Tuesday, May 29, 2012

Biasanya yang seperti ini mudah menguap.
Apalagi setelah semalaman mengembun, ditambah sengat matahari di hampir puncak siang.
Entah kenapa masih mengendap. Pertanyaan tanpa jawab. Tanpa sesiapapun bisa memberi jawab.
Tentang ini yang membuat sengat siang tak berhasil memantik gairah untuk mensyukuri seperti biasa.

ketika aku lupa, maka ingatkan aku



Ada beberapa hal yang tidak, ah, maksudku belum bisa kumengerti.
Mungkin aku pernah ada di dalamnya, namun aku sudah lupa seperti apa rasanya.

Ketika orang-orang sibuk mengamati angka-angka di penanggalan.
Ketika orang-orang panik dengan jarum jam yang terus bergerak.
Ketika angka bermata uang bisa begitu berkuasa menciutkan nurani.

Adalah ketika lupa darimana asalnya oksigen di paru-paru.
Adalah ketika bisa mendengar namun lupa bagaimana caranya peduli.
Adalah ketika lupa cara memeluk merayu dan mendengarkan detak jantung orang yang menyayangi.
Ketika lupa kapan terakhir berucap cinta dan terimakasih kepada pasangan.

Dan ketika aku lupa, maka tolong ingatkanlah aku....



فَتَبَسَّمَ ضَا حِكًا  مِنْ قَوْ لِهاَ وَقَالَ رَبِ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَ شْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَصَلِحًا تَرْ 
ضَىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِباَ دِكَ الصَّلِحِيْنَ.




Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". 
(An-Naml-19)





gambar diambil dari sini

Friday, May 25, 2012

Pempek ala-KU :)


Oke, jadi ceritanya lagi 'rajin' posting resep (kenapa gak dari kemaren-kemareeeennn?!!)

Ini, pempek favorit keluargaku.
Emaknya jarang bikin, secara ikan tenggiri-nya susah dicari (lagi mehel Ciin)...
2 hari lalu si kakak request. Baru kemaren bisa bikin.
Itu pun belinya cuman 1/2 kg ikan...
Alhamdulillah, enaaakk...!!!
:)

Ini dia resepnya :

Bahan :
-500 gr ikan tenggiri, haluskan
-350 gr tepung kanji
-1 butir telur
-1 bungkus kaldu ayam bubuk
-1 sdt garam (secukupnya)
-air es secukupnya
-5 siung bawang putih, haluskan
-daun bawang cincang
-telur kocok untuk isian pempek kapal selam

Kuah :
-500 mL air
-Gula pasir
-Gula merah kualitas bagus
-air asam jawa
-5 siung bawang putih, haluskan bersama
-cabe secukupnya

Taburan :
-Timun cincang
-ebi halus (saya gak pake)

Cara :
Campur dan uleni bahan pempek sampai kalis, bentuk panjang (untuk lenjer) dan isi telur (untuk kapal selam). Untuk pempek kapal selam, buat bulat-bulat dulu, baru lubangi tengahnya lalu tuang telur kocok pakai gelas ukur (agar saat menuang gak kena kulit atasnya yang bisa bikin pempek gak bisa ditutup).
Rebus air, saat medidih masukkan pempek, tunggu sampai mengapung pertanda matang.

Kuah:
Rebus bahan kuah sampai mendidih.

Penyajian :
Goreng pempek, beri kuah dan taburan.
Sajikan saat masih hangat.
Untuk pempek yang belum digoreng, saya masukin kulkas.

Banana Cake ala KU :)


Ceritanya laper.
Tengok meja, stoples kosong semua..
Lari ke dapur, adanya cuma pisang, tepung, telur ama sedikit margarine. Oke kids, kita bikin banana cake yaa. Gak pake nyontek resep.  Soalnya bahannya seadanya bangeettt…
And this is it. Empuk. Gak bantet at all #halahh.. :D

Okelah, resepnya sih ngarang gitu. Tapi InsyaAllah, suksess…
:)

 

Bahan :
4 buah telur
150 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1 sdt garam
50 gr margarine, lelehkan
2 buah pisang ambon, haluskan
½ sdt vanili cair
200 gr tepung terigu + ½ sdt baking powder, ayak

Cara:
Mixer telur dan gula sampai setengah mengembang. Masukkan emulsifier, garam, dan vanilli.
Terus mixer sampai putih pucat dan adonan berjejak.
Masukkan tepung, bergantian dengan pisang.
Terakhir, masukkan margarine leleh.
Tuang ke loyang tulban/bolong tengah ukuran sedang.

Panggang di oven dengan suhu 180 derajat C selama 40-45 menit. 

Gak pake nunggu besoknya, itu piring langsung licin tadas (lebay)...:D

Kleponnya Budhe Tante Beta


Klepon.
Hari itu salah satu teman di BBM-ku pake display picture kue bernuansa Ramadhan itu. Tanpa pikir panjang, jempolku langsung beraksi, bertanya GIMANA CARANYA BIKIN TU KLEPON, secara di kotaku aku gak pernah (a.k.a rada sangat susah) menemukan kue itu kecuali di bulan Ramadhan.

Si Budhe Tante Beta Al Chasana dengan murah hatinya membagi resep andalannya ini. Lengkap dengan step by step foto prosesnya Ciin!!!

Oke cekidot yee....

Bahan kulit :
250 gr tepung ketan
1 sdm tepung terigu
Setengah sdt vanili bubuk
Pasta pandan secukupnya
Air hangat
1/2 sdt garam

Bahan isi:
Gula merah sisir

Kelapa parut, kukus, beri garam sedikit

Cara :

Taruh tepung ketan, garam dan vanili di baskom, lalu (kata BT Beta) di-pyur-pyur biar tercampur rata.
Masukkan pasta pandan, air hangat, lalu uleni sampai kalis. Kalau masih agak kasar, masukin air sedikit lagi sampe agak lembek, tapi bisa diuleni.

Kalo sudah ambil sejumput pipihkan ditangan, isi dengan gula merah sisir, lalu pulung sampai rapi, jangan sampai gulanya berantakan nanti meletus.

Didihkan air lalu cemplungkan bola2 klepon kedalamnya dan tunggu sampai mengapung, tanda udah matang, tiriskan. Langsung gulingkan ke kelapa parut sampai rata.

Tarraaa...
Dan inilah penampakannya...:D


Friday, May 04, 2012

3 Mei - mu Una-ku...



Lubna Safira Maynaura

Mengeja namamu, memandang parasmu, menikmati ceriamu, tak habis alasan untuk berhenti bertasbih memuja Allah akan kesempurnaan maha karyaNya, Nak..
Pagi ini, lagi, semesta bertasbih untukmu.
Oksigen yang sudah 1460 fajar ini kau hirup untuk mengisi rongga hidupmu.
Ceria terus, Nak. Sehat. Teruslah bercita. Tangguk bahagia. 
Semai senyum dan tawamu..
Doa dan tasbih menyertai helaan nafas dan ayunan langkahmu.Selalu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...