Wednesday, October 21, 2015

Pagi Ini



Assalamu’alaikum...

Pagi ini, tidak seperti biasanya, tugas mengantar si kakak, saya ambil alih dari ayahnya. “Pengen motret, yah” ucap saya pendek. Berbekal kamera, masker seadanya, dan motor (jadul asal bisa jalan kalau diengkol dulu), saya antarkan si kakak yang sekolahnya memang tidak terlalu jauh dari rumah. Si kakak tentu saja senang bukan main, secara mamanya jarang banget nganterin sekolah. Tapi kali ini, kita dadah dadah dulu sejenak dari cucian piring.



Hey, tahukah kamu? Tidak ada aktivitas yang berubah dari kami, lho. Anak-anak kami tetap sekolah, para pegawai tetap bekerja, para buruh tambang tetap mengencangkan tali sepatu dan memasang helm mereka untuk bergerak serempak ke lokasi batubara, demi apa? Demi hidup yang terus berjalan, demi bumi yang terus berotasi tanpa mengenal kata racun kabut asap. Yes, life must go on, dengan ataupun tanpa matahari dan langit biru, dengan atau tanpa hati yang terluka.



Sekali waktu anak-anak ini diliburkan, karena memang asap yang menutup sebagian besar gedung sekolah kalau dilihat dari pagar sudahh tidak bisa ditolerir. Mungkin saat perintah libur itu turun, Sang Wahai tidak bisa menemnukan pintu keluar di rumahnya sendiri karena ketutupan kabut. Bagi anak-anak, perintah libur sudah seperti sebuah bonus plus plus, yang artinya mereka boleh bermain di dalam rumah sepuasnya, nonton TV dan main game sampai elek di DALAM RUMAH SAJA. Dan bonus kecil  ini bisa demikian membahagiakan mereka, tanpa mereka mengerti sebab dan dampaknya.


Seperti hari ini, anak-anak sedang UTS, dan hey, apa itu libur? Bukankah UTS lebih penting daripada sekedar racun yang dihirup anak-anak tidak berdosa ini? Bukankah ritme orang dewasa seperti kita wajib tetap berjalan lancar daripada sekedar mata merah, kepala pusing, perut mual dan sebah gegara kenyang makan asap, hidung meler dan batuk kecil anak-anak ini? Bukankah urusan dan masalah di negeri ini begitu penting, sebegitu pentingnya sampai-sampai kalau anak-anak ini diliburkan atas nama bencana nasional, semua sendi perekonomian, perpolitikan dan ah apapun itu, bisa buyar seketika?


Hey Nak, jangan sedih, lupakan bonus libur oke? Hidup terus berjalan, dengan atau tanpa oksigen. Bismillah, letakkan doa dan dzikir terus di lidah dan hati kita, jangan sampai lepas. Peluk keyakinan bahwa ini akan segera berlalu. Urusan kabut? Ah tidak penting kali pun. Pakai maskermu, berjalan lah lurus ke depan.


Selamat menempuh ujian, anakku. Selamat menempuh ujian, anak-anak di negeri di atas awan... Jadilah berakhlak dan berilmu, lalu hentikan kejahiliyahan ini, Nak. Ya, kelak kalian dewasalah yang akan menyelesaikan semua urusan ini, karena kami orang dewasa, tidak mampu. Maka maafkanlah kami.


Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِقَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh AllahTa’ala)?”

2 comments:

  1. sedih bacanya, semoga asapnya cepat berlalu

    ReplyDelete
  2. mbaaa... yg kuat yaaa... semoga sehat2 selaluuu.. dan secepatnya asapnya hilang dan kehidupan di sana kembali normal..

    ReplyDelete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...