Monday, August 25, 2014

Ternyata Serindu Ini

Barangkali kau ingin tahu mama, seperti apa hidup sepeninggalmu, seperti biasa kau bertanya padaku "kayapa habar di sana, nak?" di ujung telepon. 


Baiklah, maka akan kuceritakan tentang ramadhan paling sunyi sepanjang 32 tahun terakhir, ma, tanpa bingka besumap dan bingka barandam. Lalu akan kuceritakan tentang malam takbiran yang ingin cepat kulewatkan dengan menutup kedua telinga dan bersembunyi di pojok kamar dari riuh rendahnya suara takbir. 


Kemudian akan kuceritakan tentang lebaran yang ingin segera kulupakan semringahnya orang2 yang kutemui dan menghindari tatap ingin tahu dan iba mereka kepadaku, ma, dan bertanya "Siapa nang mengguringi rumah mama? Jangan dibiarkan kosong lah rumah mama..." Padahal aku sendiri tidak tahu cara 'mengisi' rumahmu yang mendadak suram sepi ini. 


Dan bagaimana bisa aku dengan kepala penuh labirin kenangan yang tetiba terurai masai tentangmu dan tentang kita ; duduk di sofa ruang tamu milikmu memandangi deretan foto senyummu dan sederet keramik kecil koleksimu? 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...