Monday, March 31, 2014

Cerita Tentang SEBLAK dan Resepnya


Setelah beberapa pekan beredar di IG, akhirnya saya terpanggil juga untuk latah bereksperimen. Seblak. Aneh ya namanya? Awalnya saya pikir ini masakan asalnya dari Jawa Tengah atau Jawa Timuran gitu. Ya gak tau juga sih kenapa bisa kepikiran begitu, mungkin karena saya pikir penyebutannya bakal pas kalo pake logat Jawa gitu kali ya. Pas saya tanya pak ayah, beliau bengong dan geleng-geleng kepala, dan bilang “baru denger sekarang, de’, nama itu…” *eeaaa nama itu katenyee…

Eeeh ternyata ini masakan aseli dari Jawa Barat pemirsaaa. Yabis kalo temen-temen pada posting foto seblak, gak ada sih yang cerita asal muasal masakan ini. Gugling, dan akhirnya nemu resep ini, sekaligus paham bahwa seblak ini kuncinya ada di kencur dan banyak cabe. Kalo gak ada kedua unsur tadi, maka gak lulus seleksi untuk mendapatkan predikat seblak. Halah. Makasih ya mbaak resep dan penjelasannya tentang si seblak ini ;-)

Friday, March 28, 2014

Totally Blue and Random Post --



Begini, kalau kau punya anak dan kau terlalu sibuk dengan nasi yang ditanak di dapur atau debu yang menempel di pojok-pojok lantai atau noda susu di atas meja makan, di situ, di sudut yang lain itu, anakmu sibuk menunggu matamu membalas tatapannya dan untuk menunjukkan gambar matahari dan kupu-kupu di buku gambarnya. Sial, lagipula sejak kapan seonggok debu menjadi lebih penting daripada binar mata yang menunggu?!

Lalu kalau kau terlalu sibuk dengan media sosialmu dan notifikasi email masuk tanpa henti dari milis parenting yang kamu ikuti, kenyataan bahwa anakmu ada di sampingmu dan menunggu untuk kamu dengarkan ceritanya di sekolah hari ini tidakkah membuatmu cukup tampak konyol dan menyedihkan?

Kalau kau galau tidak bisa me time dengan setumpuk buku yang baru kau beli di pameran buku kemarin, maka tubuh kecil itu sedang rindu untuk kau peluk dan kau bisiki bahwa kau bangga padanya.

Seperti tweet Pidi Baiq kemarin yang berhasil membirusendukan hati. "Anakmu memang butuh uang, tapi dia lebih butuh bangga siapa orang tuanya"

Jangan menunggu sampai dia pergi dan kemudian kamu menyesal lupa memeluknya. 

Dan jangan menunggu dia bangun tengah malam untuk sekedar bertanya “Mama sayang gak sama aku?” di tengah isak kesepiannya.

***

Dengan segala keterbatasanku, dengan segala kekuranganku, maka detik ini, memohon kepada Tuhan sepertinya masih masuk akal, agar untukku diberikan tangan-tangan yang panjang yang bisa memeluk kalian semua di saat bersamaan, meminta waktu sehari lebih dari 24 jam agar kita punya waktu lebih panjang, hati seluas samudera untuk mencintai kalian sesempurna-sempurnanya, agar tidak ada lagi tanya “Mama sayang gak sih sama aku?” , agar kebersamaan kita tidak diganggu oleh cucian piring, tumpukan baju dan gumpalan debu di pojok ruangan.

Maka demikianlah, kalau-kalau aku tidak sempat mengatakan kepadamu, atau menjawab tanya tengah malammu, atau membalas pelukanmu, atau mendengarkan celotehmu, atau menyimak cerita tentang ibu guru baru di sekolah atau tentang si jelita berjilbab yang tomboy yang menarik perhatianmu, perbolehkan aku menyampaikannya.

Maafkan. Untuk keterbatasan. Untuk kekurangan. Untuk masa lalu. Untuk saat ini. Untuk besok. Untuk sepanjang hidupmu.

**entah karena pelukan ayahmu sedemikian erat atau sesal yang membuncah akibat peristiwa-peristiwa masa lalu atau karena terlalu banyak kopi, I just cried...**

--postingan dibuat 3 malam yang lalu--

Tentang Tradisi Bapukung Itu

Bapukung ala suku Banjar dan Dayak

Sampai usianya di hampir 7 bulan ini, Gaza masih suka diayun boboknya. Diayun yang saya tulis di sini adalah tradisi masyarakat Banjar menidurkan anak bayi yang menggunakan jarig, yang diikat ke tali nilon tebal, lalu dipaku kuat ke plafon. Biasanya di bagian atas, diletakkan per yang bisa bikin ayunannya naik turun elastis, jadi gerakan ayunan bukan hanya ke depan dan ke belakang, tapi bisa naik turun teratur juga.

Nah biasanya niih, Gaza tuh senengnya diayun di siang hari, apalagi kalau cuaca sedang gerah-gerahnya, asal emaknya sabar nungguin sembari bokongnya ditepuk-tepuk, ayunannya naik turun teratur karena keberadaan per di talinya, Gaza bakalan nyenyaaak boboknya. Dan uniknya, anak lanang ini paling seneng diayun sembari disenandungin mamanya. Jangan tanya gimana merdunya suara mamanya yaa, hehehe, tapi konon katanya bayi itu terbiasa dekat dan mendengar suara ibunya, jadi ketika tidurnya gelisah, dengan adanya suara ibunya, dia akan kembali tenang dan tidur nyenyak. Tapi hati-hati yaa, seringnya kalau bayi sudah mulai lasak tidurnya, dia bisa jatuh dari ayunannya. Nah, mengantisipasi hal ini, pak ayah bikin ayunannya tepat di atas kasur, jadi kalau jatuh pun, insyaAllah aman.

Thursday, March 27, 2014

Balada Tante Tukang Jaga Warnet

Buku catatan punya Cozyshop itu sudah dipenuhi gambar-gambar
begini. Duo gadis itu selalu minta digambarin diri mereka sendiri, lalu mereka warnai.
NOTED pake capslock : HARUS CANTIK YA MA!


Alkisah, di sebuah warnet, anak gadis kecil bau kencur -- yaa kira-kira kelas 5 eS De gitu deh -- datang pake sepeda warna pink, dengan wajah semringah.

Tukang jaga warnet saat itu adalah seorang tante yang emang bawaan dari orok demen komen sentimen sama hobi orang yang rada-rada nyeleneh.

"Tante, mau ngeprint..." 


"Ngeprint apaan De?" 

"Foto-fotonya #@$~), ¢₩¤%§ sama ®©^¿%¡ tante..." 

"Hah? Foto siapa?" 

"Ish itu nah aktor drakor! Tante nih kudet banget deh!" 

"Oooh... aktor drama korea tho" 

"Iya tante, yang cakep-cakep itu! Cariin di gugel ya Tante..."


Whatever lah. Yang penting kamu bawa duit buat bayar ya De. Muhahaha...

~~~

*sambil milihin foto-foto aktor korea di gugel untuk di save as dan kemudian dicetak di kertas foto, entah siapa namanya dan dari planet mana mereka berasal*

"Yaaaa ®£%¿™₩« kok kamu sekarang jelek sih? Biasanya unyu deeeh..." si anak bau kencur itu mulai bergumam sendiri sembari milihin foto. "Oya? Emang jelek keleus mukanya..." <-- komen sentiman si tante tukang warnet  dengan pedesnya.

"Iiih cakep tauk tantee..." bibir maju dan mata mulai melotot ke tante sentimen.

"Tau gak sih De, aktor drakor itu cakepnya kan karena oprasi plastik semua. Tuh liat, mukanya bening gitu. Udah gitu sama semua lagi mukanya. Percaya deh, plastik tuuuh....!" <-- untung ya kliennya anak cewek bau kencur, nah kalo abege labil yang hobi galau dan ngambek, trus dia kabur dan gak bayar???

"Iiiiiih enggaaak tante. Si @$%+*# tuh yaa emang udah cakep dari bayi. Aku udah pernah lihat profilnya di majalah @$%~)? dulu... mana ada tuh oprasi plastik. Hoax mah tuh tante! Hoax!" si anak bau kencur mulai meradang, memandangi tante sentimen dengan wajah dengan-kekuatan-bulan-akan-menghukum-tante-dan-siap-membela-kebenaran.

Mati dah. Ngalah yoo tanteee... Ngalaaah...!

Entah dikasih makan apa kamu sama emak bapakmu di rumah, kok bisa sengeyel ini. Yowislah, sakkarepmu, yang penting bayar.

-.-"


Berhubung di IG lagi hits OOTD, saya mau latah.
Ini OOTD episode anak bau kencur minta print foto aktor drakor :D

Saturday, March 22, 2014

Milestone?


Aaaaaaaak udah hari ke berapa aja nih Gaza dapet MPASI???

Iya iyaaaa seminggu ini bener-bener gak ada keinginan untuk nulis apapun. Seperti yang udah saya ceritakan, sayanya memang lagi gak fit, dan Alhamdulillah tempo hari udah dibekam, insyaAllah sekarang enakeun…J


Jadi, udah hari keberapa iniii? Banyaaak banget yang saya mau ceritakan perihal si anak Lanang bungsu ini, selain perihal MPASInya. Kalo kata orang sekarang, milestone yah? Iyaa pokoknya gitu deh.

Friday, March 21, 2014

Perihal Akikahan Gaza #latepost



Sudah satu minggu berlalu sejak akikahannya Gaza, saya belum cerita apa-apa yah perihal itu. 
Jadi, Jumat lalu, Gaza akikahan dooong... Tapi gak seperti akikahan untuk anak cowok yang biasanya pake kambing jantan 2 ekor, ini kemarin cuma 1 ekor, nyicil ceritanya mak  – bilang aja gak kuat beli 2 ekor ahahaha…


Nanti ya Nak kalo ayah dan mama berkelebihan rejeki, kita beli kambing satu lagi... Kemarin sih rencana pak ayah kambing satunya dilunasi saat Gaza sunatan kelak. 


Semoga Allah kasih mama dan ayah usia panjang, cukup rejeki dan kita bisa beli kambing satu lagi buat Gaza yes? Iya deh, sekalian doanya yaa biar bisa beli kambing bahkan sapi buat kurban anak-anak… Aamiin aamiin ya rabbal aalamiin...


Tuesday, March 18, 2014

Bekam Lagi dan Tulang Belakang Itu...



Alhamdulillah, pagi ini saya berbekam lagi. Aaaaah enteng sudah. Jadi selama beberpa minggu terakhir ini, sakit tengkuk dan kepala bagian belakang saya semakin menjadi. Udah lama banget memang gak berbekam, terakhir bekam kan pas hamil Gaza, seperti yang saya ceritain di sini. Fiiuhhh, enaaak banget deh ketemu tangan mbak terapisnya yang gape mijet dan membekam. Rasanya pengen lama-lama deh dipijetnya, hehehe. Asli, badan rasanya remuk redam. Mau posting apapun yang ada di kepala, rasanya beraaat banget. Nunggu Gaza bobok, eh sekalinya doi bobok, si sayanya ikutan tepar.


Jadi temans, sudah pernah berbekam belum? Coba deh, insyaAllah enteng dan mujaraaab banget nyembuhin sakitmu. Tapi inget yaa, kesembuhan datangnya hanya dari Allah, bekam ini hanyalah mediaNya menyembuhkan sakitnya kita ;-) 

Tuesday, March 11, 2014

Tentang Nota Kredit dan Mengejar Akhirat


"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengangumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (Al Hadid : 20)

***

Monday, March 10, 2014

Perihal Pasta Maker dan MPASI Gaza


Sudah lamaaa banget pengen punya gadget baking yang satu ini. Iissh telat yak. Dulu pernah punya, lungsuran dari mama saya. Tapi ya itu, penyakit alat ini nih klasik banget, gampang berkarat. Hiks. Dan saya gak pernah berhasil menyelamatkan gadget mama saya itu. Padahal sayang loh, harganya mayan mihil buat emak dengan kasta seperti saya ini :p

Thursday, March 06, 2014

MPASI Gaza Hari Kedua

Sarapan Gaza pagi ini berlangsung aman dan damai. Gaza suka pisang-pepaya-ASIP-nya. Habis tak bersisa. Alhamdulillah… Tapi untuk makan siangnya, drama banget hiks…

Jadi sepertinya Gaza itu gak suka kacang ijo. Hiks… tadi tuh buburnya dilepehin, abis tu nangis dan buang muka kalau disodori sendok. Huhuhuuu… yasudahlah, stok kacang ijonya dibikin burjo aja.

Gini nih kalau mamanya nepsong banget mau masukin ini itu ke makanan anaknya. Padahal sih dulu kakak-kakaknya gak ada tuh yang bermasalah sama kacang ijo. Ah si mama nih minta dikeplak pake serbet, bisa-bisanya ngebandingin Gaza sama kakak-kakaknya. Ya gak sama lah seuuuuussss…


:’(

Yang ini lulus test. Gaza suka banget!


Tetot! Kacang ijo-nya blacklist dulu.

Wednesday, March 05, 2014

MPASI Perdana Gaza!

Whoa, hari pertama MPASI Gaza!

Jadi sejak kemarin, sudah mempersiapkan berbagai alat tempur dan bahan MPASI nan fenomenal ini. Mulai dari saringan bubur halus dari stainless steel (mahal ya bow, 35 ribu saja, hiks…) sampai koleksi kacang-kacangan berupa kacang hijau dan kacang merah, trus beras merah organik, buah-buahan murah meriah macam pisang dan pepaya, labu parang alias waluh, sampai wortel, kentang endesbre endesbri. Padahal baru usia 6 bulan ya kaka… Aah si mama emang lebei deh ---- kalau Gaza bisa ngomong mungkin bakalan bilang begitu yaa… Maafkan mama ya Nak, ini semua demi Gaza kok, biar Gaza sehat, daya tahannya oke, trus mau kuman-kuman apapun berseliweran, Gaza bisa tangkis dengan tendangan dahsyat. Hag desh! :-D

Tuesday, March 04, 2014

Cerita Untuk Semesta : Tentang Tidak Saja Hanya Melihat Ke Langit



Jadi ternyata, mama sudah lama tidak berkisah apapun padamu, ya Nak... Maafkanlah. Tidak akan mama mengarang-ngarang alasan untuk tidak menulis untukmu. Tidak nak. Yah, kalau ayah bilang, semua memang berawal dari niat. Gak ada niat, mau laptop setipis dan seenteng apapun, atau PC dengan processor sekelas AMD Athlon II di Cozynet, bakalan berkedip-kedip saja cursor di layar. Masih untung tidak hang.


Jadi nak, besok, 5 Maret, genap 6 bulanmu. Berbeda dengan 5 kali ulang bulan sebelumnya, kali ini mama sedikit nervous. Bagaimana tidak, besok hari pertamamu makan MPASI! 




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...