Monday, September 28, 2015

#melawanasap part 4



Ini bukan lagi tentang hitungan hari, minggu dan bulan. 
Ini bukan lagi tentang bagaimana menggerakkan hati yang sudah mati. 
Ini bukan lagi tentang bagaimana melawan. 

Ini adalah tentang bagaimana berjuang, berjuang untuk tetap di jalan yang benar, berjuang untuk tetap waras di tengah keganasan amarah, berjuang untuk tetap melafazkan doa agar bayi-bayi, anak-anak, ibu hamil dan orang tua di luar sana bisa tetap bertahan di tengah gempur asap berbau konspirasi ini. 
Ini adalah tentang bagaimana berjuang untuk mempertahankan kesadaran, bahwa memang sepatutnya berwaspada akan hal-hal tidak halal dan syubhat yang mengeraskan hati serta mematikan nurani.


Karena berjuang adalah tentang siapa yang akan tetap bertahan. Karena aku percaya, sebuas dan seserakah apapun dia, akan selalu ada malam-malam di mana embun bekerja melembutkan hati yang keras, meniupkan nafas untuk nurani yang mati.



Maka teman-temanku, saudara-saudariku, tetaplah berjuang, tetaplah bertahan.


2 comments:

  1. Parah banget ya mbak disana,aku aja yang di Siak Riau rasanya udah engap banget...
    Jaga kesehatan ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaah, ini kabutnya turun lagi padahal kmrn sudah lumayan bersih udaranya :( makasi doanya ya mbak hana, jaga kesehatanmu jugaaaaak

      Delete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...