Wednesday, October 22, 2014

Let It Go


Kuambil benang dari lacimu, kain dari lemarimu, kujahit menjadi selimut di kala dingin menyergap sepi. Lalu kuambil kayu dan palu kujadikan lemari untuk menyimpan kenangan. Kemudian kuambil tongkatmu lalu kujadikan penyangga hatiku di kala rindu...

Saturday, October 18, 2014

Kaganangan Mama #2




Bayangan bernama kenangan itu berlarian berlompatan. 
Kepala dan hati mendadak sepi di tengah riuh rindu kepadamu. 
Ingin menyentuh dan berlama-lama berada di situ 
kemudian urung karena entah. 
Aku. Kau. 
Bukan hanya pernah ada di sini. 
Maka aku mulai menghitung...

Kaganangan Mama #1








Masih sering memandangi jendela kaca ini
sembari mengeja kata rindu akan ketukan pelan jari-jarimu setiap pagi di situ.
Barangkali saja ada pagi yang kulewatkan, atau kau lewatkan,
tapi lebih sering ada daripada tidak...
Ada cerita juga di dalam vas dan bunga ini.
Kuraup kenangan-kenangan akanmu lalu kusimpan di dalamnya, ma.
Boleh kan? 

Friday, October 17, 2014

Kok Ya Ndilalah...




Jadi, seperti yang sudah saya ceritain di postingan sebelumnya, satu bulan (lebih deh kayaknya) kemarin keluarga Rubadi jadi pelanggan tetapnya apotik. Iyah, bocah-bocah gantian sakit. Hari ini yang satu demam, yang lain masih enerjik, lari sana lari sini. Eh besokannya ikut sakit. Dobel. Udah? Belum, kan anaknya ada 3 :p nah sorenya si adik ikutan diare. Eeeh besokannya berenti diare, si kakak batuk pilek. Nyusul adiknya. 3-4 hari ke depannya, minum obat udah ngalah-ngalahin cemilan aja frekuensinya. Masing-masing anak paling enggak sekali minum ada 3 item obat…*sigh*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...