Monday, June 16, 2014

Bagaimana Bisa?


sampai detik ini saya masih belum bisa mengerti, bagaimana bisa hati manusia gak ada isi empatinya sama sekali. 

oke, kalau yang kita omongin di sini adalah empati untuk orang lain, mungkin memang harus diusahakan, minimal dibikin-bikin lah, sandiwara, pencitraan, demi sebuah penilaian plus di mata orang lain, or whatever you named it. lah ini, empati kepada orang tua. mau saya persempit lagi? empati kepada ibu! ibu kandung! apa sih namanya? empati kan? 


sebenarnya kalau kepada ibu kandung, kurang tepat kalau dinamakan empati :( hey hey, kamu berasal dari mana? rahim seorang ibu kan? 


kalau saya sebut itu adalah bagian dari bakti kita terhadap ibu, atau saya sebut itu bagian dari pembayaran utang kita akan tetesan air susunya dan darahnya dan semua yang mengalir di dalam tubuh kita - yang kalaupun kita bayar dengan seluruh harta - benda - uang - kekayaan  di atas bumi ini tetap tidak akan bisa melunasi utang itu - kecuali dengan nyawa - mungkin - itu sungguh terlalu bagus untuk seorang durjana seperti makhluk yang saya maksud ini.

astaghfirullahal adzim... astaghfirullahal adzim... ampuni saya ya Allah :'(

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...