Wednesday, June 19, 2013

Cerita Untuk Semesta : Tentang Hijab, Anakku...


Senin, 18 Februari 2013




Hijab. Jilbab. Khimar.

Anakku,
Kelak, kalau kau berjenis kelamin perempuan, benda-benda yang mama sebutkan di atas tentunya akan menjadi sangat akrab denganmu, sama halnya dengan kakak-kakak perempuanmu, nak, sudah mengenal  dan mengenakannya semenjak mereka masih sangat kecil, sampai kelak waktu mendewasakan kalian,  bahkan sampai kelak kau kembali kepada Rabb-mu.


Kalaupun nantinya kau berjenis kelamin lelaki, kau pun wajib memahami bahwasanya benda-benda tersebut wajib bagi lawan jenismu, dan kelak ketika kau memilih dan akhirnya memutuskan siapa di antara mereka yang tepat untuk menjadi pendampingmu kelak, kau harus pastikan, benda itu tak lepas dari raga mereka.

Pada masa sekarang, para muslimah benar-benar memprihatinkan mama, nak. Islam,  namun tak sepenuhnya mengerti kewajiban nyata yang diperintahkan Tuhan kita, yaitu menutup aurat. Apa yang sesungguhnya ada di kepala mereka ketika seruan itu mereka dengar? “Jilbabi dulu mulut dan hati, baru jilbabi kepala…” atau “iya, aku memang gak berjilbab, namun gak lantas membuat kamu menjadi lebih baik daripada aku kan?” atau “sudahlah, jaman sudah seliberal ini, masih saja meributkan selembar kain penutup kepala?”

Iya, nak, mama memang bukan orang baik. Mama bukan sesempurna itu. Namun apakah salah ketika mama mencoba mengurangi dosa mama dengan melakukan satu saja kewajiban yang diperintahkan Allah kepada ummatNya? Sungguh, nak, miris hati ini ketika menyaksikan mereka yang ternyata saudara seiman, sahabat-sahabat mama, keluarga dekat kita, seakan tak memiliki mata dan telinga di hati nurani iman mereka. Anak-anak perempuan mereka biarkan berkeliaran hanya dengan selembar tanktop dan secuil celana pendek. Bayi-balita difoto sedemikian rupa dengan berbagai kostum mini lucu dan menggemaskan, terkadang malah dengan bangganya mengupload foto-foto balita mereka dalam keadaan telanjang di berbagai social media. Remaja-remaja perempuan diperbolehkan berkeliaran dengan yang bukan mahram di malam-malam gelap, berpegangan tangan bahkan berpelukan.

Tahukah kau nak, jumlah angka perkosaan di negeri ini? Atau berapa jumlah penderita penyakit kelamin atau penyakit mematikan yang asalnya dari pergaulan bebas? Dan tahukah kau, nak, betapa derasnya arus kapitalisme menyeret umat islam menjauh dari ajaran agama? Dan juga tahukah kau, nak, betapa persentase angka keperawananan anak remaja jaman sekarang jauh lebih kecil daripada yang tidak perawan lagi, dan mayoritas dari mereka adalah umat islam? Bagaimana dengan angka kehamilan di luar nikah, abortus, bahkan jumlah bayi-bayi malang tak berdosa yang hidupnya berakhir di tempat sampah atau panti asuhan (itupun kalau si ibu tanpa suami itu masih punya akal sehat atau nurani, menitipkan bayinya ke panti asuhan, bukan di tempat sampah dan akhirnya organnya terburai dimakan anjing). Oh ya, satu lagi, nak, tahukah kau angka human trafficking, penjualan anak-anak perempuan, gadis-gadis dengan pengetahuan agama minim, dan penculikan? Naudzubillah…

Tentu saja kau tak bisa menggeneralisir semua hasil survey itu akibat tidak berhijab, anakku. Namun bukan tak mungkin kelak kau menjadi penggerak generasimu untuk memperbaiki sistem di sekelilingmu dengan bekal ilmu agama. Kalau ayahmu bilang, kau beserta kakak-kakakmu adalah generasi mujahid dan penghafal Al Quran. Tak terperi hati ini mengamini dan berharap para malaikat pun turut mengamini doa itu, nak.

Anakku…

Bekali dirimu dengan ilmu cukup, jangan pernah puas dan bosan untuk belajar. Jadikan dirimu selalu haus akan aliran ilmu di sungai pengetahuan. Jadikan dirimu seperti telaga yang mampu menyerap curahan ilmu sebanyak-banyaknya. Jadikan dirimu pribadi yang selalu ingin tahu. Dan percayalah, itu adalah perintah Rabb-mu, nak.

Kelak kalau kau memang anak perempuan, mengertilah, apa yang mama dan ayah lakukan kepadamu adalah wujud nyata daripada cinta kami kepadamu, yaitu mengajarimu untuk cinta dan patuh kepada perintah Rabb-mu.

Dan kelak kalau kau ternyata anak lelaki, maka pahamilah, menutup aurat adalah urutan nomer satu dari sekian banyak syarat yang harus dipenuhi teman perempuanmu kelak. Jaga kakak-kakak perempuanmu, pastikan mereka tetap mengenakan hijab mereka dimanapun dan kapanpun!

gambar dipinjam dari sini



No comments:

Post a Comment

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...