Saturday, January 07, 2012

waktu kakak luna sakit (lagi)

Luna sakit lagi! Hiks…:’(


Padahal baru 3 hari yang lalu demamnya reda. Mulai bawel dan doyan makan lagi. Aku sudah senang saja, secarra Luna sembuh demam tanpa obat-obatan apapun, kecuali ramuan air hangat campur madu atau teh hangat campur madu, juga baluran minyak kayuputih dan bawang merah parut di sekujur tubuhnya.

Kemarin, dia seperti males-malesan bangun. Pengen rebahan terus, di depan televisi, nonton film kartun, gak lama kemudian tertidur. Selalu begitu. Aku mengerutkan dahi. Kuraba dahinya, gak demam. Tapi badannya lemas. Kubangunkan, dia hanya merintih, “ngantuk, mamaaaa…” rengeknya.

Deg… ada yang gak beres nih.

“Luna mau maem apa, sayang?” tanyaku suatu ketika dia terjaga. Gelengan kepalanya sudah cukup membuatku menyimpulkan, ada yang gak beres pada tubuhnya.

Malamnya dia tidur hnya berbekal beberapa sendok nasi dan segelas air putih. Aku sedikit tenang karena dia gak begitu rewel. Selang beberapa jam kemudian, terdengar suara kecilnya. “maa…” lalu “hueekkk….!” Ya Allah, anakku muntah… secepat kilat kugendong anak balitaku itu berlari menuju kamar mandi. Di situ dia meneruskan muntahnya, habis, habis seisi perutnya…:(

Lemes, gak bisa bersuara lagi, kugendong anak perempuanku itu balik ke kamar. Setelah kuseka wajahnya, kubalur lagi seluruh tubuhnya dengan minyak kayu putih campur parutan bawang, sambil kupijat sesekali.
Sejauh ini dia memang belum demam. Tapi lemasnya bikin aku gelisah. Kubuatkan teh yang agak tua untuknya, lalu kuberi madu, dan kuminumkan pelan-pelan padanya. 

Ya  Allah, sepertinya ini benar-benar ujian untuk kami yang memang bertekad gak mau kasih obat apapun untuk anak-anak, kalau memang gak perlu banget. Padahal di kulkas masih ada sediaan obat anti muntah milik Luna bekas dia sakit 3 bulan lalu. Lupakan… lupakan obat itu, Luna gak butuh obat apapun, sugesti itu terus kubisikkan dalam hati di sela-sela doa untuk kesembuhannya…

Alhamdulillah, sampai pagi Luna bobo nyenyak sekali. Gak muntah lagi, dan gak demam… yess…:D

Memang masih agak lemes, tapi dia minta maem lagi. Mungkin laper karena malam sebelumnya perutnya bener-bener terkuras akibat muntah… yah, walo cuman sedikit, yg penting ada makanan masuk, hiburku dalam hati.

Mudah-mudahan untuk selanjutnya mereka baik-baik aja, no more sakit, sekalipun sakit, no more drugs dulu deh, kalo gak bener-bener perlu.

Mama loves all of you, tiga kurcaci…:)

Bicara perihal tekad kami untuk gak menyentuh obat-obatan lagi dan kalo bisa gak berurusan dengan dokter lagi, memang gak semudah yang dibayangkan. Kami, khususnya aku, setiap terserang sakit selalu mengandalkan obat. Aku paling gak betah berlama-lama sakit. Aku memang punya penyakit migrain yang sampai sekarang aku gak bisa atasi selain minum obat. Aku gak mau anak-anakku seperti ibunya…

Sakit sedikit aja, mereka langsung aku kasih obat yang memang aku sediain di kulkas. Kalo gak langsung lari ke dokter anak, yang bisa dipastikan mereka bakalan kasih puyer dan antibiotik, yang kalo dalam istilah kerennya itu pemberian obat irasional, yang artinya lagii obat yang mereka kasih itu gak rasional alias gak masuk akal alias gak penting!


Sekarang, kami sadar itu gak bener… gak semua sakit perlu obat.. pelan-pelan aku mulai mengajak teman-teman yang punya anak kecil untuk menjauhi obat, terutama untuk sakit golongan ringan… please, say no to puyer dan antibiotik!

Yah gak semudah yang dibayangin. Gak semudah yang dikatakan. Berkampanye melawan obat gak penting dan gak rasional untuk anak-anakku sama saja menabuh genderang perang melawan dokter-dokter langgananku selama ini. sama saja ketika aku mencoba memberitahu keluargaku,sepupu-sepupu dan adik-adik iparku, teman-teman dekatku yang selama ini begitu mendewakan dokter keren langganan merekaa yang obatnya sangat oke punya, yang sekali dua diminumkan langsung tokcer alias sembuh, yang selalu merequest antibiotik biar cepet sembuh, ahh sama saja bagai mencoba berenang melawan arus.

Kedewasaan emang dibutuhkan di sini. Gak lantas ciut lalu mundur hanya karena dapet tekanan kiri kanan atas bawah. Saya memang hanya ibu rumah tangga biasa yang ingin selalu memberikan yang terbaik buat anak-anak saya, menjauhkan mereka dari kemudharatan, dan menjaga mereka sebaik mungkin selama saya masih ada untuk mereka.

Saya gak ingin merusak hubungan baik dengan siapapun. Yang saya inginkan hanyalah berbagi dalam kebaikan. Sekali lagi, saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang ilmunya hanya seperti sebutir pasir di tengah padang pasir yang maha luas…:)

4 comments:

  1. Wah ji, punya migren jg ternyata, sama dong ( bangga lagi), kata dokter ku nih ada beberapa makanan yg hrs dihindari ji kalo punya penyakit itu.tp tiap org berbeda2.kalo aku pantangannya, coklat,cumi2,kerang,kepiting,pisang. Kalo ga dimakan insyaAllah ga kumat.tp siapa yg kuat, itu kan makan favorit ku semua :(( .jd cari tau ji makanan pantangan km apa

    ReplyDelete
  2. iyah nih Wind, aku udah kayak junkiest aja nih, ngobat mulu, soale kalo dibiarin (kalo pas boring minum obat) bakalan tambah sakit...
    btw utk ngecek itu harus priksa ke dokter spesialis kah Wind? spesialis apa Wind?

    ReplyDelete
  3. semoga Kak Luna selalu sehat. Aamiin..

    -River--

    ReplyDelete
  4. makasih adik River... mudah2an adik River juga sll sehat dan sll dlm lindungan Allah yaa...:)

    ReplyDelete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...