Monday, February 03, 2014

Seperti Halnya Aku - Sedang Belajar Bertahan



Suamiku, bahwa sekarang kau berada jauh dari raihku, tak lain hanyalah bagian dari rencanaNya yang kita sendiri belum tahu apa maksudnya. Mungkin, ya – mungkin saja Allah memang sedang meminjam tanganmu, untuk menjadi perpanjangan tanganNya, memegangi seseorang bernama mama, yang sedang tanpa daya. Atau mungkin saja, Allah sedang meminjam kakimu, untuk menjadi kaki seseorang bernama mama, yang sedang lemah tanpa asa. Atau, ya, atau mungkin saja, Allah sedang meminjam hatimu yang baik itu, untuk meredam resah gulana seseorang bernama mama, yang sedang khawatir kalau-kalau meja operasi merenggutnya atau mesin misterius memotong kaki kanannya.


Bahwa sekarang lehermu terasa dingin tanpa dekapan tangan-tangan kecil bocah-bocah kita, tak lain hanyalah sebuah cara untuk memperkuat yang sudah kuat. Bahwa kadang memang pasir berjatuhan dari sela jari, padahal sejatinya itu untuk kita membangun rumah masa depan, ya, biarkan saja, tak perlu kau pungut, karena sejatinya rencana Allah akan selalu mengalahkan rencana hebat manusia manapun.

Maka bersabarlah, karena memang angin kencang bisa merobohkan, namun juga bisa mengeringkan air mata.

Bahwasanya kau sedang berusaha berprasangka baik, teruskanlah, dan kita akan sama-sama melihat hasilnya nanti. Tidak ada yang sia-sia – pun bongkah kesal dalam hati bisa sama-sama kita lebur dengan dzikir – percayalah, Allah menyukai orang-orang yang menyibukkan lidahnya dengan dzikir.

Bahwa sesungguhnya kau resah dalam tidur karena tidak bisa meraih jemariku seperti biasanya, maka masih ada bait doa yang bisa kau pertautkan di jemarimu, agar kita tidak mati melawan dera rindu. Bahwa ini menjadi ladang ibadah – seperti tadi kau bilang di telepon, maka percayalah – lagi – tidak ada yang sia-sia. Dia – Sang Pengawal dan Pengakhir – tidak pernah ingkar akan janjiNya.


Maka bertahanlah, seperti halnya aku – sedang – belajar bertahan.


"The Scientist"


Come up to meet you, tell you I'm sorry
You don't know how lovely you are
I had to find you, tell you I need you
Tell you I'll set you apart


Tell me your secrets and ask me your questions
Oh let's go back to the start
Running in circles, coming in tails
Heads on a science apart



Nobody said it was easy
It's such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be this hard
Oh, take me back to the start.



I was just guessing at numbers and figures
Pulling your puzzles apart
Questions of science, science and progress
Do not speak as loud as my heart



Tell me you love me, come back and haunt me
Oh and I rush to the start
Running in circles, chasing our tails
Coming back as we are



Nobody said it was easy
Oh it's such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be so hard
I'm going back to the start

7 comments:

  1. Waaa terharuuu mak.ihik :'). Semoga mba sekeluarga selalu dilindungi Allah. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. allahumma aamiin :') makasih yaa Mia ;)

      Delete
  2. mbaaakkk... are you guys okaaayyy....?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kami baik2 saja mbaaaak... ini postingannya rada lebay yaa, hehehe... alhamdulillah semua aman terkendali...:D

      Delete
  3. what happend mbak.. semoga mama baik2 saja

    ReplyDelete
  4. what happend mbak.. semoga mama baik2 saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. allahumma aamiin... iya mbak, semoga beliau baik2 saja...:) makasiii doanya yaa...

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...