. Kalo ada kelebihan rejeki,kami pasti alokasikan ke buku. Investasi yang memaaaang gak seberapa mendatangkan keuntungan, tapi buat kami, itu harta paliiing berharga…


Lalu warnet. Alasan kami buka usaha warnet, adalah karena aku dan suami memang tinggal di kabupaten yang jauh dari ibukota, yang jauh dari pusat informasi. Naah karena kami bukan orang yang egois, selain untuk keperluan pribadi, layanan internet ini kami buka untuk umum pula. Yaah itung-itung berbagi kemudahan dalam menyerap informasi, dan yang pastinya hasil setiap harinya lumayan laah untuk membayar tagihan-tagihan termasuk tagihan Telkom Speedy untuk warnet mini kami, juga buat jajan anak-anak…


Kok warnet mini? Iyaa,memang mini. Cuma ada 5 unit komputer ditambah satu perangkat komputer server, tempat dimana aku duduk sekarang, ngisi blog-ku ini dengan coretan-coretan seorang ibu rumah tangga merangkap penjaga warnet dan 3 orang anak yang masih kecil-kecil (jiaaahh curcol niih judulnya). Warnet yang punya konsep cozy alias nyaman, gak terlalu sumpek dengan banyaknya unit komputer dan user, juga nyaman untuk remaja cewek karena privacynya terjaga. Oke gak tuuh? Ayo ayo ayoo berkunjung ke Cozy food, internet dan library….! Hehehe.

Next, kuliner. Hoho, jangan bayangin bisnis kuliner ini sekelas pemilik katering-katering untuk perusahaan-prusahaan lho yaa (tapi mohon doanya yaa biar kami bisa menuju ke sana). Bisnis kuliner ini hanya sebatas melayani pesanan teman-teman akan kue. Macem-macem sih. Ada puding, kue ultah, kue untuk hantaran lebaran, kue untuk takjil. Gak mahal kok. Untuk sekarang, harga memang bukan patokan penting buat kami. Sekedar dikenal dan disukai saja, sudah syukur alhamdulillah. Lagipula aku bisa sekalian menyalurkan hobi memasakku juga. Yaah gak jago-jago banget siih, tapi cukuplah bikin suami dan anak-anakku  mengelus perut dan berkata “enak, ma!” Ya iyalaah, kan mereka jarang jajan di luar, jadii kalo mamanya bikin yang aneh-aneh, langsung diacungin jempol deh… sst, padahal anak-anak plus suamiku itu secara gak sadar sudah jadi kelinci percobaan, nyobain resep-resep baruku!  hahaha… Suamiku tuh yang paling getol promosi. Gini nih kalo lagi promosi, “Bu, ini asli bikinan istri saya lhoo. Dijamin tanpa pengawet dan pemanis buatan. Pasti aman dikonsumsi anak-anak ibu dan keluarga deh… kalo rasa, jangan ditanya, maknyoss lah pokoknya…!”

Itu semua gak lepas dari kemudahan yang kami dapatkan dari internet. Mengapa internet? Mulai dari buku deh. Secara di kabupaten kami ini belum ada toko buku besar seperti di ibukota, maka jadilah kami beli buku secara online. Alhamdulillah, kami dianugerahi teman-teman hebat yang baik hati dari dunia maya yang tergabung dalam grup-grup facebook hebat semacam Ruang Tengah yang rela nyariin request buku dari kami. Daaan… taraaa… koleksi buku kami semakin banyaaak….:D

Truus kuliner. Iyaa doong kami butuh internet. Mulai dari browsing resep-resep masakan dan kue-kue sampe pemesanan dan pemasaran yang gak jarang pake internet. Alhamdulillah sejak suamiku  getol promosi di facebook, pesanan kue meningkat…;)

Next : warnet yang sudah berjalan 2 tahun. Alhamdulillah, belum ada kendala berarti dari jaringan internet kami, kecuali diawal-awal pemasangan.  Susahnyaa minta ampun waktu ngajuin pemasangan jaringan telepon baru! Kalo dihitung-hitung,ada lebih dari 20 kali kami berkunjung ke kantor Telkom, sampai petugasnya bosen  liat wajah kami. hahaha… Pak Telkom, mbok ya besok-besok kalo ada yang mau pasang jaringan telepon dan internet jangan dipersulit doong, kan demi kemajuan negri jugaa…;)

Tapi itu semua memang belum terlaksana secara maksimal. Suamiku masih nyambi bekerja di perusahaan pertambangan batubara, yaah hitung-hitung nambah-nambah uang belanja dapur. Aku pun masih direpotkan mengurusi ketiga kurcaci cilikku di rumah. Belum bisa full time mengurusi usaha. Mungkin tahun depan? Atau malah tahun baru ini kami bisa mulai melangkah maksimal? Entahlah. Mudah-mudahan. Insyaa Allah.

Lalu apa resolusiku untuk tahun yang baru ini? Bisa dipastikan. Ketiga  bisnis kecil-kecilan tadi bisa pelan-pelan merangkak maju dan terus maju, menjadi lebih besar dan lebih besar lagi… dan tentunya semua gak bisa lepas dari dukungan Telkom Speedy yang sudah 2 tahun ini menemani sepak terjang bisnis kami (jangan sering-sering lemot yaa Pak Speedy… Gak ada lagi lho yaa notifikasi ‘server not found’ atau ‘unable to connect’ kalo pas mendung atau hujan, becek gak ada ojeek…hihihi). Semoga gak ada kendala yang terlalu berarti. Dan tentunya  gak ada halangan yang terlalu sulit untuk dihadapi. Semangaaat!!!

Allahumma aamiin… Doakan kamiii……!!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...