Tuesday, October 01, 2013

aku masih bisa mendengar

Adalah tentang aku,

Mungkin memang benar aku gagap, mungkin memang benar aku terbata.
Kesulitan mengeja kata, kalimat, merangkai menjadikannya semudah menyampaikan, namun ternyata sulit.  Ya, ternyata sulit.

Kalau kau ingin tahu, begitu sulit untuk membuat isi kepala, isi hati dan isi kalimat yang kumuntahkan itu sinkron. Memikirkan angka satu, membatin angka dua, sejenak kemudian mengeluarkan muncratan angka tiga, empat, lima dan ratusan angka lainnya, kecuali angka satu dan dua. Tidak seperti orang-orang normal kebanyakan, aku kerap harus berjibaku dulu sebelum berkata-kata.


Terkadang melihat sesuatu yang kecil tak berarti menjadi sangat besar, padahal tak ada arti bagi sesiapapun. Ah ya, aku juga lupa, aku pengguna kacamata minus. Kemungkinan karena itulah, sudut pandang kita menjadi berbeda. Apa yang kau lihat kecil, aku melihatnya seperti besar, begitu pula sebaliknya. Apa yang kau lihat sebagai masalah besar, terlihat kecil di mataku, bahkan tidak terlihat jelas.

Tertawakan saja aku, tak mengapa. Karena aku pun kadang menertawakan diriku sendiri. Menertawakan setiap jengkal kegagapanku. Menertawakan setiap hasta ketidaksinkronanku. Terkadang kita memang butuh tertawa agar rahang tidak kaku menyeriusi hidup, bukan?

Lalu agar tak terlalu penat, aku akan memeluk tubuhku sendiri -- seperti angin memeluk daun yang melayang lalu jatuh ke tanah, atau sinar matahari yang memeluk sekawanan merpati di langit yang tersesat jalan pulang --  dan berkata, tak mengapa gagap. Tak mengapa tak sinkron.

Lalu aku akan kembali ke atmosfermu, karena kepadamu selalu, aku pasti pulang.

Toh aku masih bisa mendengar.

Toh, aku masih bisa mencintai.



1 comment:

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...