Wednesday, July 25, 2012


Kepalaku seperti dihantam kesadaran demi kesadaran yang sepertinya datang terlambat
Terdiam hingga mengecil di tumpukan roletto yang berisik di sekelilingku, mencari celah pembenaran dan kata-kata penghibur sok maklum namun omongkosong
Aku yang salah
Aku yang salah
Aku yang salah
Aku tak bisa mengembalikan yang sudah retak, aku tak mampu lagi mengukir senyum palsu
Aku sudah terlampau menyakiti sekelilingku, aku lah yang membuatmu seperti ini, aku lah yang menitikkan nila ke dalam susu, aku lah pencipta badai ini.
Aku palsu, ya aku palsu.
Dan aku sendiri pun tak tahu siapa.
Siapa sebenarnya diriku. Yang kutahu adalah aku palsu. Entah, bagian mana yang palsu. Bagian yang busuk, atau bagian yang munafik.

Ya, begitulah.

2 comments:

  1. Fiksi kah ini mak? tulisannya bagus. *kunjungan pertama nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. puisi pas lagi bengong mak, hehe..makasih yaa udah berkunjung...sayah akan segera berkunjung balik setelah pesan-pesan berikuttt...:D

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...