Tuesday, December 11, 2012

takut...


Hey kau, suamiku..

Tahukah kau, kalau kau sedang jauh seperti ini (workshop mirip film transformers itu aku anggap jauh karena kalau ke sana mesti naik motor gak kurang dari 30 menit), kadang aku begitu takut.

Takut?

Ya, takut. Takut kematian memisahkan kita. Aku yang mati lebih dulu, atau yang lebih menakutkan, kau yang mati lebih dulu.


Kau pernah bilang, “yang mati mah enak, pergi duluan, nah yang ditinggal?”

Entah mengapa aku begitu takut perpisahan. Aku takut bersedih. Aku takut kehilangan. Merasakan kehilangan itu tak enak.

Aku juga takut kalau kau mati lebih dulu, kau belum memaafkanku. Memaafkan semua kesalahanku.
Seperti pagi ini, aku mengantarkanmu di pintu rumah dengan wajah manyun. Kenapa manyun? Hmm, hanya kita berdua yang tahu, hehe..

Setelah bis besar itu membawamu, aku disergap takut. Takut kau tak memaafkanku atas kesalahanku tadi pagi, dan juga kesalahan-kesalahanku yang kemarin-kemarin. Aku terlalu sering melukaimu.

Ah, aku memang penakut.

Hujan deras saja aku takut. Gelap, aku juga takut. HP lowbat, juga bikin takut. Kalau-kalau kau menelepon dan aku tidak aktif, padahal kau butuh aku.

Mendengar sirene mobil pemadam kebakaran, aku takut. Sirene ambulans, mobil jenazah, juga bikin takut. Suara bantingan, takut juga.

Dasar penakut…:’(

Jadi, maafkanlah aku yang penakut ini, suamiku.

2 comments:

  1. sy juga suka merasakan ketakutan spt itu, sp skrg malah.. cuma faktor U juga kali ya (jd berasa tua.. hehee) kalo dulu sy seringkali mengungkapkan ketakutan sy ke suami.. Kl skrg lebih pasrah aja, walopun dlm hati sih masih takut..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi..jangan sebut faktor U itu Umur ya mbak, tapi Unyu-unyu...waaoow...:D
      kadang mau menyampaikan rasa takut itu berasa gimanaa gt, dikira lebay lagi :) makanya itulah gunanya blog ya mbak, bisa curcol sepuas hatiii...:D

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...