Monday, December 10, 2012

Yang Hidup Pasti Mati , Jangan Kucilkan Mereka!


Siang ini saya ‘disentak’ oleh sebuah kejadian. Awalnya saya iseng buka-buka recent updates teman-teman di list smartphone. Perhatian saya tersita oleh sebuah DP teman saya yang menampilkan korban sebuah kecelakaan. Cepat saya buka profilnya, dan di situ tertulis status “Kecelakaan Di Simpang Empat Tugu Obor Mabu’un Tanjung Tabalong—korban wanita”.


 Spontan saya tanya ke teman saya itu, “Kapan kejadiannya An?” Sebentar kemudian dia menjawab “tadi siang, Ji, jam 10.30 an…” Innalillahi wainna ilayhi roji’un… Saya kaget sekali. Bukan karena kecelakaan itu menyebabkan si korban –maaf- kepalanya pecah terlindas truk, namun karena tadi jam 10an saya berfikir untuk membawa anak-anak saya mengambil hadiah di kantor dirjen pajak, dan lokasi kantor dirjen pajak itu dekat sekali dengan lokasi kejadian! 

Ya, semalam saya iseng ikut mengisi kuisioner di stand pameran Dirjen Pajak, setelah itu langsung pulang karena anak-anak mendadak rewel. Jadilah saya dan suami saya segera pulang. Setiba di rumah, saya dapat telepon dari panitia pameran, saya dapat hadiah. Lalu saya jawab, gak bisa ambil saat itu juga karena anak-anak saya udah pada tidur. Mereka bilang, gak apa-apa, besok saja diambil di kantor dirjen pajak Mabu’un.

Tadi pagi, saya memang mengajak anak-anak belanja ke pasar, tapi dekat. Sepulangnya dari pasar, saya baru teringat, saya kan belum ambil hadiah ke kantor dirjen pajak? Sayang aja, dapat rejeki kok ditolak, batin saya. Entah kenapa Jingga, si bungsu, merengek minta disusui. Saya turuti saja, eh malah ketiduran dia. Jadilah saya stay di rumah, gak jadi pergi. Gak lama setelah itu, saya lihat DP teman saya itu. Lemaslah saya. Langsung saya peluk kedua anak saya.

Saya memang gak terlalu berani mengendarai motor ke tempat yang agak jauh dengan membawa anak-anak, kecuali kalau ada ayahnya. Semalam memang ayah sudah bilang, kalau mau diambil hadiahnya, besok saja. Tapi Allah berkehendak lain, saya dan anak-anak gak jadi ambil hadiah. Saat itulah kecelakaan hebat itu terjadi.

Ya, Allah lah Sang Maha Berkehendak. Termasuk takdir kita, mana bisa kita menolak apa yang telah digariskanNya? Kelahiran, jodoh, rezeki, termasuk kematian.

Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel menarik perihal penyakit mematikan bernama AIDS. Ya, lagi-lagi perihal kematian. Perihal ODHA. Perihal betapa banyak dari mereka yang dikucilkan masyarakat akibat apa yang mereka derita itu. Perihal diskriminasi yang dilakukan oleh kalangan medis. Padahal mereka gak minta diberi musibah sakit mematikan ini. Bermimpi menderita AIDS pun tak pernah… Padahal kalau kita mau berpikir sedikit saja, tanpa HIV AIDS pun kita pasti mati kan? Sama seperti kejadian pagi ini di Tugu Obor Mabu'un.

Teringat lagi obrolan bersama suami saya beberapa waktu yang lalu. Bahwa tidak ada kejadian sekecil apapun itu tanpa seizin Allah, Sang Pemilik Kehidupan. Suamiku berkata "Yang hidup, pasti kelak mati, and that's the rule of life, dek...".

Selama ini, masyarakat menilai HIV AIDS terjangkit melalui hubungan seks bebas, melalui jarum suntik narkoba. Ya, senista itu rupanya penilaian masyarakat. Sebelum saya tahu pun, saya menilai seperti itu, astaghfirullah. Padahal yang sebenarnya terjadi,belum tentu mereka terjangkit melalui jalan itu. Bisa saja seorang bayi tertular dari ibunya sejak dari dalam kandungan lalu menjalani proses menyusui. Bisa saja tertular melalui proses transfusi darah yang kurang steril. Bisa saja istri tertular dari suami melalui cairan sperma.

http://www.odhaberhaksehat.org/2012/kontes-menulis-odha-berhak-sehat-1/

Itupun tak semudah itu virus HIV menular. Virus HIV hanya bisa ditularkan jika memenuhi empat hal. Pertama jalan keluar virus ; virus yang hidup ; kandungan virus yang cukup untuk menginkubasi ; serta adanya jalur masuk virus ke tubuh seseorang. HIV hanya bisa menular jika empat prinsip ini dipenuhi semua dan tidak bisa menular jika hanya salah satu atau sebagian prinsip terpenuhi (dikutip dari http://duniarahimbunda.blogspot.com/2012/12/odha-berhak-sehat-jangan-hakimi-mereka.html).

Ya, saya gak bisa menyalahkan ketika masyarakat menghakimi mereka para ODHA, karena minimnya pengetahuan mereka akan hal ini. Di sinilah sebenarnya fungsi paramedis, memasyarakatkan pengetahuan perihal penularan HIV. Bahwa sebenarnya mereka pun berhak hidup normal di tengah-tengah masyarakat, melakukan aktivitas senormal masyarakat pada umumnya ; bekerja, sekolah, beribadah, kegiatan sosial seperti arisan dan lain-lain. 

Ya, saya yakin tak ada sesuatu apapun bisa terjadi, kecuali dengan seizin-Nya. Pun dengan obat yang kelak pasti ditemukan untuk membasmi HIV AIDS ini. InsyaAllah.

Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah  dia berkata bahwa Nabi  bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Mas’ud , bahwa Rasulullah  bersabda:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ
“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan hadits ini dalam Zawa`id-nya. Lihat takhrij Al-Arnauth atas Zadul Ma’ad, 4/12-13)

Dan untuk mereka saudara saudariku penderita AIDS, saya hanya bisa menyampaikan simpati, empati dan doa agar mereka diberi ketabahan dan kekuatan dalam menjalani ujian Allah ini.

Sebagai seorang muslim bukankah kita harus selalu berbaik sangka kepada Allah,  dan selalu menyadari bahwa Allah  akan memberikan pahala dan ampunan dari dosa dan kesalahannya,  manakala dia sabar ketika musibah itu menimpa padanya. 

مَا يُصِيْبَ الْمُسْلِمُ مِنْ نَصْبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذَى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةَ يُشَاكِهَا إِلَّا كَفَرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah menimpa seorang muslim satu kelelahan, kesakitan, kesusahan, kesedihan, gangguan dan gundah gulana sampai terkena duri, maka itu semua menjadi penghapus dari dosa dan kesalahannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ya, berbaik sangka kepada Allah, bahwasanya tak ada ujian yang diturunkanNya melebihi kemampuan kita dalam menanggungnya…

Dan untuk korban kecelakaan di Tugu Obor Mabu’un pagi ini, saya hanya bisa membisikkan doa untukmu…

Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka
:’(

Gambar dipinjam dari sini dan dari sini

4 comments:

  1. Subhanallah... Tulisan yg bagus bngt mba puji.. Bener bngt yg mba bilang, smua yg hidup pasti akan mati, dengan atau tnpa terkena HIV AIDS, cepat atau lambat kita smua pasti akan mati. Jarak kita dngn kematian itu hanya sejengkal..
    Dan doa penutup td sungguh sngat menyentuh hati mba..sampe berkaca-kaca #mudahan aja ga sampe pecah yaa :P
    4 jempol buat mba puji... Keyeeennnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tante mommi, hari ini terus-terusan dihantui pikiran perihal kematian (telat yaak). begitu dekatnya kita dengan kematian. kita gak pernah tahu kapan dia datang...
      mudah2an di sisa usia kita ini bisa lebih mendekatkan diri kepada Nya ya, agar kelak ketika kita menghadapNya kita sudah siap...aamiin...:) makasih udah mampir dimari yaa ekaa...

      Delete
  2. Alhamdulillah terhindar dr kecelakaan itu ya ji. Memang hanya Allah yg maha kehendak. Kita manusia ga berhak menghakimi siapapun trmasuk ODHA. Setuju banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Wind, Allah memang The Best Creator ya...:)

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...