Thursday, July 17, 2014

Perkara Mencintai Dengan Ikhlas

Begitu banyak 'tapi' dan 'mengapa'.
Tak terhitung jari sesal dan kecewa.
Tak tertakar lagi air mata pengharapan. Seringnya  kontradiksi dengan kepasrahan.
Ikhlas. Ikhlas. Ini kuncinya. 
Namun tak terkata sulitnya.
Ketika pembuktian cinta tak hanya sekedar usaha memelihara dan mempertahankannya, namun juga kepasrahan untuk melepas pergi.
Pasrah dan ikhlas sekali lagi. Berkompromi dengan kenyataan bahwa Allah selalu punya hak prerogatif untuk jalan hidup setiap umatNya.
Bisa jadi sesuatu itu baik bagi kita, namun tak bagi Allah.
Bisa jadi cinta manusia itu wujud adanya, namun ternyata cinta Allah jauh lebih sempurna.
Sekali lagi, ma, membersamaimu dengan doa, memelukmu dengan kepasrahan, menyelimutimu dengan rindu dan sayang kami semua.
Semoga sakitmu bisa menjadi penggugur setiap inci dosamu. Semoga tidurmu bisa menyalin segala lelahmu merawat dan membesarkan kami berenam.
Allahumma aamiin...


3 comments:

  1. Minal Aidin walfaidin mohon maaf lahir batin ya bu

    ReplyDelete
  2. datang berkunjung sambil mengucapkan Minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya

    ReplyDelete
  3. berkunjung kemari, Minal aidin walfaidin ya mohon maaf lahir batin

    ReplyDelete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...