Saturday, May 17, 2014

Heboh -- Yang Tidak Pada Tempatnya


Heboh mbak pramugari kedapatan shalat di pesawat. Gak habis heran dengan berita ini L Ah dunia, memang benar kali ya, semakin ke sini, kita, umat Islam, semakin asing dengan agamanya sendiri. Lha itu melihat orang sedang menjalakan kewajiban (normal) saja sampe begitu hebohnya L Bukannya ikutan shalat atau istighfar karena jangankan menjalankan shalat, inget waktu shalat aja enggak kali yah? Malah difoto dan disebarin di medsos dengan tagline kurang lebihnya begini : SALUT, HARI GINI SEORANG EMBAK PRAMUGARI SEMPAT SHALAT DI DALAM PESAWAT. Istighfar broh, mbakbroh, istighfar. Gak takut apa yah, kalau nanti di akhirat ditanyain kenapa di pesawat gak shalat, padahal udah masuk waktunya shalat, malah foto-foto orang shalat, jiaaaahhh... Atau jangan-jangan nanti malaikatnya difoto trus diaplot di instagram dan path jugak? "Bentar... Bentar Om Malaikat, pose dulu yak, nanti saya tag deh!" *plak!


Sama saja dengan ketika orang-orang dengan kening berkerut melihat saudari seimannya menutup aurat dari ujung rambut sampai ujung kaki, pake cadar dan kaus kaki, sedangkan yang cowok pelihata jenggot dengan celana cingkrang, eeaa disebut aliran apalah, kolot lah,  paling parah : kek teroris. Iyee, suami sayah itu teroris, karena sudah meneror hatikuuu…:p

Syaikh al-Albani rahimahullah menyebutkan di dalam Silsilah al-Hadits as-Shahihah penafsiran makna orang-orang yang asing tersebut dengan sanad yang shahih. Diriwayatkan oleh Abu Amr ad-Dani dalam as-Sunan al-Waridah fi al-Fitan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu secara marfu’ -sampai kepada Nabi-, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing seperti ketika datangnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Ada yang bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang tetap baik (agamanya) tatkala orang-orang lain menjadi rusak.” (as-Shahihah no 1273 [3/267]. as-Syamilah, lihat juga Limadza ikhtartul manhaj salafi, hal. 54).

Dan status ini sepertinya bagus buat pengingat. Kakak Arham, saya repost ya statusnya ^_^


Sorry for muslim only..


Gw baru baca kehebohan yang ditimbulkan oleh berita seorang pramugari tertangkap kamera sedang sholat dalam keadaan duduk di pesawat. Padahal, dulu gw juga sering melakukannya di dalam bis Patas, saat ngantor di Tanah Abang dan pulang ke Depok, tapi sayang gak ada yang candid, karena mungkin gw gak semenarik pramugari. Hiks.. 



Alasan gw dulu semata-mata karena bis yang gw tumpangi tiba di Depok saat udah lewat waktu isya. Emangnya mau magriban di mana lagi? turun di tengah jalan tol kan gak mungkin. Si pramugari masih mending sholatnya di antara kursi kosong, gw dulu melakukan di antara penumpang yang penuh, jadi sensasi tantangan melawan "riya"-nya itu lebih berat. Bahkan bikin status begini pun sebenarnya berat juga, karena pasti ada aja anggapan riya, dan memang gak ada jaminan si riya gak menyusup. Whatever lah, toh niat gw ya cuma gw yang tau. Mau dianggap riya silahkan, tapi gw lebih suka menyebutnya syiar 



Setahu gw, yang indikasi riya terang-terangan itu kalo lo update status mau sholat, tanpa ada basa-basi sekadar kesan ngajak. Nah banyak nih teman gw kayak begini, apalagi di BBM. Andai bisa dibroadcast mungkin udah dibroadcast. Kadang pengen gw balas bikin status: "Hellooow.. itu kewajiban lo, keleees... Ngapain bikin reportase pandangan mata?"


Gw bahkan pernah lihat orang bikin status: "Lagi sholat, sudah dua rakaat, tinggal dua rakaat lagi, tetap cemungudh.."
Ealaaah.. Gilingan...


Tentang Riya ini Sayydina Ali pernah berkata: "Beramal dengan takut riya adalah suci dari riya’, sedangkan meninggalkan amal karena takut riya adalah riya’".

Bingung? sama! Hehe..


Jadi mungkin maksudnya begini, misalnya lo pengen bersedekah pada pengemis tapi tiba-tiba amalan sedekah ini lo batalkan karna takut riya’ di liat banyak orang, maka tanpa disadari ini udah termasuk riya..


Nah sama juga kayak kasus di atas, lo pengen sholat di perjalanan tapi karena takut dianggap riya oleh penumpang akhirnya gak jadi, dan lo lebih rela melewatkan satu waktu sholat ketimbang dicap riya, padahal niscaya justru inilah riya. Geer bin pede banget ada yang merhatiin. Hehe..

Kalo berada dalam situasi takut riya kayak gini, amannya sih perbanyak istigfar aja, tetap lakukan dan jangan urungkan. Diterima atau nggaknya itu urusan Allah. Wallahu'alam bisshawab..



Tanpa bermaksud nyinyir dengan pemberitaan si mbak pramugari, kita umat muslim mestinya bukan salut, tapi lebih ke miris, ketika sholat di perjalanan sudah menjadi sesuatu yang aneh dan keren. Padahal sholat adalah perkara yang pertama kali dihisab pada hari perhitungan kelak. Bukan gelar haji, ngaji, atau seberapa luas sosialisasi.



Seorang wartawan teman gw di kantor belum lama ini meninggal dunia karena kanker. Ibu muda ini aktif banget bolak-balik ngejar berita, kadang sampe malam di ruang redaksi. Saat meninggal, suaminya cerita kalo selama hampir 10 tahun mereka berumah tangga sekalipun gak pernah ia sengaja meninggalkan sholat, bahkan saat kankernya udah masuk stadium parah sekalipun. Gak nyadar gw nangis mendengarnya, karena gw tau betul kerja wartawan itu mobilitasnya tinggi, sholat bolong sudah biasa bagi sebagian dari mereka. Yang sehat-sehat itu mestinya malu dan bisa ngambil pelajaran dari almarhumah.



Beberapa waktu yang lalu sebelum Pemilu, di acara melayat seorang ibu pejabat, gw duduk melingkar dengan sesama caleg dari berbagai partai. Semuanya muslim yang sehat-sehat dari segi fisik, entah kalo jiwanya. Nah saat masuk waktu magrib gw perhatiin gak ada yang beranjak. Sampe gw pulang dari masjid dan kembali masuk waktu isya, mereka sedikitpun gak bergeser dari tempatnya ngobrol. Gw cuma geleng-geleng kepala. Ada teman gw yang berbisik: berprasangka baik aja bro, mungkin mereka celananya kotor. Lantas gw balas: bukan celananya yang kotor bro, tapi kayaknya hati mereka yang perlu dibersihkan. Emang ada aturan agama kita gak boleh sholat pake sarung? di masjid kan banyak disediakan kalo emang mau.



Usai pencalegan, seingat gw semua caleg yang ngumpul melingkar itu satupun gak ada yang lolos. Pengen gw sukurin, wong menjaga amanah agama saja diingkari, gimana mau menjaga amanah konstituen? tapi sayangnya gak jadi gw sukurin, setelah mikir kalo yang gak lolos itu termasuk pembuat status ini. Hiks..



Gw ketemu satu dari seorang yang gak lolos itu belum lama ini, dan si caleg ini ngomong: "mungkin saya lagi diuji Tuhan ya". Gw cuma senyum mendengarnya.



Jadi ingat salah satu kutipan ceramah Zainuddin MZ: "Sujud gak pernah, ibadah susah, sholat gak ngerti, pas lagi ada musibah bilangnya gue lagi diuji. Lah siapa yang nguji? sekolah kagak, ikut ulangan" :D


10 comments:

  1. hehehee, bisa aja buat postingannya

    ReplyDelete
  2. postingan yang bagus, dan lebih bagus lg kata2 yang paling akhir ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arham Kendari memang te o pe yak ^_^

      Delete
  3. Saya suka juga sama status2nya Arham Kendari, Mbak... Selalu bikin : oh iya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak Laskmi, sejak peristiwa ranjang Hello Kitty yang fenomenal itu yah haha...:D

      Delete
  4. pas liat beritanya agak2 gimana juga, orang sholat aja kok dihebohin, klo bepergian dan tidak memungkinkan cari tmp sholat kan lumrah aja sholat di kendaraan... tapi mgk jaman skr makin minim yaa org yg sadar buat ibadah :( jadi senyum2 deh baca tulisanya arham kendari, endingnya dalem bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa Dian, herman deh hehehe... btw salam kenal yaa... tinggal di Semarang yah?

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...