Wednesday, October 22, 2014

Let It Go


Kuambil benang dari lacimu, kain dari lemarimu, kujahit menjadi selimut di kala dingin menyergap sepi. Lalu kuambil kayu dan palu kujadikan lemari untuk menyimpan kenangan. Kemudian kuambil tongkatmu lalu kujadikan penyangga hatiku di kala rindu...

Saturday, October 18, 2014

Kaganangan Mama #2




Bayangan bernama kenangan itu berlarian berlompatan. 
Kepala dan hati mendadak sepi di tengah riuh rindu kepadamu. 
Ingin menyentuh dan berlama-lama berada di situ 
kemudian urung karena entah. 
Aku. Kau. 
Bukan hanya pernah ada di sini. 
Maka aku mulai menghitung...

Kaganangan Mama #1








Masih sering memandangi jendela kaca ini
sembari mengeja kata rindu akan ketukan pelan jari-jarimu setiap pagi di situ.
Barangkali saja ada pagi yang kulewatkan, atau kau lewatkan,
tapi lebih sering ada daripada tidak...
Ada cerita juga di dalam vas dan bunga ini.
Kuraup kenangan-kenangan akanmu lalu kusimpan di dalamnya, ma.
Boleh kan? 

Friday, October 17, 2014

Kok Ya Ndilalah...




Jadi, seperti yang sudah saya ceritain di postingan sebelumnya, satu bulan (lebih deh kayaknya) kemarin keluarga Rubadi jadi pelanggan tetapnya apotik. Iyah, bocah-bocah gantian sakit. Hari ini yang satu demam, yang lain masih enerjik, lari sana lari sini. Eh besokannya ikut sakit. Dobel. Udah? Belum, kan anaknya ada 3 :p nah sorenya si adik ikutan diare. Eeeh besokannya berenti diare, si kakak batuk pilek. Nyusul adiknya. 3-4 hari ke depannya, minum obat udah ngalah-ngalahin cemilan aja frekuensinya. Masing-masing anak paling enggak sekali minum ada 3 item obat…*sigh*

Saturday, September 27, 2014

And We Are Moving On...

Assalamu’alaikum J

Ah, lamanya gak nengokin blog ini yaa. Postingan terakhir sebulan lalu. 

Jadi, saya sudah baik-baik saja. Hidup terus berjalan, kan Teman-teman? Mau gimana-gimana sedih dan rindu terus merajai hati, masih ada bocah yang minta diurusin, diperhatiin dan disayangin, masih ada suami yang bagaimanapun baik dan pengertiannya teteup kan ya perlu juga diurusin ini ononya, dan masih ada rumah dengan lantai yang tiap saat kotor dan perlu disapu dan jangan lupa perut juga lapeeer minta diisi pake makanan masakan mama saja no jajan no mie instant. Masih ada juga dagangan jilbab yang wajib diurusin tiap hari, disempet-sempetin ditengok walo cuma sebentar *sungkem sama pak ayah*. Terimakasih buat pak ayah dan bocah yang gak pernah gak bikin mamanya sibuk dan pikiran dan tenaga full tercurah kepada mereka.

Dan iya, satu bulan terakhir, anak-anak gantian cranky dan sakit. Mulai dari Jingga yang demam gegara diare (merasa bersalah gak sih kalo anak sampai diare?), lanjut ke kakak Lubna yang awalnya batuk pilek, lanjut demam dan akhirnya campak (masih percaya imunisasi?), sembuh, nular ke adeknya Gaza (iya, Gaza kena campak juga!), lanjut lagi ke Lubna yang belum sembuh banget dengan keras kepalanya minta berangkat sekolah eh besoknya drop lagi dan akhirnya dengan demam yang gak kunjung turun dari angka 39-40 dercel, cek darah ke lab akhirnya jatuhlah vonis gejala typus itu. 

Monday, August 25, 2014

Ternyata Serindu Ini

Barangkali kau ingin tahu mama, seperti apa hidup sepeninggalmu, seperti biasa kau bertanya padaku "kayapa habar di sana, nak?" di ujung telepon. 


Baiklah, maka akan kuceritakan tentang ramadhan paling sunyi sepanjang 32 tahun terakhir, ma, tanpa bingka besumap dan bingka barandam. Lalu akan kuceritakan tentang malam takbiran yang ingin cepat kulewatkan dengan menutup kedua telinga dan bersembunyi di pojok kamar dari riuh rendahnya suara takbir. 


Kemudian akan kuceritakan tentang lebaran yang ingin segera kulupakan semringahnya orang2 yang kutemui dan menghindari tatap ingin tahu dan iba mereka kepadaku, ma, dan bertanya "Siapa nang mengguringi rumah mama? Jangan dibiarkan kosong lah rumah mama..." Padahal aku sendiri tidak tahu cara 'mengisi' rumahmu yang mendadak suram sepi ini. 


Dan bagaimana bisa aku dengan kepala penuh labirin kenangan yang tetiba terurai masai tentangmu dan tentang kita ; duduk di sofa ruang tamu milikmu memandangi deretan foto senyummu dan sederet keramik kecil koleksimu? 

Thursday, July 17, 2014

Perkara Mencintai Dengan Ikhlas

Begitu banyak 'tapi' dan 'mengapa'.
Tak terhitung jari sesal dan kecewa.
Tak tertakar lagi air mata pengharapan. Seringnya  kontradiksi dengan kepasrahan.
Ikhlas. Ikhlas. Ini kuncinya. 
Namun tak terkata sulitnya.
Ketika pembuktian cinta tak hanya sekedar usaha memelihara dan mempertahankannya, namun juga kepasrahan untuk melepas pergi.
Pasrah dan ikhlas sekali lagi. Berkompromi dengan kenyataan bahwa Allah selalu punya hak prerogatif untuk jalan hidup setiap umatNya.
Bisa jadi sesuatu itu baik bagi kita, namun tak bagi Allah.
Bisa jadi cinta manusia itu wujud adanya, namun ternyata cinta Allah jauh lebih sempurna.
Sekali lagi, ma, membersamaimu dengan doa, memelukmu dengan kepasrahan, menyelimutimu dengan rindu dan sayang kami semua.
Semoga sakitmu bisa menjadi penggugur setiap inci dosamu. Semoga tidurmu bisa menyalin segala lelahmu merawat dan membesarkan kami berenam.
Allahumma aamiin...


Saturday, June 28, 2014

Tentang Kita, Mama, dan Pulanglah

Membersamaimu, mama, di dalam untaian bait doa. Demi masa lalu, saat kau dan aku melaju di atas motor tua di pagi sibuk itu, mengantarkanku ke sekolah, atau di siang terik itu, menjemputku pulang sekolah, atau di sore sejuk itu, berkeliling kompleks untuk kemudian singgah di warung gorengan atau martabak telur kegemaranku.

Meraba dalam gelap jarak yang terentang, mencoba menangkap setiap pertanda nyata dan mimpi, atau di antara keduanya, apakah di dalam tidur atau bangunmu sedang mengingat dan merinduiku seperti halnya aku di sini, membuka satu per satu lipatan-lipatan kenangan – tertawamu omelanmu pertanyaan bawelmu peluk dan kecupmu yang seakan selalu tercharge ulang setiap pagi menyapa – mencoba menebak setiap teka teki yang dilontarkan hidup di sepanjang perjalanan kita, mama, berdua, yang dimulai sejak perginya abah dari sisimu.

Friday, June 27, 2014

Ketika Kelak, Kau Pergi

Malam ini Nak, mama belajar meramu dan memahami, ketika seorang anak meminta restu orang tuanya untuk menikah dan mengarungi hidup bersama orang yang dicintainya, ketika itulah hati para orang tua patah sepatah-patahnya. Ya, saat-saat di mana si anak yang tadinya cuma bayi ingusan atau bocah dekil kakinya penuh debu bekas main pasir di halaman atau penuh lumpur karena baru bermain di bawah rinai hujan dengan rambutnya yang basah berantakan, air yang menetes dari ujung-ujung kaos membasahi lantai, baju dan celana sudah tidak jelas bentuknya, campuran antara basah kena hujan dan bekas tanah becek di lapangan bola kompleks sebelah, antara menatap takut-takut kepada mamanya dan perasaan senang tiada tara karena begitu menikmati permainan. Ya, bocah yang mengambil resiko dimarahi habis-habisan karena tidak tidur siang, justru memilih bermain di bawah rinai hujan atau berpanas-panas terik hanya untuk mengejar layangan lepas itu, akhirnya punya pilihan hati, duduk meminta izin dengan keras kepalanya untuk minta restu, itu benar-benar momen tak terdefinisikan.

Monday, June 16, 2014

Bagaimana Bisa?


sampai detik ini saya masih belum bisa mengerti, bagaimana bisa hati manusia gak ada isi empatinya sama sekali. 

oke, kalau yang kita omongin di sini adalah empati untuk orang lain, mungkin memang harus diusahakan, minimal dibikin-bikin lah, sandiwara, pencitraan, demi sebuah penilaian plus di mata orang lain, or whatever you named it. lah ini, empati kepada orang tua. mau saya persempit lagi? empati kepada ibu! ibu kandung! apa sih namanya? empati kan? 


sebenarnya kalau kepada ibu kandung, kurang tepat kalau dinamakan empati :( hey hey, kamu berasal dari mana? rahim seorang ibu kan? 

Liebster Award Yang Tertunda



Dan akhirnya PR Liebster ini pun jadi numpuk… heu… *banting keyboard*


Hihi… iya, udah berapa minggu iniii gak posting apapun. Tempo hari posting resep donat, abis itu rencananya pengen istiqomah nulis lagi, eh malah kepikiran PR ini. Berasa gimanaa gitu kalo gak ditunaikan *halah.


Beneran, masih mutung nulis sebenernya. Kenapa? Kenapaa? Hiks, kalau ada yang merhatiin, blog ini sekarang tambah puceeet tanpa foto-foto. Foto-fotonya ilang kabeeeh pemirsaaah L lho lhaa kok bisa??? Iya, saya juga bingung, kenapa. Kayaknya sih karena si saya iseng ngedelete foto-foto yang ada di folder smartphone. Dan ternyata itu berefek fatal, foto-foto semua raiiib, mamiiiih… huwaaa… 

Thursday, June 12, 2014

Resep Donat

Assalamu’alaikum J

Aaah, lama gak posting apapun, ngerjain PR dari Mbak Tituk belum rampung-rampung dan sebenarnya masih mutung gara-gara foto-foto di blog ini raib semua, hiks. Beklah, hari ini untuk pemanasan, saya pengen sharing resep donat aja yaaa… Resep donat ini dan banyak resep lain yang saya males postingin di blog dan niat untuk ngeblog selalu kandas terlindas waktu udah beredar di Instagram sebenernya, dan memang niat sejak awal pengen buat dipostingin di blog, namun entah kenapa, si saya sedang kumat malesnya ngetik di laptop. Kan ada semarpon kakaaaak… nah ya itu dia, mau ada sepuluh aplikasi blogger di henpon juga, kalo penyakit males sedang mendera, teteup aja gak nulis apapun. Kalo kata ayah sih : YANG PENTING ITU NIAT, DE! NIAT! NI to the AT. NIAT!!! *capslock kegencet ulekan*

Dan kemudian Mbak De udah keduluan posting resep donat nan gampil dan murah meriah ini di blognya dengan dikasih link back ke BLOG INI DAN INSTAGRAM SAYA, hiks… Padahal saya belum sharing apapun di mari. Maafkan saya ya pemirsaaa… *PEDE banget bakalan ada yang nengok blog ini*

Monday, May 19, 2014

Bicara Tentang Istidraj

Saya lagi sebel L iya, sebel. 

Beberapa minggu terakhir, rumah kakak saya yang letaknya sebelahan sama rumah saya, kosong. Actually, kakak saya udah gak tinggal di situ sekitar 5 tahunan. Nah, selama 5 tahun itu, rumah kakak saya itu dikontrakin. Terus, yang ngontrak itu beberapa minggu yang lalu pindah dong sebab udah punya rumah dhewek. Lalu, kosonglah rumah itu.

Tebak, apa yang akhirnya terjadi sepeninggal si pengontrak tadi? Halaman rumah kakak saya jadi tempat parkir motor. Lah kok sewot sih mbaknya, cuman ditumpangi parkir ini, gak numpang pipis ato pupita jugak kaan? Lah iyaa, kalo parkirnya sih gak masyalah yah. Yang jadi masalah buat saya adalah orang-orang itu parkir motor di situ untuk kemudian pada ngumpul dan berjudi di hutan dekat rumah saya!

Iya. JUDI! THEWW!!! Hiks. Roma Irama bingits yah.

Saturday, May 17, 2014

Heboh -- Yang Tidak Pada Tempatnya


Heboh mbak pramugari kedapatan shalat di pesawat. Gak habis heran dengan berita ini L Ah dunia, memang benar kali ya, semakin ke sini, kita, umat Islam, semakin asing dengan agamanya sendiri. Lha itu melihat orang sedang menjalakan kewajiban (normal) saja sampe begitu hebohnya L Bukannya ikutan shalat atau istighfar karena jangankan menjalankan shalat, inget waktu shalat aja enggak kali yah? Malah difoto dan disebarin di medsos dengan tagline kurang lebihnya begini : SALUT, HARI GINI SEORANG EMBAK PRAMUGARI SEMPAT SHALAT DI DALAM PESAWAT. Istighfar broh, mbakbroh, istighfar. Gak takut apa yah, kalau nanti di akhirat ditanyain kenapa di pesawat gak shalat, padahal udah masuk waktunya shalat, malah foto-foto orang shalat, jiaaaahhh... Atau jangan-jangan nanti malaikatnya difoto trus diaplot di instagram dan path jugak? "Bentar... Bentar Om Malaikat, pose dulu yak, nanti saya tag deh!" *plak!

Tuesday, May 13, 2014

Launching Hijab Marwa, Kunyit Asem dan 33!

Dan PMS itu pun menyerang L padahal brand hijab Marwa udah diprint dan siap launching hari ini. Oiyaa, saya belum cerita yaa. Jadi desain brand hijab Marwa ini dibuat oleh Mbak Feni lho. Namanya Bunyesign. Setelah beberapa kali dirombak, akhirnya fix pake logo ini, dengan siluet si saya yang lagi gendong Gaza dan gradasi warna hijau yang bikin adem ^_^ jazakillah mbak Feni, semoga usaha desainnya semakin berkibar yah, aamiin…


Anyway, hari ini saya beli kunyit rada banyakan. Udah feeling gak enak di pasar tadi, kayaknya PMSnya bakalan bikin bad mood dan gak nyaman banget L Ya, PMS saya memang selalu lebei, gak bisa gak bikin bad mood dan lemes, pegel pinggang dan perut, dan buntut-buntutnya bocah yang kena omel, hiks… Yastralah, mau diapain lagi? Pasangin gumpalan kapas aja di kupingnya bocah ahahaha…

Thursday, May 08, 2014

Gaza Delapan Bulan!


5 Mei kemarin Gaza masuk 8 bulan, ciyeeee ciyeeeee, udah gede ya naaak... J

Millestone-nya lumayan pesat. Mulai dari udah bisa merayap (bukan merangkak lho) di atas lantai (yah ngepel dong nak), trus dadah-dadah balik kalo ada yang melambaikan tangan padanya, mau nyium (plus iler maksimal) kalau diminta, sudah kenal betul anggota keluarganya sehingga kalo ada yang mendekat dan mau menggendong dia, reaksinya mulai dari buang muka, ngumpet di bahu ayah atau mamanya, sampai nangis beneran kalau dia sadar udah digendong sama orang asing itu. Tapii kalau dia merasa aman di dalam gendongan mama atau ayahnya, dia bakalan sumeh ke orang asing, dengan catatan ya itu tadi, si orang asing tadi gak mencoba ngegendong dia, hahaha…

Thursday, May 01, 2014

You Owe Your Parents -- A LOT

Post ini saya temukan siang tadi di newsfeed pesbuk, dan saya suka banget :) dan bikin saya kangen mama :( -- makasih ya Opie ;-)


“Ketika seorang ibu rumah tangga menghabiskan waktu mengurus keluarga, anak, suaminya, maka jangan tatap masa-masa berlalu cepat dan ibu itu hanya begitu-begitu saja di rumah—malah semakin menua.
Tapi tataplah anak-anaknya yang tumbuh besar, jadi anak-anak keren. Tataplah suaminya yang berkembang mengagumkan, menjadi orang-orang yang hebat.
Itulah hakikat seorang ibu rumah tangga, tidak dilihat dari dirinya. Tapi dari orang-orang yang dia cintai di sekitarnya.”
 
*Darwis Tere Liye*



Friday, April 25, 2014

Perkara Adab Makan


"The journey of a thousand miles begins with one step"

Ternyata ada banyak hal yang kita (saya) belum tahu dan kebanyakan memang salah kaprah perihal tata cara dan adab Rasulullah makan. Hiyyaa, ini jadi perbincangan saya dan pak ayah tadi, setelah makan siang. Dan yaaa seperti biasa, si saya kemudian merekam baik-baik ingatan utnuk segera mencari tahu untuk kemudian SEGERA memposting perihal ini. Ini PENTING untuk diposting, biar inget, kalau sewaktu-waktu cari referensi pas anak-anak Tanya sama saya atau pak ayah. Syukur-syukur kalau bermanfaat juga buat kalian yang baca. Berbagi dalam hal kebaikan berpahala bukan ya? Hehehe…

Mengubah kebiasaan itu memang bener kata Aa Gym, yaaa. Dimulai dari sekarang, dari yang kecil, dan dari KITA SENDIRI. Jadi, hasilnya memang gak seketika. Ketika kita sudah memulainya di keluarga sendiri, maka dengan sendirinya anak-anak kita akan mengikuti, untuk kemudian kelak akan mereka tiru dan tularkan kepada istri-istri dan suami-suami serta keluarga besar mereka berikut anak-cucu mereka. Lama dong Kakaaa… Tapi yasudahlah yaa, mulai saja sekarang, dan dari keluarga kita sendiri.

Berikut re-post saya dari artikel di  Muslim.or.id. Cekidot J

Thursday, April 24, 2014

Tentang Buku



“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”
― Mohammad Hatta

Sejak kecil, saya pecinta buku. Buku itu udah seperti pintu kemana saja-nya saya untuk melihat dunia. Almarhum abah saya membiasakan saya cinta sama buku sejak saya masih sangat kecil. Kebetulan, dulu, di kantor abah menyediakan aneka buku, majalah sampai komik yang boleh dipinjam bergiliran dari satu karyawan ke karyawan yang lain. Ingat banget, dulu, untuk abah, abah pilih majalah Intisari dan Tempo. Untuk saya dan kakak saya, abah pilih Donal Bebek dan Bobo. Majalah-majalah tadi dipinjamkan kepada kami selama satu minggu, untuk kemudian dipinjamkan kepada karyawan yang lain. Sampai majalah edisi terbaru datang, saya harus menunggu 3 minggu sampai satu bulan. Ah, sebuah penantian yang panjang buat saya, hehehe… yaabes, satu majalah Bobo atau Donal bebek say abaca habis hanya dalam waktu satu hari Kaka. Gimana gak bĂȘte nungguin giliran bulan depan?

Anak Lanangku! :D





Dan... anak lanang yang ganteng ini, sudah mulai jatuh cintaaaaa.......... *gak sante* :D

Wednesday, April 23, 2014

Perkara Doa Untuk Anakmu

Pagi ini sembari sarapan ngobrol ngalor ngidul sama pak ayah. Ada berita terbaru perihal kejadian di JIS, katanya, kejadian pelecehan itu bukan hal yang baru terjadi di sekolah kece itu. Ada beberapa pengakuan yang dibuat oleh mantan pelajar JIS, mereka bilang, itu sudah jadi santapan setiap hari murid di sekolah itu, dan katanya lagiii yang melakukan gak cuma para cleaning service, melainkan para guru yang mayoritas bule itu. Dan siang ini saya baru baca status seorang teman, bahwa ternyataaa JIS itu selama 10 tahun (1992-2002) pernah mempekerjakan seorang buron FBI yang terlibat kasus pelecehan seksual puluhan anak-anak! 

Innalillahi wainna ilayhi raji'un :(

Naudzubillahi min dzalik.

Sungguh, saya bergidik ngeri mendengarnya. Terlepas berita tadi benar atau tidak, namun kejadian terakhir benar-benar GONG buat kita para orang tua. Ya, kalau boleh saya berterimakasih dengan terbongkarnya kejadian menyedihkan itu. Kita, para orang tua, setidaknya bisa lebih aware dan benar-benar concern sama masalah ini. Ternyata membayar mahal untuk sebuah sekolah  itu tidak menjamin anak-anak kita terjamin keselamatan diri dan jiwanya. Ternyata dengan membayar puluhan bahkan ratusan juta rupiah demi sebuah sekolah bergengsi dengan status internasional gak lantas kita bisa lepas tangan mempercayakan anak-anak kita dididik dengan benar tanpa terluka sedikitpun psikis dan jasmaninya!

Tuesday, April 22, 2014

Banana Bread Itu


Ini sebenarnya tadi mau bikin muffin. Tapi e tapi cupcase-nya habis, pemirsah… ahaha… Beginilah ya, namapun emak riweuh, sampek cupcase abis pun gak ngeh, padahal ini kue favorit, favorit emak maksutnyaa, kan gampil bikinnya, endang bambang hasilnya, dan cucian bekas bikinnya pun gak banyak, secara ini gak pake mikser ^_^ dan karena memang niat awal pengen bikin muffin, kekeuh, akhirnya gak pake cupcase, pakenya cetakan ini, ehapa sih namanya, cetakan donat panggang kali yah namanya? :p

Monday, April 14, 2014

Sharing Is Giving Without Losing


 Sharing is giving without losing. -- Ciyeeee pake bahasa enggreees Cuy :p

Dulu saya gak percaya dengan quote itu. Memberi tanpa kehilangan sedikitpun? Bahkan menambah? Ah mustahil. Iya, itu dulu kakaa...

Sungguh, sekarang saya percaya. Beberapa waktu yang lalu, sahabat-sahabat blogger mengadakan sebuah proyek unik - berjudul “I'm in!” di mana 5 orang komentator berhak mendapat hadiah dengan syarat 5 orang tadi akan melakukan hal yang sama - menulis perihal berbagi, kemudian bagi-bagi hadiah dengan 5 orang komentator selanjutnya. Semacam piramida gitu. Atau MLM. Iiiewch... Hahaha...

Sunday, April 13, 2014

Waktu Ke Toko Sherina Itu



Bulan ini benar-benar berkah luar biasa buat keluarga ibuk mertua saya. Bagaimana tidak, dua anak wedhoknya (adiknya pak ayah -- beliau adalah anak sulung dan satu-satunya lanang) melahirkan hampir di waktu yang bersamaan. Kalo saya gak salah inget sih, selisih semingguan gitu. Udah gitu, anak yang dilahirin sama-sama lanang'e. Waaa ibuk panen cucu! 

Dulu juga, pas saya ngelahirin Jingga, hampir berbarengan juga dengan dua adik ceweknya pak ayah, beda-beda sebulanan gitu deh, dan ternyata ketiganya sama-sama wedhok! Berhubung lahiran dua adik ipar ini saling berdekatan waktunya, jadilah si saya selaku kakak ipar yang baik hati dan tidak sombong langsung berburu kado. Toko-toko perlengkapan bayi satu per satu dimasukin. Bingung juga sih, mau cari kado apaan. Kadang yaa dibelikan apaa gitu, eh udah pada punya. Kan jadi mubadzir kalo gak kepake. 

Jadilah saya nelpun adik-adik ipar saya dan bertanya, pengen dikasih apa? Gak dosa dong yaa nanya begitu? Eh mereka sendiri malah bingung mau dibeliin apaan. Yasudahlah, gampang deh ntar, kalo udah di toko perlengkapan bayi. Pengennya sih beliin jaket atau topi mungil gitu, kan dipakenya agak lama yaa. Kalo gendongan, alhamdulillah sudah saya kirim sebelum lahiran. 

Saturday, April 12, 2014

Obrolan Penting

Beberapa percakapan (gak) penting di rumah ijo.

Ayah      : Ma, liat si Ipul gak, barusan lewat.
Saya       : Si Ipul?
Ayah      : Iya, si Ipul. Jam segini baru berangkat kerja dia.
Saya       : O… Ipul… -- diem --  lalu nyanyik pelan “O Ipul dan ayah, selamat pagi… Kupergi sekolah sampaikan nanti…”
Ayah      : -- ngakak --  :p

Pinter yaa si saya bikin plesetan…:p

^^^

Si saya lagi motong-motong bawang di talenan.

Una        : Ma, beli mobil yuk.
Saya       : Iyaa, ntar yaa kalo uangnya udah ngumpuul.
Una        : Emang berapa ma harganya mobil?
Saya       : Ya mahaaal… Makanya Una nabung yaa. Etapi kenapa gitu kok pengen banget beli mobil?
Una        : Biar bisa nonton TV. Tadi Una liat ada mobil yang ada TVnya. Kayak mobil tante Eli. Abisnya mama sih, gak beli TV.
Saya       : Zzzz… zzzz… zzzzzz…. *gergaji talenan*

Ini sebenernya mau TV, apa mobil, Unaaaa???

^^^

Ayah      : Tikus di rumah ini aneh ya ma, kok dia bisa lompat?
Saya       : Hasil perkawinan emaknya ama kodok di garasi kali yah…
Ayah      : Gitu ya? Atau dia jijik ama lantainya kita, gitu, sampe mesti lompat-lompat?
Saya       : Berarti tikusnya gak ngaca yah. Yang harusnya jijik itu kan kita ya? Gak bisa move on berarti.
Ayah      : He’eh.


Dan pembicaraan ini terjadi, believe it or not, sambil ngopi dan ngemil muffin -_-“

Perihal Jarig dan Hijrah



Keriweuhan di rumah ijo seminggu (atau lebih?) ini bener-bener bikin saya gak bisa nulis apapun di blog. Padahal banyaaak banget yang pengen diceritain.  Mulai dari Gaza yang sakit flu, yang nular dari kakak-kakaknya, trus yang dia gak mau diletakin begitu aja di kasur kalo gak ditemenin, ditimang atau digendong sementara bobotnya masyaAllah banget. 

Ada kapanan tuh si Ndundut ini tengah malem menjelang subuh yang gak mau bobok, nangis kayak ada yang sakit atau gak enak gitu, padahal matanya udah ngantuk berat. Akhirnya saya nyerah, saya pakelah gendongan jarig demi bikin dia bobok. Dan iya, dia memang akhirnya bobok, jam 4 pagi, di dalam gendongan jarig, dan si saya pun ikut tertidur dengan posisi duduk nyender ke tembok :D Padahal saya paliiiing gak betah kalo gendong anak pake jarig. Salut deh sama ibu2 yang bisa gendong anaknya sampe kemana-mana dan berjam-jam ngegendong anaknya pake jarig (termasuk mama sayaaaa *peluk mama dari jauh*). 

Monday, March 31, 2014

Cerita Tentang SEBLAK dan Resepnya


Setelah beberapa pekan beredar di IG, akhirnya saya terpanggil juga untuk latah bereksperimen. Seblak. Aneh ya namanya? Awalnya saya pikir ini masakan asalnya dari Jawa Tengah atau Jawa Timuran gitu. Ya gak tau juga sih kenapa bisa kepikiran begitu, mungkin karena saya pikir penyebutannya bakal pas kalo pake logat Jawa gitu kali ya. Pas saya tanya pak ayah, beliau bengong dan geleng-geleng kepala, dan bilang “baru denger sekarang, de’, nama itu…” *eeaaa nama itu katenyee…

Eeeh ternyata ini masakan aseli dari Jawa Barat pemirsaaa. Yabis kalo temen-temen pada posting foto seblak, gak ada sih yang cerita asal muasal masakan ini. Gugling, dan akhirnya nemu resep ini, sekaligus paham bahwa seblak ini kuncinya ada di kencur dan banyak cabe. Kalo gak ada kedua unsur tadi, maka gak lulus seleksi untuk mendapatkan predikat seblak. Halah. Makasih ya mbaak resep dan penjelasannya tentang si seblak ini ;-)

Friday, March 28, 2014

Totally Blue and Random Post --



Begini, kalau kau punya anak dan kau terlalu sibuk dengan nasi yang ditanak di dapur atau debu yang menempel di pojok-pojok lantai atau noda susu di atas meja makan, di situ, di sudut yang lain itu, anakmu sibuk menunggu matamu membalas tatapannya dan untuk menunjukkan gambar matahari dan kupu-kupu di buku gambarnya. Sial, lagipula sejak kapan seonggok debu menjadi lebih penting daripada binar mata yang menunggu?!

Lalu kalau kau terlalu sibuk dengan media sosialmu dan notifikasi email masuk tanpa henti dari milis parenting yang kamu ikuti, kenyataan bahwa anakmu ada di sampingmu dan menunggu untuk kamu dengarkan ceritanya di sekolah hari ini tidakkah membuatmu cukup tampak konyol dan menyedihkan?

Kalau kau galau tidak bisa me time dengan setumpuk buku yang baru kau beli di pameran buku kemarin, maka tubuh kecil itu sedang rindu untuk kau peluk dan kau bisiki bahwa kau bangga padanya.

Seperti tweet Pidi Baiq kemarin yang berhasil membirusendukan hati. "Anakmu memang butuh uang, tapi dia lebih butuh bangga siapa orang tuanya"

Jangan menunggu sampai dia pergi dan kemudian kamu menyesal lupa memeluknya. 

Dan jangan menunggu dia bangun tengah malam untuk sekedar bertanya “Mama sayang gak sama aku?” di tengah isak kesepiannya.

***

Dengan segala keterbatasanku, dengan segala kekuranganku, maka detik ini, memohon kepada Tuhan sepertinya masih masuk akal, agar untukku diberikan tangan-tangan yang panjang yang bisa memeluk kalian semua di saat bersamaan, meminta waktu sehari lebih dari 24 jam agar kita punya waktu lebih panjang, hati seluas samudera untuk mencintai kalian sesempurna-sempurnanya, agar tidak ada lagi tanya “Mama sayang gak sih sama aku?” , agar kebersamaan kita tidak diganggu oleh cucian piring, tumpukan baju dan gumpalan debu di pojok ruangan.

Maka demikianlah, kalau-kalau aku tidak sempat mengatakan kepadamu, atau menjawab tanya tengah malammu, atau membalas pelukanmu, atau mendengarkan celotehmu, atau menyimak cerita tentang ibu guru baru di sekolah atau tentang si jelita berjilbab yang tomboy yang menarik perhatianmu, perbolehkan aku menyampaikannya.

Maafkan. Untuk keterbatasan. Untuk kekurangan. Untuk masa lalu. Untuk saat ini. Untuk besok. Untuk sepanjang hidupmu.

**entah karena pelukan ayahmu sedemikian erat atau sesal yang membuncah akibat peristiwa-peristiwa masa lalu atau karena terlalu banyak kopi, I just cried...**

--postingan dibuat 3 malam yang lalu--

Tentang Tradisi Bapukung Itu

Bapukung ala suku Banjar dan Dayak

Sampai usianya di hampir 7 bulan ini, Gaza masih suka diayun boboknya. Diayun yang saya tulis di sini adalah tradisi masyarakat Banjar menidurkan anak bayi yang menggunakan jarig, yang diikat ke tali nilon tebal, lalu dipaku kuat ke plafon. Biasanya di bagian atas, diletakkan per yang bisa bikin ayunannya naik turun elastis, jadi gerakan ayunan bukan hanya ke depan dan ke belakang, tapi bisa naik turun teratur juga.

Nah biasanya niih, Gaza tuh senengnya diayun di siang hari, apalagi kalau cuaca sedang gerah-gerahnya, asal emaknya sabar nungguin sembari bokongnya ditepuk-tepuk, ayunannya naik turun teratur karena keberadaan per di talinya, Gaza bakalan nyenyaaak boboknya. Dan uniknya, anak lanang ini paling seneng diayun sembari disenandungin mamanya. Jangan tanya gimana merdunya suara mamanya yaa, hehehe, tapi konon katanya bayi itu terbiasa dekat dan mendengar suara ibunya, jadi ketika tidurnya gelisah, dengan adanya suara ibunya, dia akan kembali tenang dan tidur nyenyak. Tapi hati-hati yaa, seringnya kalau bayi sudah mulai lasak tidurnya, dia bisa jatuh dari ayunannya. Nah, mengantisipasi hal ini, pak ayah bikin ayunannya tepat di atas kasur, jadi kalau jatuh pun, insyaAllah aman.

Thursday, March 27, 2014

Balada Tante Tukang Jaga Warnet

Buku catatan punya Cozyshop itu sudah dipenuhi gambar-gambar
begini. Duo gadis itu selalu minta digambarin diri mereka sendiri, lalu mereka warnai.
NOTED pake capslock : HARUS CANTIK YA MA!


Alkisah, di sebuah warnet, anak gadis kecil bau kencur -- yaa kira-kira kelas 5 eS De gitu deh -- datang pake sepeda warna pink, dengan wajah semringah.

Tukang jaga warnet saat itu adalah seorang tante yang emang bawaan dari orok demen komen sentimen sama hobi orang yang rada-rada nyeleneh.

"Tante, mau ngeprint..." 


"Ngeprint apaan De?" 

"Foto-fotonya #@$~), ¢₩¤%§ sama ®©^¿%¡ tante..." 

"Hah? Foto siapa?" 

"Ish itu nah aktor drakor! Tante nih kudet banget deh!" 

"Oooh... aktor drama korea tho" 

"Iya tante, yang cakep-cakep itu! Cariin di gugel ya Tante..."


Whatever lah. Yang penting kamu bawa duit buat bayar ya De. Muhahaha...

~~~

*sambil milihin foto-foto aktor korea di gugel untuk di save as dan kemudian dicetak di kertas foto, entah siapa namanya dan dari planet mana mereka berasal*

"Yaaaa ®£%¿™₩« kok kamu sekarang jelek sih? Biasanya unyu deeeh..." si anak bau kencur itu mulai bergumam sendiri sembari milihin foto. "Oya? Emang jelek keleus mukanya..." <-- komen sentiman si tante tukang warnet  dengan pedesnya.

"Iiih cakep tauk tantee..." bibir maju dan mata mulai melotot ke tante sentimen.

"Tau gak sih De, aktor drakor itu cakepnya kan karena oprasi plastik semua. Tuh liat, mukanya bening gitu. Udah gitu sama semua lagi mukanya. Percaya deh, plastik tuuuh....!" <-- untung ya kliennya anak cewek bau kencur, nah kalo abege labil yang hobi galau dan ngambek, trus dia kabur dan gak bayar???

"Iiiiiih enggaaak tante. Si @$%+*# tuh yaa emang udah cakep dari bayi. Aku udah pernah lihat profilnya di majalah @$%~)? dulu... mana ada tuh oprasi plastik. Hoax mah tuh tante! Hoax!" si anak bau kencur mulai meradang, memandangi tante sentimen dengan wajah dengan-kekuatan-bulan-akan-menghukum-tante-dan-siap-membela-kebenaran.

Mati dah. Ngalah yoo tanteee... Ngalaaah...!

Entah dikasih makan apa kamu sama emak bapakmu di rumah, kok bisa sengeyel ini. Yowislah, sakkarepmu, yang penting bayar.

-.-"


Berhubung di IG lagi hits OOTD, saya mau latah.
Ini OOTD episode anak bau kencur minta print foto aktor drakor :D

Saturday, March 22, 2014

Milestone?


Aaaaaaaak udah hari ke berapa aja nih Gaza dapet MPASI???

Iya iyaaaa seminggu ini bener-bener gak ada keinginan untuk nulis apapun. Seperti yang udah saya ceritakan, sayanya memang lagi gak fit, dan Alhamdulillah tempo hari udah dibekam, insyaAllah sekarang enakeun…J


Jadi, udah hari keberapa iniii? Banyaaak banget yang saya mau ceritakan perihal si anak Lanang bungsu ini, selain perihal MPASInya. Kalo kata orang sekarang, milestone yah? Iyaa pokoknya gitu deh.

Friday, March 21, 2014

Perihal Akikahan Gaza #latepost



Sudah satu minggu berlalu sejak akikahannya Gaza, saya belum cerita apa-apa yah perihal itu. 
Jadi, Jumat lalu, Gaza akikahan dooong... Tapi gak seperti akikahan untuk anak cowok yang biasanya pake kambing jantan 2 ekor, ini kemarin cuma 1 ekor, nyicil ceritanya mak  – bilang aja gak kuat beli 2 ekor ahahaha…


Nanti ya Nak kalo ayah dan mama berkelebihan rejeki, kita beli kambing satu lagi... Kemarin sih rencana pak ayah kambing satunya dilunasi saat Gaza sunatan kelak. 


Semoga Allah kasih mama dan ayah usia panjang, cukup rejeki dan kita bisa beli kambing satu lagi buat Gaza yes? Iya deh, sekalian doanya yaa biar bisa beli kambing bahkan sapi buat kurban anak-anak… Aamiin aamiin ya rabbal aalamiin...


Tuesday, March 18, 2014

Bekam Lagi dan Tulang Belakang Itu...



Alhamdulillah, pagi ini saya berbekam lagi. Aaaaah enteng sudah. Jadi selama beberpa minggu terakhir ini, sakit tengkuk dan kepala bagian belakang saya semakin menjadi. Udah lama banget memang gak berbekam, terakhir bekam kan pas hamil Gaza, seperti yang saya ceritain di sini. Fiiuhhh, enaaak banget deh ketemu tangan mbak terapisnya yang gape mijet dan membekam. Rasanya pengen lama-lama deh dipijetnya, hehehe. Asli, badan rasanya remuk redam. Mau posting apapun yang ada di kepala, rasanya beraaat banget. Nunggu Gaza bobok, eh sekalinya doi bobok, si sayanya ikutan tepar.


Jadi temans, sudah pernah berbekam belum? Coba deh, insyaAllah enteng dan mujaraaab banget nyembuhin sakitmu. Tapi inget yaa, kesembuhan datangnya hanya dari Allah, bekam ini hanyalah mediaNya menyembuhkan sakitnya kita ;-) 

Tuesday, March 11, 2014

Tentang Nota Kredit dan Mengejar Akhirat


"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengangumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (Al Hadid : 20)

***

Monday, March 10, 2014

Perihal Pasta Maker dan MPASI Gaza


Sudah lamaaa banget pengen punya gadget baking yang satu ini. Iissh telat yak. Dulu pernah punya, lungsuran dari mama saya. Tapi ya itu, penyakit alat ini nih klasik banget, gampang berkarat. Hiks. Dan saya gak pernah berhasil menyelamatkan gadget mama saya itu. Padahal sayang loh, harganya mayan mihil buat emak dengan kasta seperti saya ini :p

Thursday, March 06, 2014

MPASI Gaza Hari Kedua

Sarapan Gaza pagi ini berlangsung aman dan damai. Gaza suka pisang-pepaya-ASIP-nya. Habis tak bersisa. Alhamdulillah… Tapi untuk makan siangnya, drama banget hiks…

Jadi sepertinya Gaza itu gak suka kacang ijo. Hiks… tadi tuh buburnya dilepehin, abis tu nangis dan buang muka kalau disodori sendok. Huhuhuuu… yasudahlah, stok kacang ijonya dibikin burjo aja.

Gini nih kalau mamanya nepsong banget mau masukin ini itu ke makanan anaknya. Padahal sih dulu kakak-kakaknya gak ada tuh yang bermasalah sama kacang ijo. Ah si mama nih minta dikeplak pake serbet, bisa-bisanya ngebandingin Gaza sama kakak-kakaknya. Ya gak sama lah seuuuuussss…


:’(

Yang ini lulus test. Gaza suka banget!


Tetot! Kacang ijo-nya blacklist dulu.

Wednesday, March 05, 2014

MPASI Perdana Gaza!

Whoa, hari pertama MPASI Gaza!

Jadi sejak kemarin, sudah mempersiapkan berbagai alat tempur dan bahan MPASI nan fenomenal ini. Mulai dari saringan bubur halus dari stainless steel (mahal ya bow, 35 ribu saja, hiks…) sampai koleksi kacang-kacangan berupa kacang hijau dan kacang merah, trus beras merah organik, buah-buahan murah meriah macam pisang dan pepaya, labu parang alias waluh, sampai wortel, kentang endesbre endesbri. Padahal baru usia 6 bulan ya kaka… Aah si mama emang lebei deh ---- kalau Gaza bisa ngomong mungkin bakalan bilang begitu yaa… Maafkan mama ya Nak, ini semua demi Gaza kok, biar Gaza sehat, daya tahannya oke, trus mau kuman-kuman apapun berseliweran, Gaza bisa tangkis dengan tendangan dahsyat. Hag desh! :-D

Tuesday, March 04, 2014

Cerita Untuk Semesta : Tentang Tidak Saja Hanya Melihat Ke Langit



Jadi ternyata, mama sudah lama tidak berkisah apapun padamu, ya Nak... Maafkanlah. Tidak akan mama mengarang-ngarang alasan untuk tidak menulis untukmu. Tidak nak. Yah, kalau ayah bilang, semua memang berawal dari niat. Gak ada niat, mau laptop setipis dan seenteng apapun, atau PC dengan processor sekelas AMD Athlon II di Cozynet, bakalan berkedip-kedip saja cursor di layar. Masih untung tidak hang.


Jadi nak, besok, 5 Maret, genap 6 bulanmu. Berbeda dengan 5 kali ulang bulan sebelumnya, kali ini mama sedikit nervous. Bagaimana tidak, besok hari pertamamu makan MPASI! 




Thursday, February 27, 2014

Tentang Mastitis dan Helm



Baru ini ngerasain mastitis. Aaak apa pula ituuuh? Saya juga baru tahu. Pernah sih baca sekelebatan gitu di grup ASI, tapi yagitu, kelewat begitu aja. Ah, sekarang saya mengalaminya pemirsah. Errr gak nanya dokter juga sih, ya, tapi sepertinya gejala yang saya alami ya mirip sama mastitis. Apa mastitis ituh? Masih sodaraan sama mastatang kah? Hiks, garing ya bow. Info lengkapnya ada di mari ya Kakaa…

Jadi sejak semalem, badan saya mendadak meriang gitu, kepala juga pening banget, yakarena flu juga sih (etdah flu lagih? Penyakitan amat yak…). Heran yaa, secara saya tu biasanya drop di saat-saat menjelang PMS saja, ini kok bukan masanya PMS drop maniiing…? Iya iyaa saya ngaku, seminggu ini gak nyentuh kapsul habbatussauda dan sari kurma. Bukaan, bukan Karena lupa, karena tiap malam sebelum tidur saya atau pak ayah rutin kasih asari kurma ke anak-anak, tapi yaitu, entah kenapa saya gak ikutan minum. Dan. Drop lah saya. Hiks… “Mau minum habbat sebotol juga udah kasep mamaaa, kan udah sakit!” petuah si ayah tadi pagi. Ihiks.. Eh apa jangan-jangan saya emang lagi PMS ya? *gak konsisten*

Friday, February 14, 2014

photoshoot by badi -- diambil saat mama mau dibawa berobat... so, what did you think about, ma?

Jadi, mamaku, cepatlah sembuh...
:'(

Wednesday, February 05, 2014

The Fabulous Tabalong Ethnic Festival

Tabalong Ethnic Festival hari Minggu kemarin itu lumayan seru. Sempat ambil banyak foto, tapi ya gitu deh, hanya beberapa yang lumayan oke untuk ditampilin di sini... Hehe. Tapi insyaAllah sudah cukup mewakili semua peserta parade.
Jadi, yang penasaran  seperti apa sih pakaian adat khas Dayak dan Banjar, suku mayoritas di Kalimantan Selatan ini, ini foto-fotonya. Cantik-cantik dan unik bukaaan?


Tuesday, February 04, 2014

Jadi, Keep Stronger!



Assalamu’alaikum J

Postingan sebelumnya terbaca lebay yah, hehe... YGD kalo saya lagi kumat galaunya, segala kata dan kalimat diketik sekiranya bisa bikin hati tenang. Jadi, pak ayah sekarang sedang mengemban tugas negara mengawal si mama yang sedang berobat ke RSPT Jakarta, sehubungan dengan semakin sakitnya lutut kanan beliau. Bengkaknya bertambah parah, demam di  sekitar lutut pun semakin menjadi. Saya gak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi pada mama saya. Yang pasti, beliau memang sudah sepuh, osteoporosis, dan lutut kanan beliau gak bisa dilipat dan rasanya sakit sekali L

Nah, pak ayah kebagian tugas mengantarkan (awalnya) – namun pada kenyataannya, di Jakarta kakak-kakak gak siap dengan kedatangan mama, kakak saya yang satu, suaminya ini sedang dalam pengobatan (cepat sembuh ya Kak...:( ), dan yang satu juga karena satu dan lain hal gak bisa total merawat mama. Jadilah, pak ayah tertahan di sana sementara menunggu bala bantuan tambahan datang (yang sampai detik ini belum juga ada), untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

Monday, February 03, 2014

Seperti Halnya Aku - Sedang Belajar Bertahan



Suamiku, bahwa sekarang kau berada jauh dari raihku, tak lain hanyalah bagian dari rencanaNya yang kita sendiri belum tahu apa maksudnya. Mungkin, ya – mungkin saja Allah memang sedang meminjam tanganmu, untuk menjadi perpanjangan tanganNya, memegangi seseorang bernama mama, yang sedang tanpa daya. Atau mungkin saja, Allah sedang meminjam kakimu, untuk menjadi kaki seseorang bernama mama, yang sedang lemah tanpa asa. Atau, ya, atau mungkin saja, Allah sedang meminjam hatimu yang baik itu, untuk meredam resah gulana seseorang bernama mama, yang sedang khawatir kalau-kalau meja operasi merenggutnya atau mesin misterius memotong kaki kanannya.



Demikian – ketika engkau berhadapan dengan banyak pilihan yang terlihat mustahil, maka kau memiliki pilihan : memilih yang paling masuk akal – ataukah tidak memilih sama sekali.
Karena, hei teman, tidak memilih itu, adalah bagian dari pilihan  J

Friday, January 24, 2014

Tentang Gagal Fokus :(



Saat ini saya sedang bermasalah dengan diri saya sendiri. Susah fokus. Susah mengikuti rule. Beberapa kali ikut haloqah juga tak kunjung membuat saya ‘lurus’, pertanyaan-pertanyaan di kepala saya berlompat-lompatan tanpa henti menuntut jawaban, namun saya gak kunjung puas dengan jawaban yang ada.  Saya yakin, yang bermasalah sebenarnya adalah saya, bukan siapapun…L

Jadi, untuk saat ini, saya ingin ada ‘jeda’ dulu dari segala macam kegaduhan di kepala saya. Saya ingin menata kembali hati dan pikiran saya. Sudah terlalu banyak yang masuk ke kepala namun kemampuan saya memfilter masih sangat minim. Facebook sudah saya deaktive-kan. Twitter juga sudah lama gak saya tengokin. Saya sudah benar-benar kewalahan dengan hiruk pikuknya, hehe… Masih sih sosmed-an, tapi yang minim prokon. Masih aman sejauh ini, haha. Ibarat bejana, kepala saya ini sudah terlampau penuh, sampai tumpah ruah isinya.

Thursday, January 23, 2014


credit

@jokisworo Butuh kejelian untuk memilah-memilih hal yg sungguh baik di antara hal-hal yg tampak baik. #jokis

Ladang Harta Karun Bernama Tanjung Tabalong



Assalamu’alaikum J


Nusantara sedang bersedih L Banjir di mana-mana, pengungsi berkumpul di berbagai tempat dengan wajah sedih dan cemas, lautan sampah sudah seperti sahabat. Dan parahnya, berita ini sudah terlalu mainstream untuk sebagian kalangan, bahkan tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk kepentingan golongan tertentu. Tetapi sudahlah, yaa. Mau pake atribut apapun, yang penting saat ini adalah galang rasa empati, pupuk kembali persaudaraan, dan yang terpenting, dengarkan kata nurani *halah bahasanya.

Walaupun gak ikut merasakan banjir, saya bersedih atas bencana ‘langganan’ ini L

Kalimatan Selatan tempat saya tinggal, khususnya Tanjung Tabalong, sampai beberapa tahun yang lalu masih merupakan wilayah aman dari banjir, karena memang waktu itu hutan di sini masih lumayan terjaga. Semakin ke sini, kami mulai dihinggapi resah. Berita demi berita sungai meluap tak terkendali, warga kebanjiran hingga melumpuhkan infrastruktur, ah ini mah baru-baru saja adanya. Bikin galau saja, hehe.

Sunday, January 19, 2014

Mitnite Grumbling

-- abaikan judul berbahasa entah di atas --

Flu itu gak enak :'(

Jadi, kalau flu itu kamu bakalan selalu merasa mengantuk dan lemes, bonus kepala pening.
Ngantuknya itu bukan ngantuk kalau mau bobok siang atau ngantuk gegara nungguin tukang baso lewat, bisa ditolerir. Ngantuknya orang flu itu ya WAJIB tidur, tidak bisa tidak, dan ngantuk ini tuh kalau diturutin tidur, pasti bakalan enak banget deh, nyenyak pol, secara ngantuknya aja udah fly...

Tapi.
Ya tapi ya tapii.. Gak bisa, sodara-sodaraaaa... Gaza gak bersedia jadi partner in crime bobok manis dan nyenyak.
Gaza gak mau duet bobok sama mama. Gaza pengennya main, gegulingan di kasur, muter sana muter sini, dan matanya berbinar-binar, gak terlihat ngantuk sedikitpun.

Dan di sinilah saya. Ngantuk. Tapi gak bisa tidur. Idung sentrup-sentrup meler. Kepala pening. Dengan henpon di tangan. Melirik tajam ke ayah, una dan jingga yang lagi ngorok di atas penderitaan si mama.

Okeee puas-puasin aja tidurnya. Besok mama gak bakal masak!

Dan dijawab serempak : teruuuus kenapa?!!

:'(

Friday, January 17, 2014

Tentang Wifi dan ASI

Akhirnyaaaa... Wi fi resmi terpasang dengan manisnya di rumah hejo milik keluarga Badi. Uuuu yeaaaahhh akhirnya bisa ngonlen sana sini oke, mau di kamar kah, mau sambil masak kah, gak perlu duduk manis di meja belajar dekat kabel sepidi lagi. Dan yang pasti, gak perlu boros-boros beli pulsa internet buat hape lagi. Telaaaat. Ahaha... gak apa-apa deh, better late than ngebolos. Yes? *Kecup pak ayah dulu. Makasiiih sayaang...

Another wishlist yang kesampaian minggu ini adalah baby carrier-nya Gaza udah nyampe dengan selamat sentosa. Selamat tinggal pegel bahu. Hay hay encok punggung, haha. Ternyata di usia 4 bulan ini si Gazandut udah 7,8 kilo aja dong BBnya. Mama udah gak kuat ngegendong pake gendongan sling. Pegeeeel. Apa kabar baby wrap? Masih kepake, tenang ajaa... Bisa buat cadangan kalo si baby carrier turun mesin *maksut?

Wednesday, January 08, 2014

Tentang Si Lulu Dan Baju Bekas


“Hiduplah Untuk Memberi yang Sebanyak-banyaknya, Bukan untuk Menerima yang Sebanyak-banyaknya. (Pak Harfan)”― Andrea HirataLaskar Pelangi.
Siang tadi, pakaian kering menumpuk seember gede. Pengen nyetrika kok ya malees, gak disetrika kok ya bakalan tambah numpuk. Aaarrgghhh… akhirnya saya mutusin untuk nyetrika itu pakaian. Start nyetrika mulai jam 11 siang, selesainya jam 15 sore. Eeaaa lama dooong. Yakale, nyetrika disambi ngeganti celana Gaza yang kena ompol, makan siang, nyuapin 2 gadis, ngelonin Gaza juga. Masak gak? Enggaaak, pak ayah dengan baik hatinya…beli. Ahaha…

Di tengah tumpukan pakaian, ingatan saya terbang (ceilee terbang) ke seorang teman si kaka Una bernama Lulu (bukan nama asli. Karena nama aslinya adalah Lala *eeaaaa malah dikasih tauk). Sebagian baju yang dipake Una dan Jingga sekarang, adalah warisan dari Lulu. Jadi, Una dan Lulu itu sebaya, tapi badannya Lulu ituu hampir dua kali lipatnya si Una. Ini si Lulu yang terlalu maksimal ato Una yang terlalu mini yaa. Hahaha.

Tuesday, January 07, 2014

Dicuekin Itu Sakiit, Jenderaaaal...!!!

Assalamu’alaikum :D

Sebenarnya ini udah ditulis sejak 2 hari yang lalu, namun karena keterbatasan waktu dan sinyal internet yang sudah melampaui ambang toleransi (sambit juga nih kalo masih ngomongin toleransi!), jadi baru diposting sekarang. Pemberitahuan gak penting yee sodara-sodara...:p

Hari ini saya melakukan hal penting *sepenting apa siiih...*benerin kacamata 

Jadi, saya baru  nge-leave sebuah grup yang sebenarnya saya gak kenal sebagian besar orang-orang di dalamnya dan saya hampir gak pernah ikut berpartisipasi di sana. Definitely, saya masih dianggap orang ‘eksternal’ di situ (ini saya baru tahu belakangan). Terakhir saya beranikan diri melontarkan sebuah kasus yang udah lama saya pendam dan pengen saya tanyakan di forum itu, namun baru beberapa waktu yang lalu saya berani posting. Dicuekin dong kakaaaa…. Hahahaha…. Gak ada yang jawab pertanyaan saya sampe 2 x 24 jam (kalo di kantor polisi dianggap orang hilang dong kaka hihihi). Kasian kasian kasian. Ngalah-ngalahin Upin dan Ipin deh kasiannya. Payaaahhh….!

Friday, January 03, 2014

2014!



Postingan perdana di 2014. Kemana aaaaaaja Buuuuuuu???

Jadiii ceritanya ingin bersyukuuuur sekali sama Allah Yang Maha Baik atas berkah-berkah yang dikasih sepanjang tahun kemarin. Kemudahan, kesenangan, kejutan-kejutan, ujian, tawa, tangis, sedih, semuanya. Mulai dari kehamilan, kelahiran, berbagai konflik, berbagai keputusan, berbagai perubahan rencana, berbagai pengganti yang tak terduga dari apa-apa yang hilang.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...