Monday, September 28, 2015

#melawanasap part 4



Ini bukan lagi tentang hitungan hari, minggu dan bulan. 
Ini bukan lagi tentang bagaimana menggerakkan hati yang sudah mati. 
Ini bukan lagi tentang bagaimana melawan. 

Ini adalah tentang bagaimana berjuang, berjuang untuk tetap di jalan yang benar, berjuang untuk tetap waras di tengah keganasan amarah, berjuang untuk tetap melafazkan doa agar bayi-bayi, anak-anak, ibu hamil dan orang tua di luar sana bisa tetap bertahan di tengah gempur asap berbau konspirasi ini. 
Ini adalah tentang bagaimana berjuang untuk mempertahankan kesadaran, bahwa memang sepatutnya berwaspada akan hal-hal tidak halal dan syubhat yang mengeraskan hati serta mematikan nurani.


Karena berjuang adalah tentang siapa yang akan tetap bertahan. Karena aku percaya, sebuas dan seserakah apapun dia, akan selalu ada malam-malam di mana embun bekerja melembutkan hati yang keras, meniupkan nafas untuk nurani yang mati.



Maka teman-temanku, saudara-saudariku, tetaplah berjuang, tetaplah bertahan.


Sunday, September 27, 2015

Mac and Cheese di Hari Minggu

Assalamu’alaikum...

Pagi ini sebenernya gak ada ide mau bikin apa buat sarapan. Udah masak nasi juga sih, rencana mau bikin telur dadar aja buat bocah :p ah tak mengapa kalo mereka bergumam “mama ih gak kreatip, makannya dadar lagi dadar lagi, bosen tauuuuk!” Dan mama hanya ingin menjawab gerundelan itu dengan satu baris kalimat ini, nak “Mama lelah dan butuh piknik nak..." Gak apa-apa lah piknik ke pasar bentaaar aja, itung-itung ngelunturin lemak biar bodi sedikit mirip sama Dian Sastro sambil belanja properti poto...

Saturday, September 26, 2015

Kisah Nasi Samin Ala Ala

Assalamu’alaikum... 

Apa kabar? Semoga teman-teman baik-baik saja yaaa, yang sedang sakit segera diangkat sakitnya, yang sedang susah semoga segera dipertemukan jalan keluarnya, yang sedang sedih dan berduka semoga segera berlalu kemelutnya, dan yang sedang diliputi kabut asap, semoga segera Allah turunkan hujan dan para pelakunya diberi ganjaran setimpal. Aamiin...

#melawanasap part3







Jadi tolong beritahu aku, bagaimana caranya untuk tidak marah atas semua ini.
Tolong beritahu aku, bagaimana caranya tetap berbaik sangka sedangkan anak-anak yang kau lihat itu, ya, itu, bermain di luar sana tanpa peduli racun yang sedang mereka hisap.
Tolong beritahu aku bagaimana caranya tidak pilu menyadari tidak ada satu pun ritme yang berubah pada kami sementara udara bersih kian sulit kami nikmati lagi.
Bagaimana caranya untuk tetap berkhusnudzon ketika pagi kau membuka tirai kamarmu,
langit tak lagi biru?

#melawanasap part2




Begitulah. Kami tinggal di negeri rakyatnya begitu cinta damai dengan hati baik. Kejernihan hati yang menerima apapun perlakuan penguasa inilah yang mampu membuat kami bisa tetap menyunggingkan senyum meski di tengah kabut asap. Khusnuzan lah yang membuat kami bisa terus mengajak anak-anak kami bermain di tengah lautan asap berbau konspirasi ini.
Pernah mendengar istidraj? 


Ini suasana kemarin, hari lebaran Idul Adha, di arena penyembelihan kurban. Sekarang semakin tebal kabutnya. Jarak pandang hanya sekitar 50meter. Nafas semakin sesak, mata perih dan bau asap.

Selamat Hari Raya.


Friday, September 25, 2015

#melawanasap


Sedang mengeja kalimat "berbaik sangka" kemudian melafalkan dan membawanya
serta dalam setiap derap langkah.
Sementara semakin hari semakin tebal saja lapisan kabut di Bumi Sarabakawa dan sekitarnya. 
Mungkin, mungkin saja memang dosa kita sudah terlalu tebal untuk ditembus oksigen bersih bernama hidayah. Sama seperti hati yang sudah terlalu keras dan telinga yang terlalu pekak untuk sebuah kebenaran.


Bistik Kari Daging Sapi

Assalamu’alaikum J
Selamat Hari Raya Idul Adha J
Yang kemarin dapet daging trus bingung mau dimasak apa hari ini, mana tangannyaaa? :D


Friday, September 04, 2015

Soto Banjar Kuin dan Sebuah Pengakuan :D

Soto Banjar. Halaaah siapa coba yang belum pernah denger makanan paling lezat sejagatraya ini? Inget soto banjar, pasti ingat almarhum mama J gimana enggak, buat saya, soto banjar adalah salah satu dari sekian banyak makanan yang kalau beliau yang bikin, gak ada yang nyamain! Gak percaya? Ya sudah :p

Alkisah, si saya dan pak ayah, adalah penyuka soto garis keras. Males masak? Beli soto. Lebaran? Masak soto. Jalan-jalan? Mampir ke warung beli soto. Anak-anak pada rewel GTM? Carilah soto, pasti doyan. Jadi, sebutkan saja warung soto yang ada di Tanjung Tabalong ini, kami pernah nyicipin. Ahaha :D

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...