Tuesday, January 03, 2012

Mudah-mudahan Bukan Resolusi Basi


Tahun baru!

Kata mereka, ini saatnya membuat resolusi. Mengadakan evaluasi, introspeksi. Oh, salah ya. Introspeksi dan evaluasi dulu, baru resolusi. Hehehe.

Hmm. Oke, aku akan mencoba mengevaluasi pengalaman setahun terakhir ini. Dimulai dari bisnis. Ohoho, ngomongin bisnis, jangan lantas mengira aku dan suami punya  kerajaan bisnis looh. Bisnis kami kecil-kecilan saja. Warnet, perpustakaan mini dan kuliner kecil-kecilan. Kecil-kecilan semua. Sumpah…:D


Masih dikit yaa in shaa Allah pelan-pelan ditambah deh :)
Perpustakaan mini? Ya, ini didasarkan hobi kami berdua (mudah-mudahan ditiru oleh anak-anak kami juga) yaitu membaca. Buku yang kami punya memang gak terlalu banyak. Yaah, adalah kalo satu rak buku ukuran 1,5 x 3 m. Ada komik, novel, majalah, buku-buku sastra, agama, seni. Itupun dikumpulkan selama bertahun-tahun. Kalo ada kelebihan rejeki,kami pasti alokasikan ke buku. Investasi yang memaaaang gak seberapa mendatangkan keuntungan, tapi buat kami, itu harta paliiing berharga…


Lalu warnet. Alasan kami buka usaha warnet, adalah karena aku dan suami memang tinggal di kabupaten yang jauh dari ibukota, yang jauh dari pusat informasi. Naah karena kami bukan orang yang egois, selain untuk keperluan pribadi, layanan internet ini kami buka untuk umum pula. Yaah itung-itung berbagi kemudahan dalam menyerap informasi, dan yang pastinya hasil setiap harinya lumayan laah untuk membayar tagihan-tagihan termasuk tagihan Telkom Speedy untuk warnet mini kami, juga buat jajan anak-anak…


Kok warnet mini? Iyaa,memang mini. Cuma ada 5 unit komputer ditambah satu perangkat komputer server, tempat dimana aku duduk sekarang, ngisi blog-ku ini dengan coretan-coretan seorang ibu rumah tangga merangkap penjaga warnet dan 3 orang anak yang masih kecil-kecil (jiaaahh curcol niih judulnya). Warnet yang punya konsep cozy alias nyaman, gak terlalu sumpek dengan banyaknya unit komputer dan user, juga nyaman untuk remaja cewek karena privacynya terjaga. Oke gak tuuh? Ayo ayo ayoo berkunjung ke Cozy food, internet dan library….! Hehehe.

Next, kuliner. Hoho, jangan bayangin bisnis kuliner ini sekelas pemilik katering-katering untuk perusahaan-prusahaan lho yaa (tapi mohon doanya yaa biar kami bisa menuju ke sana). Bisnis kuliner ini hanya sebatas melayani pesanan teman-teman akan kue. Macem-macem sih. Ada puding, kue ultah, kue untuk hantaran lebaran, kue untuk takjil. Gak mahal kok. Untuk sekarang, harga memang bukan patokan penting buat kami. Sekedar dikenal dan disukai saja, sudah syukur alhamdulillah. Lagipula aku bisa sekalian menyalurkan hobi memasakku juga. Yaah gak jago-jago banget siih, tapi cukuplah bikin suami dan anak-anakku  mengelus perut dan berkata “enak, ma!” Ya iyalaah, kan mereka jarang jajan di luar, jadii kalo mamanya bikin yang aneh-aneh, langsung diacungin jempol deh… sst, padahal anak-anak plus suamiku itu secara gak sadar sudah jadi kelinci percobaan, nyobain resep-resep baruku!  hahaha… Suamiku tuh yang paling getol promosi. Gini nih kalo lagi promosi, “Bu, ini asli bikinan istri saya lhoo. Dijamin tanpa pengawet dan pemanis buatan. Pasti aman dikonsumsi anak-anak ibu dan keluarga deh… kalo rasa, jangan ditanya, maknyoss lah pokoknya…!”

Itu semua gak lepas dari kemudahan yang kami dapatkan dari internet. Mengapa internet? Mulai dari buku deh. Secara di kabupaten kami ini belum ada toko buku besar seperti di ibukota, maka jadilah kami beli buku secara online. Alhamdulillah, kami dianugerahi teman-teman hebat yang baik hati dari dunia maya yang tergabung dalam grup-grup facebook hebat semacam Ruang Tengah yang rela nyariin request buku dari kami. Daaan… taraaa… koleksi buku kami semakin banyaaak….:D

Truus kuliner. Iyaa doong kami butuh internet. Mulai dari browsing resep-resep masakan dan kue-kue sampe pemesanan dan pemasaran yang gak jarang pake internet. Alhamdulillah sejak suamiku  getol promosi di facebook, pesanan kue meningkat…;)

Next : warnet yang sudah berjalan 2 tahun. Alhamdulillah, belum ada kendala berarti dari jaringan internet kami, kecuali diawal-awal pemasangan.  Susahnyaa minta ampun waktu ngajuin pemasangan jaringan telepon baru! Kalo dihitung-hitung,ada lebih dari 20 kali kami berkunjung ke kantor Telkom, sampai petugasnya bosen  liat wajah kami. hahaha… Pak Telkom, mbok ya besok-besok kalo ada yang mau pasang jaringan telepon dan internet jangan dipersulit doong, kan demi kemajuan negri jugaa…;)

Tapi itu semua memang belum terlaksana secara maksimal. Suamiku masih nyambi bekerja di perusahaan pertambangan batubara, yaah hitung-hitung nambah-nambah uang belanja dapur. Aku pun masih direpotkan mengurusi ketiga kurcaci cilikku di rumah. Belum bisa full time mengurusi usaha. Mungkin tahun depan? Atau malah tahun baru ini kami bisa mulai melangkah maksimal? Entahlah. Mudah-mudahan. Insyaa Allah.

Lalu apa resolusiku untuk tahun yang baru ini? Bisa dipastikan. Ketiga  bisnis kecil-kecilan tadi bisa pelan-pelan merangkak maju dan terus maju, menjadi lebih besar dan lebih besar lagi… dan tentunya semua gak bisa lepas dari dukungan Telkom Speedy yang sudah 2 tahun ini menemani sepak terjang bisnis kami (jangan sering-sering lemot yaa Pak Speedy… Gak ada lagi lho yaa notifikasi ‘server not found’ atau ‘unable to connect’ kalo pas mendung atau hujan, becek gak ada ojeek…hihihi). Semoga gak ada kendala yang terlalu berarti. Dan tentunya  gak ada halangan yang terlalu sulit untuk dihadapi. Semangaaat!!!

Allahumma aamiin… Doakan kamiii……!!!

6 comments:

  1. amiiiiin, semoga segera terwujud bisnis warnetnya, kafe cozinya, smua-muanya deh ji.
    btw tulisan puji, asek, kriuk kriuk deh, bacanya jadi pengen nyobain kue-kuenya and masakan nya yang aneh-aneh. secara gw ga bisa masak, jadi lo suguhin apa aja pasti gw akan terkaget2 hahahah
    Ganbatte ji, moga menang amiiin

    ReplyDelete
  2. wah wah wahhh... ini baruuu resolusi mama hebattt!!!! heheheeheeee

    mama Jinggaaa, visit punyaku juga dooonkkk... ternyata samaan kitah!! hehehehe.... ^_^
    http://arientw.blogspot.com/2011/12/resolusi-2012-membaca-dan-minum-cokelat.html

    ReplyDelete
  3. allahumma aamiin...
    makasi ya Wiind. pokoknya niih kalo kamu bertandang ke cozy dijamin dimasakin deeeh... mau apa? tiramisu? puding? soto banjar? hayuk...:)

    ReplyDelete
  4. mbak Arin, wahh huibaaattt... segera ke tekape deeh.....:)
    hayo beresolusi dan berevolusi *niru Windi*...

    ReplyDelete
  5. gudluck ya sayang,pokoke abg mendukung selalu asal itu berbau kebaikan & memberi inspirasi bagi sesama.terus satu lagi jangan pernah menyerah untuk menulis meski terkadang kita pernah kehabisan kata-kata,mandeg dalam ide atau badmood dlm mengejawantahkan pikiran merangsek masuk kedalam sebuah karya tulis (hazaaah,kayak abgny tau aja...hehehehehehe!)trus apalagi ya...,oiya satu lagi aja deh nambah,adalah sering-seringlah sodorin itu karya kepada orang-orang diluar ade,maksudnya orang yg tak dikenal tapi berkompeten dlm bidang tulis-menulis...jgn orang yg berkompeten dlm bidang tarik suara ya sayang................:P
    at least,keep writing and think istriku.....[love dng huruf kecil]

    ReplyDelete
  6. wooww terkesima membaca komen penuh apresiasi dan dukungan respect abangkuu...
    insyaAllah ya sayang, ade akan coba terus mengejawantahkan suara-suara di kepala menjadi racauan di monitor.
    just need your arms (buat mijetin kalo pegel)...hiahaha...
    *tapi kenapa love'nya ama huruf kecil, bukan ama ade...huaahuaa...TT_TT*

    ReplyDelete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...