Wednesday, June 26, 2013

Kembar Yang Bukan Kembar :D


Lubna dan Jingga. Kedua gadisku itu sudah semakin besar. Dengan usia terpaut 2 tahun 6 bulan, tinggi badan dan ukuran tubuh mereka nyaris sama, selain garis wajah yang mirip (katanya orang lho), ini dibuktikan dengan sudah entah keberapa kalinya orang yang baru bertemu mereka bertanya “Ini kembar ya pak/bu?”

besarnya hampir sama!

Tinggi badan Jingga sudah sekuping kakak Lubna!


Sama halnya dengan kebanyakan kakak beradik, dua gadis ini kadang menipu banyak orang dengan senyum manis dan lelaku pendiam di depan orang-orang baru. Rumah kami selalu dipenuhi hingar bingar mereka. Mulai dari pertengkaran rebutan mainan, pensil, buku, sampai rebutan duduk paling dekat dengan ayah atau mamanya. Mulai dari ribut perihal siapa yang lebih disayang, siapa yang paling pintar, siapa yang sudah besar duluan, sampai siapa yang paling cantik (kalau yang ini sembari pegang sisir dan bedak mamanya, lalu pasang jilbab masing-masing).

no jilbab, no jalan-jalan...!

Benar-benar menguji kesabaran mamanya. Kalau ayahnya sih jarang sekali marah. Ya, dan itulah sebabnya sekarang kalau mamanya marah, dua gadis ini sudah begitu rupa kebalnya, baru menangis setelah jari ini menempel di daun telinga dan pura-pura menjewer. Tapi begitu ayahnya bersuara keras sedikit saja, pecahlah tangis keduanya. Mungkin gak terima melihat ayahnya yang biasa sabar, jadi marah. Padahal marahnya juga marah pura-pura. Setelah itu, langsung dipeluk dan dimintai maaf.

kalo sama ayah, gak bakalan dimarahin :D

Kadang yang bikin geli, kecemburuan di antara keduanya. Ketika mamanya memeluk salah satu di antara mereka, yang satu akan bertanya “mama kok gak sayang sih sama Lubna, sayangnya sama Jingga aja?” sembari menatap dengan wajah memelas, atau “Jingga juga mau peluk mama aah…” lalu berusaha mengambil alih leher mamanya dari belitan tangan si kakak.
rebutan, siapa yg duduk dekat mama...


Terakhir, yang bikin saya tak henti bersyukur dan memuji Allah akan ciptaanNya ini, antara lainnya adalah ketika bersiap-siap jalan-jalan, keduanya dengan sigap mencari dan mengenakan jilbab masing-masing. Juga ketika mereka dengan tanggap mempelajari sesuatu, semisal huruf hijaiyah atau menggambar bentuk tertentu. Oh iya, satu hal lagi : entah kenapa ketika mama atau ayahnya mengajak shalat berjama’ah, keduanya menanggapi dengan gegap gempita, seperti layaknya diajakin jalan-jalan ke taman ayunan!

hobi dandan -,-"

Dan yang pasti, mereka tuh saling sangat menyayangi, lho, pasti akan kehilangan kalau yang satu gak ada. Pasti nyariin, walaupun kalo pas ketemu, ujung-ujungnya bertengkar...-,-"

definitely loving each other

Subhanallah…
^_^ 

4 comments:

  1. Ya ampuuuun... lucuuu ^^... hihihi... jadi kangen adekku deh mba :).. lubna sama jingga pinter ya udah pada mau pk jilbab sendiri :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iya tante, alhamdulillah, walopun makenya miring2, gak mau dibantuin..^^

      Delete
  2. Subhanallah..
    Alhamdulillah yaa.. Jingga dan Lubna tumbuh menjadi anak2 yg manis dan saling sayang..
    Moga terus menjadi shalihah yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa alhamdulillah tante cantiiik... makasih doanya yaa. Allah yubarik fiik :)

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...