Monday, November 25, 2013

Perihal Anak Lanangku






“Dan sungguh, telah Kami Berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami Perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tua-nya. lbunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku Beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. ( Q.S. 31 : 12-15)


Wednesday, November 20, 2013

Masuk Neraka Siapa Takut # Jangan Tunda Lagi..

Saya tanya murid.

"Kalo ada cewek cantik, sholihah, pintar, kaya, baik hati, muda, dan berprestasi, kamu mau ga sama dia?"

"Mau, pak!" Jawabnya.

"Tapi cuma ada kepalanya doang. Tetap mau?"

"Ya nggak lah Pak! Hantu kali..."

"Begitulah keindahan Islam jika dipahami sebagian-sebagian. Ia malah menakutkan." Tutup saya.

Dia mengangguk-angguk

***

Saya tanya murid lain.

"Kalau ada cewek cantik, sholehah, pintar, kaya, dan baik hati. Kamu mau? Tenang, badannya lengkap kok."

"Mau Pak!"

"Tapi kumisan. Kamu tetap mau?"

"Ya nggak lah Pak!"

"Begitulah, jika Islam yang sempurna ini ditambah2 dengan sesuatu yang tidak semestinya, kecantikannya hilang. Jadinya malah menyeramkan

Abay Abu Hamzah
***

Saturday, November 09, 2013

Tentang 1 Muharram dan Roti Homemade

Sunset view dari masjid At Taqwa Jaro
Jadi ceritanya 1 Muharram kemarin ayah ngajakin jalan-jalan ke tempat kerjanya, kerja freelance maksudnya. Ayah dan pak Ustadz ada proyek bikin kaligrafi di masjid daerah Jaro, Kalimantan Selatan. Sudah dimulai semenjak seminggu sebelumnya sih. Tapi karena Selasa kemarin bertepatan tanggal merah, yasud kita semua diboyong ayah.

maka bersiaplah...


Seperti halnya kau dan aku tahu bahwa hanya engkau dan Tuhan yang tahu betapa berat hidup yang telah kau jalani selama ini, menari dengan airmata, bercanda dengan duka, bersenandung nestapa, bergumul dengan tawarnya cinta. Percaya atau tidak, bagian terbaiknya adalah kau selamat sampai sejauh ini tanpa tercedera. 

Dan kejutannya adalah, itu hanyalah sebagian kecil sekali wujud dari kasih sayangNya padamu!

Seperti halnya kau dan aku tahu, hidup memang selalu tak mudah, sesekali dia menggerus hati, sesekali dia menetesimu embun, bahkan terkadang menghempasmu ke sela beting jeram. Dia tak sekalipun bertanya padamu tentang hidup macam apa yang kau impikan, seterang apa kau ingin dian itu menerangimu, bahkan kalau kau tak waspada, dia akan meninggalkanmu jauh di belakang.

Thursday, November 07, 2013

Journey Part #2 - Latepost - Kangen Semarang


Bismillah…
Jadi ceritanya lagi kangen Semarang. Eciyee, modus kah biar pak ayah baca? :D 

Friday, November 01, 2013

Just A Mom?!



Siapa bilang sih, jadi ibu rumah tangga SAJA itu gak merepotkan? Siapa yang bilang sih, gak punya jadwal teratur seperti karyawan perusahaan itu menyenangkan? Siapa bilang? Bilang ke saya! Ayo, siapa? 

Ngomongin perihal pernak-pernik jadi ibu rumah tangga tuh, gak bakal selesai dalam 3 hari deh… Gak lebay. Sumpah. Kan saya bilang 3 hari, gak bilang 3 kali puasa 3 kali lebaran…

Jadi inget kata-kata ibu guru anak saya di rapat orangtua murid kapan hari itu (sebenarnya udah setahun lebih yang lalu sih, tapi masih terpatri jelas dalam ingatan, kayak baru kemarin *tsahhh…), terus terang bikin saya rada gerah. Beliau bilang begini, “Bu ibu, selamat atas keberhasilan anak-anak kita dalam ujian akhir nasional… Saya hanya berpesan pada ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian, diusahakan agar anak-anak terus sekolah, jangan sampai terhenti di tengah jalan, dan juga kalau bisa nih mereka nanti kerja ya bu, pak, terutama perempuan, saya berpesan, anak perempuan jangan mau di rumah saja, jangan mau jadi ibu rumah tangga saja… kerja, nak, kerja…!”

Kutemukan surga itu

Kalau sepi itu ruang hampa, maka suaramu serupa oksigen, mengisi penuh paru paru

Kalau sepi itu kamar kosong, maka suaramu serupa perabot berwarna ceria, memenuhi segala sudut dengan segenap daya tarik

Kalau sepi itu kain kanvas, maka suaramu serupa goresan cat akrilik sejuta warna dengan seribu motif

Kalau sepi itu langit, maka suaramu serupa pelangi setelah hujan beserta ratusan burung bergelombol terbang menuju jalan pulang

Kau serupa benang wol cokelat dan krem yang berpilin satu sama lain menjadi seuntai rajutan syal yang hangat

Kau serupa udara bergerak yang mengisi kekosongan demi kekosongan banyak ruang bersekat dalam diriku

Kau serupa bulir embun pagi yang memeluk rerumputan dengan arifnya

Kau, anak anakku, serupa replika penghuni surga, dan aku terpana lalu aku menyadari satu hal : kalianlah surga itu...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...