Thursday, April 24, 2014

Tentang Buku



“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”
― Mohammad Hatta

Sejak kecil, saya pecinta buku. Buku itu udah seperti pintu kemana saja-nya saya untuk melihat dunia. Almarhum abah saya membiasakan saya cinta sama buku sejak saya masih sangat kecil. Kebetulan, dulu, di kantor abah menyediakan aneka buku, majalah sampai komik yang boleh dipinjam bergiliran dari satu karyawan ke karyawan yang lain. Ingat banget, dulu, untuk abah, abah pilih majalah Intisari dan Tempo. Untuk saya dan kakak saya, abah pilih Donal Bebek dan Bobo. Majalah-majalah tadi dipinjamkan kepada kami selama satu minggu, untuk kemudian dipinjamkan kepada karyawan yang lain. Sampai majalah edisi terbaru datang, saya harus menunggu 3 minggu sampai satu bulan. Ah, sebuah penantian yang panjang buat saya, hehehe… yaabes, satu majalah Bobo atau Donal bebek say abaca habis hanya dalam waktu satu hari Kaka. Gimana gak bête nungguin giliran bulan depan?


Majalah Bobo itu sudah benar-benar mendarah daging di saya. Cerita bersambungnya Pak Janggut yang khas banget dengan buntelannya (apa saja ada di dalam buntelan itu, heran deh, sampai-sampai saya berangan-anagn pengen punya buntelan seperti itu hahaha) selalu mendebarkan, Husin dan Asta, Nirmala dan Oki, Bona dan Rongrong, sampai Bobo beserta keluarganya mulai dari Emak, Bapak, Coreng, Bibi Teliti, Paman Gembul, aaah apa kabar mereka? Udah pada move on belum sih? Hahaha… teruuus Donal Bebek, lengkap dengan Guffi, Miki, Mini, Kwek Kwak dan Kwik, Paman Gober, Klarabella, Kiki dan Koko, hiyyaaaa…

Itu jaman SD. Di luar majalah pinjaman tadi, kakak ipar saya secara teratur mengirimkan buku Nina ke saya. Aaah saya cinta Nina! Sayangnya sekarang entah di mana buku-buku itu. Sejak abah membawa saya dan keluarga kami pindah ke Bunyu Kalimantan Timur, saya gak pernah lagi melihat buku-buku itu. Nina, Nina, masih terbit gak sih buku Nina itu? Saya inget banget, Nina itu ilustrasi gambarnya bagus-bagus, terus pakaian cewek-ceweknya modis-modis.

Meningkat ke jaman SMP. Bacaan saya juga bertambah. Kalau kelas majalah, bacaan saya tambah dengan Ananda, saya special langganan majalah ini, karena saya sukaaa dapat bonus poster di bagian tengah majalahnya, poster-poster keren artis-artis gitu deeh…. Sama saja dengan Kawanku, majalah itu selalu bikin saya surprise dengan bonus poster artisnya. Jangan Tanya sama mama saya yaa betapa kamar saya penuh dengan poster artis ganteng-ganteng, ahahaha… yang masih bertahan sampai sekarang, posternya Ben Affleck bonus dari majalah Aneka di jaman SMA saya, masih nempel dengan setia di pintu lemari saya bagian dalam, dan lemari itu memang gak pernah saya pake lagi sejak saya lulus SMA, dan diisi baju-baju jadul mama saya hihi…

Di jaman SMP, saya betah banget baca buku-buku tebel sekelas Enyd Blyton kayak 5 Sekawan, Pasukan Mau Tahu (jadi kangen sama Fatty iniiiih….), sampai cerita gadis-gadis sekolah berasrama macam Mallory Towers dan St. Claire. Aaah apa kabar Darrel Rivers, Felicity, Gwendoline, Alicia, dan bu guru bahasa Prancis galak namun kocak, si Mamzelle?  Lalu ada Trio Detektif-nya  Alfred Hithcock, Sapta Siaga-nya Enyd Blyton (lagi), Goosebumps-nya RL Stine, The Baby Sitters Club-nya Ann M. Martin, Dear Diary-nya Carrie Randall, Madita dan Lisbet dan Pippi Si Kaus Panjang-nya Astrid Lindgren,  sampai Lupus dan Olga karya Hilman. Banyak yaa… iya, banyaaaak… saya dan sahabat saya sampai bisa buka perpustakaan mini di rumahnya, dan buku-bukunya gabungan buku kami berdua, trus kami sewakan gituuu ke teman-teman. Tapi sedihnya ya itu, beberapa buku dipinjam dan gak dikembalikan lagi, gak sepadan banget sama uang sewa-nya yang gak seberapa, hiks… sediiih banget deh kalau inget itu.


Jaman SMA meningkat lagi, kali ini kelasnya novel, hehehe… beberapa novel karya Mira W dan  Marga T selalu bisa saya lahap dalam tempo gak lebih dari sehari. Mama saya sampai ngomel kalau saya baru dapat buku baru (kebanyakan saya dapet buku gratis dari kakak-kakak saya yang kuliah di luar kota, mhihihi…), gak bakalan denger kalau dipanggil makan dan belajar, sampai-sampai sering mama terpaksa nyuapin saya kalau saya lagi asyik baca buku *peluk mamaaaaa…*

Menikah gak mengurangi keintiman saya sama buku. Novel-novel karya Danielle Steel bener-bener jadi obat bosen saya ketika kesepian melanda. Dua puluhan novelnya Steel mengisi rak buku saya sampai sekarang. Buku-buku saya jaman SMP dan SMA hanya sebagian kecil yang bisa saya selamatkan sampai sekarang, hiks… hey hey, kalo ada obral buku bekas yang saya sebutin di atas, saya mau banget lhooo…
Semakin ke sini, saya dan pak ayah seperti sepasang komplotan penggila buku, hahaha… Ini salah satu kecocokan kami berdua. Kalau saya pengen beli-beli baju atau tas atau sepatu, reaksi pak ayah selalu penuh perhitungan dan ngecek bolak-balik, itu perlu dibeli gak sih, yang lama udah bener-bener rusak apa enggak, trus harganya gimana? Hahahahiks…*ngakakperih* Tapiii kalau sudah perihal buku, biasanya sih benar-benar diusahakan biar bisa beli, tapi teteup cari diskon, muhahaha…*ciyum sambil cubit pipi pak ayah*

Nah, semakin ke sini, pastinya semakin berat ya Kakaa kalau mesti memenuhi nafsu berburu buku terus, secaraaa sudah ada 4 bocah yang bakalan ikutan ngantri pengen minta beliin buku juga kalau mereka tahu emak bapaknya melenggang ke toko buku. Jadi, sekarang pilihan kami jatuh ke perpustakaan. Iyaa, pinjem di perpustakaan aja ya Kakaa, gratis dan boleh diperpanjang masa pinjemnya. Kebetulan perpustakaan di Tanjung ini lumayaaan lengkap dan oke (walo jauh yaa kalau dibandingkan perpustakaan di kota-kota yang lorong-lorong antara rak itu begitu menakjubkan dan mendebarkan untuk disusuri, dan bau buku-buku yang tersusun di dalamnya udah seperti sihir yang membius kita biar betah seharian ngendon di dalamnya).

Cara saya memlilih buku di perpustakaan hampir sama dengan cara saya memilih buku di toko  buku. Saya bakalan memilih banyaak sekali buku yang kelihatan menarik, lalu saya sortir lagi, untuk kemudian saya putusin bakaln beli atau pinjem buku yang mana. Biasanya sih tergantung duit di dompet, hahaha… kalau pinjem di perpustakaan, saya sering kalap, mentang-mentang gratis. Tapi sekarang sih perpustakaan membatasi jumlah buku yang boleh dipinjam. Satu orang dengan satu kartu anggota, hanya boleh meminjam maksimal 3 buku untuk satu minggu. Kadang saya pinjem kartu ayah biar bisa pinjem banyak hahaha…. 










Tapiii  sekarang lebih realistis yaa kalau pinjem buku. Mau pinjem buku 3 biji untuk satu minggu itu udah gak mungkin banget (aduuuh jadi kangen sama diri saya yang dulu yang satu novel bisa selesai dalam tempo 3-4 jam saja hehehe). Di tengah keriweuhan bocah dan kerjaan rumah tangga, satu buku satu minggu saja sudah untung banget. Mata saya gampang lelah. Baca beberapa lembar aja udah ngantuk Ceu. Belum lagi tangan-tangan kecil yang ikut-ikutan kalau saya lagi pegang buku, ya bukunya lah diambil trus diisep-isep ujungnya trus disobekin, ya kacamata mamanya lah yang dicopotin trus dijadiin mainan *ciyum gemes si Gaza*… Beberapa buku yang saya beli secara online belum saya baca loh, bahkan buku-buku yang pak ayah belikan di Jakarta tempo hari juga belum kesentuh….:p



Karenanya sampai sekarang saya sedang berjuang memperkenalkan buku kepada anak-anak di rumah, agar mereka dekat dan cinta kepada buku. Gak bisa saya jelaskan bagaimana asyik rasanya mengintip ruang tamu sebuah keluarga di Inggris Raya sana melalui buku, atau seperti tersihir ketika melihat berbagai danau dan pegununguan bersalju di daratan Eropa sana melalui buku, atau mengendarai mobil mewah, menginap di puri-puri dan villa di kaki gunung di daratan Eropa, naik trem dan kapal pesiar di dalam buku. Enggak. Saya gak bisa jelasin itu. Mereka harus mengalaminya sendiri. Mereka harus menemukannya sendiri.

Buku adalah jendela. Sukma kita melihat dunia luar lewat jendela ini. Rumah tanpa buku bagaikan ruangan tak berjendela. [Henry Ward Beecher, 1870]


Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
 Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
 
 1.Iqrabismi Rabbikal ladzii khalaq [a].
 Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang menjadikan.
 
 2.Khalaqal insaana min ‘alaq [in].
 Menjadikan manusia dari segumpal darah.
 
 3.Iqra wa Rabbukal akram [u].
 Bacalah, dan Tuhan-mu Yang Maha Pemurah.
 
 4.Alladzii ‘allama bil qalam [i].
 Yang mengajar dengan qalam.
 
 5. ‘Allamal insaana maa lam ya’lam.
 Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui.
(Al-Alaq 1-5)

5 comments:

  1. kunjungan perdana dan salam perkenalan bu, silahkan berkunjung balik, barangkali ibu berminat saya punya banyak vcd pembelajaran anak2, sangat cocok sekali untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak serta membantu mendidik ,membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan ditunggu kunjungan baliknya, mohon maaf bila tdk berkenan ^_^ terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukran atas tawarannya ya Mbak ^_^

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. berkunjung dihari jumat yag cerah, salam persahabatan ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam balik dari kami Mbak ^_^ nanti saya berkunjung yaa

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...