Saturday, June 28, 2014

Tentang Kita, Mama, dan Pulanglah

Membersamaimu, mama, di dalam untaian bait doa. Demi masa lalu, saat kau dan aku melaju di atas motor tua di pagi sibuk itu, mengantarkanku ke sekolah, atau di siang terik itu, menjemputku pulang sekolah, atau di sore sejuk itu, berkeliling kompleks untuk kemudian singgah di warung gorengan atau martabak telur kegemaranku.

Meraba dalam gelap jarak yang terentang, mencoba menangkap setiap pertanda nyata dan mimpi, atau di antara keduanya, apakah di dalam tidur atau bangunmu sedang mengingat dan merinduiku seperti halnya aku di sini, membuka satu per satu lipatan-lipatan kenangan – tertawamu omelanmu pertanyaan bawelmu peluk dan kecupmu yang seakan selalu tercharge ulang setiap pagi menyapa – mencoba menebak setiap teka teki yang dilontarkan hidup di sepanjang perjalanan kita, mama, berdua, yang dimulai sejak perginya abah dari sisimu.

Friday, June 27, 2014

Ketika Kelak, Kau Pergi

Malam ini Nak, mama belajar meramu dan memahami, ketika seorang anak meminta restu orang tuanya untuk menikah dan mengarungi hidup bersama orang yang dicintainya, ketika itulah hati para orang tua patah sepatah-patahnya. Ya, saat-saat di mana si anak yang tadinya cuma bayi ingusan atau bocah dekil kakinya penuh debu bekas main pasir di halaman atau penuh lumpur karena baru bermain di bawah rinai hujan dengan rambutnya yang basah berantakan, air yang menetes dari ujung-ujung kaos membasahi lantai, baju dan celana sudah tidak jelas bentuknya, campuran antara basah kena hujan dan bekas tanah becek di lapangan bola kompleks sebelah, antara menatap takut-takut kepada mamanya dan perasaan senang tiada tara karena begitu menikmati permainan. Ya, bocah yang mengambil resiko dimarahi habis-habisan karena tidak tidur siang, justru memilih bermain di bawah rinai hujan atau berpanas-panas terik hanya untuk mengejar layangan lepas itu, akhirnya punya pilihan hati, duduk meminta izin dengan keras kepalanya untuk minta restu, itu benar-benar momen tak terdefinisikan.

Monday, June 16, 2014

Bagaimana Bisa?


sampai detik ini saya masih belum bisa mengerti, bagaimana bisa hati manusia gak ada isi empatinya sama sekali. 

oke, kalau yang kita omongin di sini adalah empati untuk orang lain, mungkin memang harus diusahakan, minimal dibikin-bikin lah, sandiwara, pencitraan, demi sebuah penilaian plus di mata orang lain, or whatever you named it. lah ini, empati kepada orang tua. mau saya persempit lagi? empati kepada ibu! ibu kandung! apa sih namanya? empati kan? 


sebenarnya kalau kepada ibu kandung, kurang tepat kalau dinamakan empati :( hey hey, kamu berasal dari mana? rahim seorang ibu kan? 

Liebster Award Yang Tertunda



Dan akhirnya PR Liebster ini pun jadi numpuk… heu… *banting keyboard*


Hihi… iya, udah berapa minggu iniii gak posting apapun. Tempo hari posting resep donat, abis itu rencananya pengen istiqomah nulis lagi, eh malah kepikiran PR ini. Berasa gimanaa gitu kalo gak ditunaikan *halah.


Beneran, masih mutung nulis sebenernya. Kenapa? Kenapaa? Hiks, kalau ada yang merhatiin, blog ini sekarang tambah puceeet tanpa foto-foto. Foto-fotonya ilang kabeeeh pemirsaaah L lho lhaa kok bisa??? Iya, saya juga bingung, kenapa. Kayaknya sih karena si saya iseng ngedelete foto-foto yang ada di folder smartphone. Dan ternyata itu berefek fatal, foto-foto semua raiiib, mamiiiih… huwaaa… 

Thursday, June 12, 2014

Resep Donat

Assalamu’alaikum J

Aaah, lama gak posting apapun, ngerjain PR dari Mbak Tituk belum rampung-rampung dan sebenarnya masih mutung gara-gara foto-foto di blog ini raib semua, hiks. Beklah, hari ini untuk pemanasan, saya pengen sharing resep donat aja yaaa… Resep donat ini dan banyak resep lain yang saya males postingin di blog dan niat untuk ngeblog selalu kandas terlindas waktu udah beredar di Instagram sebenernya, dan memang niat sejak awal pengen buat dipostingin di blog, namun entah kenapa, si saya sedang kumat malesnya ngetik di laptop. Kan ada semarpon kakaaaak… nah ya itu dia, mau ada sepuluh aplikasi blogger di henpon juga, kalo penyakit males sedang mendera, teteup aja gak nulis apapun. Kalo kata ayah sih : YANG PENTING ITU NIAT, DE! NIAT! NI to the AT. NIAT!!! *capslock kegencet ulekan*

Dan kemudian Mbak De udah keduluan posting resep donat nan gampil dan murah meriah ini di blognya dengan dikasih link back ke BLOG INI DAN INSTAGRAM SAYA, hiks… Padahal saya belum sharing apapun di mari. Maafkan saya ya pemirsaaa… *PEDE banget bakalan ada yang nengok blog ini*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...