Wednesday, April 23, 2014

Perkara Doa Untuk Anakmu

Pagi ini sembari sarapan ngobrol ngalor ngidul sama pak ayah. Ada berita terbaru perihal kejadian di JIS, katanya, kejadian pelecehan itu bukan hal yang baru terjadi di sekolah kece itu. Ada beberapa pengakuan yang dibuat oleh mantan pelajar JIS, mereka bilang, itu sudah jadi santapan setiap hari murid di sekolah itu, dan katanya lagiii yang melakukan gak cuma para cleaning service, melainkan para guru yang mayoritas bule itu. Dan siang ini saya baru baca status seorang teman, bahwa ternyataaa JIS itu selama 10 tahun (1992-2002) pernah mempekerjakan seorang buron FBI yang terlibat kasus pelecehan seksual puluhan anak-anak! 

Innalillahi wainna ilayhi raji'un :(

Naudzubillahi min dzalik.

Sungguh, saya bergidik ngeri mendengarnya. Terlepas berita tadi benar atau tidak, namun kejadian terakhir benar-benar GONG buat kita para orang tua. Ya, kalau boleh saya berterimakasih dengan terbongkarnya kejadian menyedihkan itu. Kita, para orang tua, setidaknya bisa lebih aware dan benar-benar concern sama masalah ini. Ternyata membayar mahal untuk sebuah sekolah  itu tidak menjamin anak-anak kita terjamin keselamatan diri dan jiwanya. Ternyata dengan membayar puluhan bahkan ratusan juta rupiah demi sebuah sekolah bergengsi dengan status internasional gak lantas kita bisa lepas tangan mempercayakan anak-anak kita dididik dengan benar tanpa terluka sedikitpun psikis dan jasmaninya!


Iya, saya bukan anggota partai atau perkumpulan Islam apapun, namun satu hal yang saya dan pak ayah yakini, ada yang salah dengan sistem pendidikan di negeri ini L

Wahai orang tua, begitu sulitkah untuk memilih sistem pendidikan berlandaskan akidah dan akhlak untuk anak-anak kita? Begitu sulitkah memutuskan untuk memberikan bekal agama yang sungguh-sungguh cukup agar kelak mereka menjadi pribadi setangguh Rasulullah dan para sahabatnya? Begitu sulitnya kah kita mengentaskan ego bernama gengsi untuk menyekolahkan anak-anak kita di sekolah agama nan bersahaja, agar kelak mereka mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya hidup tidak hanya tentang uang dan status? Begitu sulitkah untuk mendekatkan anak-anak kita kepada Allah dan Al Quran?

Sungguh, saya percaya, ketika kita sudah sejak dini sekali menanamkan nilai akidah dan akhlak Islam kepada anak, maka kejadian-kejadian seperti di JIS gak akan pernah terjadi, wallahu a’lam.

Lalu ketika kita sudah berikhtiar dengan pilihan-pilihan terbaik kita, maka jangan pernah mencoba untuk menaruh harapan begitu saja kepada pundak mereka tanpa diiringi doa kita, doa orang tua untuk anak. Jangan pernah berpikir untuk berpesan kepada anak menjadi yang terbaik, tanpa menyelipkan dzikir doa untuk mereka di setiap penghujung shalat, agar mereka menjadi pribadi yang tangguh, memiliki empati yang bertumbuh subur di dalam hati, menjadi pribadi penuh dengan kerendahan hati, diberikan kemudahan dalam setiap langkah, diberikan kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, serta selalu, ya, selalu, berada di dalam penjagaan Allah Azza Wa Jalla. Allahumma Aamiin.
:’(

Zulfi Akmal

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti forum motivasi yang disampaikan oleh seorang pengusaha sukses. Di antara poin terpenting yang saya garis bawahi adalah:
Beliau adalah anak paling kecil dari tujuh orang bersaudara. Semuanya menjadi orang sukses dan berpendidikan tinggi. Padahal ayahnya hanya pedagang kecil-kecilan yang dulu sekolah cuma sampai SMP. Untuk biaya hidup saja tidak memadai, apalagi untuk biaya sekolah dan kuliah. Sedangkan ibunya tidak tamat SD yang sampai hari ini masih buta huruf.
Beliau mengisahkan, sekitar 6 bulan sebelum ayahnya meninggal, ia menyempatkan diri untuk bertanya; apa resep ayahnya hingga bisa mendidik anak-anaknya hingga berhasil? Dari jawaban ayahnya tidak ada kelihatannya yang terlalu istimewa.

Hanya ada dua resep: 

Resep pertama: Semenjak mulai menikah ayahnya membiasakan puasa Senin-Kamis, dan itu tidak ada seorang pun dari anak- anaknya yang tahu. Karena di pagi hari anak-anak sudah pergi sekolah dan mereka tidak tahu apakah ayahnya ada sarapan atau tidak.

Resep kedua: Beliau selalu mendo'akan kebaikan untuk anaknya. Teristimewa di hari ujian. Ternyata beliau menutup dagangannya dan berdiri di atas sajadah melakukan shalat dan berdo'a untuk keberhasilan anaknya. Kedua hal itu tersimpan rapi, tidak ada di antara anaknya yang tahu. Sampai di akhir hayat baru beliau ceritakan. Itupun karena ditanyai.

Pelajaran: Kebanyakan orang tua sekarang dalam mendidik anak mengandalkan kepada fasilitas yang memadai, belanja yang cukup dan pemenuhan segala kebutuhan. Mereka sudah merasa bangga kalau itu semua sudah terpenuhi. Namun mereka lupa untuk bangun di tengah malam untuk mendo'akan anaknya. Tidak sempat meminta kepada Allah untuk kebaikan keturunannya di penghujung shalat mereka. Terlalu sibuk untuk mengiringi kepergian anaknya ke sekolah dengan untaian do'a harapan. Do'a adalah senjata orang muslim. Do'a adalah inti dari ibadah. Dan melalui perantaraan do'alah Nabi Ibrahim memperbaiki keturunannya.


Demikianlah, temans, sampai kapanpun rumus ini sungguh berlaku dalam hidup kita :
"Perbaikilah hubunganmu dengan Allah 'azza wa jalla, niscaya Dia akan perbaiki (mudahkan) hubunganmu dengan manusia."



10 comments:

  1. berkunjung ah, walaupun cuma di blog. ga sempet-sempet mo main ke rumah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbaaaaak udah bikin blog kaaah? yeeaaaay.......:D aku juga udah dari kapanan itu pengeeeen ke rumah mbak Adis, huuhuuu....:(

      Delete
  2. ngeri banget, ya. Padahal penjagaannya keliatannya super duper ketat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, ngeri, horor, sedih, marah,....:(

      Delete
  3. Haru ya baca jawaban ayahnya. Jadi inget ibu sendiri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Miaaa... harus diaplikasikan ke kita juga ini yaa, mudah-mudahan bisa, harus! :)

      Delete
  4. Kisah teladan yg indah mbak :') yang tentang do'a . Saya perlu belajar banyak sepertinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Tante, mudah-mudahan bisa diaplikasikan juga yaa

      Delete
  5. Doa orang tua itu emang mustajab ya mbak, Insya Alloh ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, aku yakin bangeeet itu :)

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...