Saturday, April 12, 2014

Perihal Jarig dan Hijrah



Keriweuhan di rumah ijo seminggu (atau lebih?) ini bener-bener bikin saya gak bisa nulis apapun di blog. Padahal banyaaak banget yang pengen diceritain.  Mulai dari Gaza yang sakit flu, yang nular dari kakak-kakaknya, trus yang dia gak mau diletakin begitu aja di kasur kalo gak ditemenin, ditimang atau digendong sementara bobotnya masyaAllah banget. 

Ada kapanan tuh si Ndundut ini tengah malem menjelang subuh yang gak mau bobok, nangis kayak ada yang sakit atau gak enak gitu, padahal matanya udah ngantuk berat. Akhirnya saya nyerah, saya pakelah gendongan jarig demi bikin dia bobok. Dan iya, dia memang akhirnya bobok, jam 4 pagi, di dalam gendongan jarig, dan si saya pun ikut tertidur dengan posisi duduk nyender ke tembok :D Padahal saya paliiiing gak betah kalo gendong anak pake jarig. Salut deh sama ibu2 yang bisa gendong anaknya sampe kemana-mana dan berjam-jam ngegendong anaknya pake jarig (termasuk mama sayaaaa *peluk mama dari jauh*). 


Kapan hari itu, flu anak-anak semakin bikin mereka rewel dan gelisah. Akhirnya saya matikan kipas angin, saya gotong magic com ke kamar, saya masukin air segayung, dan saya tetesin minyak kayu putih dan minyak habbatussauda, lalu saya tunggu sampai mendidih. Awalnya gak kerasa gitu aroma minyak kayu putihnya. akhirnya saya masukin satu tutup botol, dan ternyata sodara-sodara, enak banget aromanya! Jadi kayak terapi nebu gitu di dalam kamar. Alhamdulillah paginya pada enakan nafasnya. Salut deh sama yang punya ide home treatment make rice cooker atau magic com ini. Praktis dan ekonomis. Coba aja kalo mesti beli-beli steamer atau alat untuk nebu sendiri di rumah, bisa-bisa jatah anak-anak jajan dua bulan langsung saya babat habis dengan semena-mena.Hihihih... 

Bay de wei, minggu ini sahabat saya, partner in crime saya semenjak SMA sampai sekarang, mutusin 'hijrah' ke ibukota. Hijrah itu perintah Allah, betul? Hijrah, menuju ke kehidupan yang lebih baik.  Hijrah, agar yang tadinya berserakan menjadi lebih tertata. Hijrah, dari yang tadinya tidak tahu menjadi sebuah pemahaman. Karena tidak akan berubah nasib suatu kaum, apabila dia tidak berusaha mengubahnya sendiri. Jadi, soulmate-ku, partner in crime-ku, teruslah berjalan, jangan berhenti. Karena konon katanya, life is a journey, not destination, yes? I know you know, as always. :')



Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 
An-Nisa : 100

No comments:

Post a Comment

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...