Thursday, June 27, 2013

tentang sebuah pesan



Hanya teramat sedikit&sedikit sekali,orang mampu menghadapi hidup ini dengan gagah berani.

Kegagahan tak harus menampakkan otot kekar,wajah sangar ataupun suara menggelegar.
Keberanian tak mesti ditunjukkan di medan pertempuran atau jadi pahlawan.


Karena, ternyata aturan keberanian dalam hidup ini sangat sederhana:


HADAPI SAJA DENGAN SENYUMAN DI BIBIR,KESEDERHANAAN BERPIKIR & KEGEMBIRAAN DALAM DZIKIR


Bukankah hidup ini tak lebih dari sebuah permainan; yang gag perlu diselesaikan dengan menang atau kalah?
Menikmati setiap jengkal permainan jauh lebih berharga ketimbang kemenangan itu sendiri.
Karenanya, tak banyak guna bersenang-senang bila dalam diri masih ada berlembar-lembar ketakutan.
Sia-sia bahak tawa sedangkan hati resah penuh keinginan.
Mari jalani hidup ini dengan kegembiraan seutuhnya.
Saat kita berani menghadapinya, kita temukan bahwa hidup ini indah...
(anonymous)

~7 Agustus 2009~

gambar dipinjam dari sini


Wednesday, June 26, 2013

Kembar Yang Bukan Kembar :D


Lubna dan Jingga. Kedua gadisku itu sudah semakin besar. Dengan usia terpaut 2 tahun 6 bulan, tinggi badan dan ukuran tubuh mereka nyaris sama, selain garis wajah yang mirip (katanya orang lho), ini dibuktikan dengan sudah entah keberapa kalinya orang yang baru bertemu mereka bertanya “Ini kembar ya pak/bu?”

besarnya hampir sama!

Tinggi badan Jingga sudah sekuping kakak Lubna!

Tuesday, June 25, 2013

Antara Mamaknya Si Rama dan Buang Sial di Eropa



Akhir-akhir ini agak malas jalan pagi, nak. Mungkin karena dipicu kebiasaan mama dan ayah yang hobi begadang, ngopi sembari ngobrol baca buku, browsing, makan,…. Jadi kangen masa-masa hamil kakakmu Jingga dulu. Kakak Reza masih SD, nak, masih bisa diandalkan jagain kakak Lubna di rumah, jadi mama dan ayah bisa kabur tengah malam hanya untuk sekedar nyari kopi atau pecel lele, lalu mengobrol sampai jam 3 pagi. Sekarang, cuma ada kedua kakak gadismu, mereka belum bisa jaga diri sendiri, kalau bangun tengah malam harus langsung dipegang atau diusap punggungnya sampai tertidur lagi.

Monday, June 24, 2013

Tentang Mangkuk Putih dan Pisang Ijo


Assalamu’alaikum…

Udah Senin lagi aja ya. Belum posting apapun seminggu ini, sibuk berbenah alias pindahan blog… *seka keringet pake serbet*

Ya, minggu ini berjalan santai sekali. Hampir gak ada peristiwa penting untuk diceritain. Ada sih, masih seputar kehamilan saya. Kamis lalu ngapelin bu bidan (lagi), pengen tahu keadaan si Dede di dalem perut. Sebelumnya posisinya sungsang gitu, seperti yang saya ceritain di sini. Udah pede sejuta aja, posisi si Dede udah balik ke tempatnya semula, secara dua minggu penuh saya udah usaha banyak sesuai saran manteman, sering nungging dan sujud shalat pun dilama-lamain, biar si Dede balik. Eh setelah bu bidan sentuh perut, beliau menatap saya dengan mata prihatin. “masih sungsang, Ji…” dan gelombang suara detak jantung si Dede pun membahana memenuhi ruangan kecil itu dari alat mirip USG tapi tanpa monitor itu. “wuzhh…wuzzh…wuuzzhh…”

Wednesday, June 19, 2013

Akhirnya Cerita Untuk Semesta Pindah Rumah


Bismillah…

Baiklah, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada blog “Cerita Untuk Semesta” yang saya buat sekitar 6 bulan yang lalu. Blog yang saya buat untuk ‘bercerita’ kepada jabang bayi yang tengah saya kandung sekarang. Blog yang saya buat waktu saya galau dalam menerima kehamilan yang keempat ini. Blog yang akhirnya bikin saya kembali bersemangat menulis, bercerita kepada si Dedek.

Cerita Untuk Semesta : Skenario Allah itu memang selalu luar biasa, nak!


Sabtu, 15 Juni 2013





Assalamualaikum, anak mama…

Mama ngetik ini sembari nunggu proofingan adonan donat kentang pesanan kakak-kakakmu. Lumayan ada waktu sekitar satu jam-an lah. Daripada gegoleran gak jelas, mama ngobrol sama kamu aja ya nak….

Cerita Untuk Semesta : atau bagaimana, nak?


Sabtu, 08 Juni 2013


Lalu ada apa denganmu di dalam sana, nak…
Marahkah kau pada mama? Marah kenapa, nak? Mama sudah melakukan dosa apa, sayang?


Hari ini, puncak dari keresahan 2 minggu terakhir, dada terasa sesak dan penuh, kontraksi pelan yang kerap muncul, tak nyaman melakukan apapun, lekas lelah dan terasa berat, akhirnya terjawab sudah.

Cerita Untuk Semesta : Fasten Your Seatbelt...


Sabtu, 27 April 2013



Kemarin pagi, sepanjang perjalanan menuju Banjarmasin dan kemudian jeda sebentar di airport untuk kemudian lanjut trip ke Sidoarjo, Nak, timeline media sosial penuh dengan ungkapan bela sungkawa, kesedihan mendalam, kehilangan mendadak seorang ustadz terkenal di negeri ini.

gambar dari sini

Cerita Untuk Semesta : Itu Mainan, Nak, Bukan Makanan...


Minggu, 14 April 2013




 “Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.” Tere Liye, Sunset Bersama Rosie


Semalam, Nak, dua kakak perempuanmu berbuat ulah. Bukan, bukan saling mengganggu seperti biasanya. Entah darimana mereka mendapatkan ide, mainan lego plastic yang bawahnya berongga itu dipergunakan untuk minum, pura-puranya itu gelas, mungkin. Dan lego itu, nak, sudah sampai ke mulut mereka masing-masing.

Cerita Untuk Semesta : Cetak Biru


Jumat, 15 Maret 2013




Ini adalah tentang dia yang kerutan di ujung-ujung mata dan bibirnya yang kerap membentuk senyum itu berulang-ulang berhasil membuatku kembali jatuh cinta lagi dan lagi di setiap harinya.

Cerita Untuk Semesta : Maka nikmat RabbMu manakah yang engkau dustakan?


Minggu, 03 Maret 2013







Seperti biasa, menyapa pagi seperti pagi-pagi sebelumnya.
Terlihat sama memang, tapi sudah tersulam cerita tanpa direncana.

Cerita Untuk Semesta : Tak Akan Pernah Tertukar, Nak


Minggu, 24 Februari 2013

Sabtu 16 Februari 2013 11.45 - Fulan 081345612**Har, gw tunggu di Depot Saraba Kawa ya, sekalian makan siang, kita ketemuan sama rekan gw.

Sabtu 16 Februari 2013 13.53 - Fulan 081345612**
Har, omongan elu emang gak bisa dipegang. Gw telp juga kenapa gak diangkat? Rugi di elu, Har, rekan gw semua udah pada pulang.


Cerita Untuk Semesta : Tentang Hijab, Anakku...


Senin, 18 Februari 2013




Hijab. Jilbab. Khimar.

Anakku,
Kelak, kalau kau berjenis kelamin perempuan, benda-benda yang mama sebutkan di atas tentunya akan menjadi sangat akrab denganmu, sama halnya dengan kakak-kakak perempuanmu, nak, sudah mengenal  dan mengenakannya semenjak mereka masih sangat kecil, sampai kelak waktu mendewasakan kalian,  bahkan sampai kelak kau kembali kepada Rabb-mu.

Cerita Untuk Semesta : Sounding With Love


Minggu, 17 Februari 2013

Hai, nak, mama nulis lagi. Sudah berapa lama sejak terakhir mama posting ya? Oh iya, sebelum eksekusi kuku jari mama. Hmm, kamu mau tau, apa yang terjadi dengan kuku mama akhirnya, nak? Baca di sini aja ya, sayang…:D


Cerita Untuk Semesta : The Thing Called "Kutil"


Selasa, 22 Januari 2013


Belum-belum, kehamilan ini sudah ‘diganggu’ oleh keterpaksaan mama untuk minum obat, nak. Ya, antibiotic pula! Mama harap kamu mengetahui, mama benci melakukannya. 


Kenapa?

Cerita Untuk Semesta : Dan Perkenalkan, Aku, Ibumu...


Minggu, 20 Januari 2013


Aku positif! Positif hamil!

Lihat saja ini...



Apa yang ada di dalam kepalaku? Banyak. Banyak sekali. Ketakutan-ketakutan, kekhawatiran, cemas, marah, tak percaya. Kenapa harus positif??

Cerita Untuk Semesta : bahkan mama pun tak tahu......


Kamis, 17 Januari 2013

mama tak tahu, apakah kau ada di dalam sana atau tidak, nak..
yang mama tahu, setiap pagi gejala morning sickness itu menyapa.
yang mama tahu, badan ini terasa lemas tanpa daya, gemetar seperti tak makan berhari-hari, nak.

Sunday, June 16, 2013

ini biasa, ini baik-baik saja





Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat. Beliau bersabda: “Jangan marah.” Lalu orang itu mengulangi beberapa kali, dan beliau bersabda: “Jangan marah.” Riwayat Bukhari. 

…maka aku pun diam. Masih diserang juga? Lalu kamu mau apa lagi?

Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu. Di akhirat orang-orang yang disakitinya menuntut dan mengambil pahalanya sebagai tebusan. Bila pahalanya habis sebelum selesai ganti rugi atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)

…lalu aku akan membiarkanmu merugi kelak? Aku bisa apa? Seperti halnya diriku, kau pun memiliki dua malaikat di bahumu yang mencatat apa yang telah diriku dan kau lakukan. Lalu catatan seperti apa tentang mereka yang memendam lama sakit hati padamu? Dan catatan seperti apa milikku kelak ketika aku tak berbuat apapun untuk memperbaikinya, sedikit saja?

Aku hanya sedang berusaha memberitahumu sesalah apa diriku ketika aku membiarkanmu terus menerus menyakiti sekelilingmu.

Aku hanya sedang berusaha memberitahumu sekeras apapun aku ingin menyangkal aku bukan bagian dari dirimu, aku tak bisa, karena memang kenyataannya aku tidak bisa.

Aku hanya sedang berusaha tanpa henti menyuntikkan keyakinan kepada hatiku bahwa aku bisa baik-baik saja, aku biasa dan akan terus menjadi terbiasa dengan kenyataan tidak baik-baik saja ini.

Barangkali aku memang harus berusaha ekstra luar biasa untuk menjadikan ini hal biasa.


gambar dipinjam dari  http://www.thedphoto.com/inspiration-fix/stunning-portrait-landscape-photography-from-konovalov-vladimir/

Friday, June 14, 2013

Sesederhana Itu


Subhanallah, minggu ini berjalan hampir sempurna. Kakak liburan. Jualan kue lumayan laris. Uang toko bisa buat beli satu lagi monitor computer. Lubna Jingga sembuh dari HFMD-nya. Nafsu makannya udah balik lagi. Ayah dapet job freelance dari Pak Ustadz. Sedih dan gundah gegara si Dedek posisinya sungsang jadi tak begitu terasa…

Tuesday, June 11, 2013

journey #part1


Akhir April kemarin kami mengadakan trip Kalimantan-Jawa. Tanpa kakak Reza kali ini :’( si kakak gak bisa ikut karena jadwal di pondok pesantrennya gak memungkinkan dia ikut untuk sekedar takziah ke makam Mbah Kakungnya yang baru meninggal. Awalnya rada ngambek, yah biasa, anak usia sekakak memang gampang labil. Saya dan ayahnya sih bisa aja, mengadakan perjalanan ini tanpa bilang ke kakak, toh dia juga gak bakalan tahu kami pergi, kan dia mondok. Tapi suami dan saya berpegang pada prinsip “perlakukan anak seperti orang dewasa, dengan sendirinya dia akan berpikir dewasa”.

Alhamdulillah akhirnya dia bisa mengerti, dan melepas kepergian kami dengan senyum.

Monday, June 10, 2013

bukan untuk merayakan apapun



“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)


Mencintaimu, suamiku, adalah seperti embun selepas hujan, terkadang bersembunyi mengintip malu di rimbun dedaunan, namun terasa hadirnya oleh sejuknya.

Mencintaimu, suamiku, adalah bagaimana cara memandang hidup dari sisi berlawanan, yang terkadang mematahkan jalan pikiranku, dan nyatanya kau (hampir) selalu benar, dan itu tak lantas membuatmu merasa paling benar lalu kita terberai.

Friday, June 07, 2013

padahal sebagian aku adalah kamu



Entah mengapa aku selalu bersedia mendengarkanmu,
padahal lebih dari separuh omonganmu berisi racun membinasakan hati.

Entah mengapa (sepertinya) kau masih membutuhkanku dan aku tak bisa tidak mendekatimu, tak bisa beranjak jauh, padahal ada semacam belati di punggung setiap kita yang siap kita hunus kepada satu sama lain.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...