Wednesday, February 03, 2016

Apam Pandan Kuah Kinca



Assalamu’alaikum…

Sudah Februari saja yaa, dan sudah mulai berjalan juga tagihan-tagihan baru *eeaaaa gak enak banget openingnya hahaha…

Namun apapun itu, tentunya gak boleh lupa dengan kesehatan dan keberkahan yang sudah dikasih sama Allah subhanahu wata’ala yaa. Soal tagihan? Biarkan Dia yang menyelesaikan, karena tugas kita hanyalah mengusahakan yang terbaik, sisanya yaa pasrahkan. Paragraph kedua mulai bijak ya kak. Udah makan soalnya.



Nah, sekarang giliran ngomongin resep. Si apam ini saya bikin semingguan yang lalu. Penyebab utama pembuatan apam adalah ketika si saya gemas dengan harga apam yang mulai merangkak naik sedangkan apam satu saja gak cukup untuk satu mulut bocah, makaaa hey, kita bikin sendiri saja gimana? 

Nah, kalau ada yang nanya, apakah apam itu? Untuk memperpendek cerita *halah* penampakan apam ini masih sodaraan sama serabi, sepupu sama pancake, dan tetanggaan sama pukis. Halaaah… Kenapa saya pikir begitu? Penggunaan ragi instant dan baking powder di dalamnya ini yang bikin saya berkesimpulan begitu, hanya saja, apam ini saya bikin pake santan, sementara pancake pake susu pan yaaah. Nah kalo sama serabi sih emang hampir identik. Serabinya urang Banjar ini mah ya. Makannya pake kuah kinca atau boleh juga gula merah cair yang ditabur kelapa parut kukus saja. Kalau urang Banjar sih makannya pake kuah gula merah sama kelapa parut saja. Tapi kali ini pengen agak berbeda sedikit, biar agak berkelas saya tambah santan seperti layaknya kuah kinca. Dan di resep ini saya gak pake telur, udah enak banget kok, tetap lembut walaupun sudah dingin. Mau tambah telur? Boleeeh. Tapi telur lagi mahal.

Ini resepnya yaaa…

Apam Pandan
(adaptasi dari resep Serabi Kuah Kinca Just Try and Taste)

150 gram tepung beras
 50 gram tepung terigu serba guna/protein sedang
1/2 sendok teh baking powder double acting, pastikan fresh
1/2 sdt ragi instan, saya pakai merk Fermipan, pastikan fresh dan masih aktif
1/2 sendok teh garam
2 sendok makan gula pasir
300  ml air daun pandan (saya buat dari 8 lembar daun pandan yang diblender dengan 300 ml air)
200 ml santan dengan kekentalan sedang,  saya pakai 100 ml santan kental instan + 100 ml air

Kuah Kinca :
100 gram gula merah, sisir
300 ml santan kekentalan sedang
3 lembar daun pandan, simpulkan
½ sdt garam
½ sdm maizena encerkan dengan 3 sdm air


Campurkan semua bahan apam di dalam baskom, aduk menggunakan whisker sampai rata dan tidak menggerindil.
Diamkan selama 45-60 menit.
Panaskan wajan dengan api kecil, aduk adonan, tuang satu sendok sayur, tunggu sampai keluar gelembung kemudian permukaan adonan berlubang-lubang, tutup wajan, tunggu sebentar saja, angkat.
Lakukan hingga bahan adonan habis.


Saus Kinca :
Campurkan semua bahan di panci kecil, panaskan sampai mendidih sebentar sembari diaduk. Matikan api, sisihkan pandan, sajikan dengan apam.


5 comments:

  1. Di Pontianak pun makan apamnya seperti ini lo Mba Puji. Kita bilangnya apam adek. Dimakan berkuah pakai santan kinca.

    Eh iya, sekarang harganya berapa Mba? Di Pontianak masih 700 rupiah sebijinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa sama yah :) murah bingit 700 rupiah, di sini 2000 saja per lembar -_-" heuuu

      Delete
  2. apamnya semanis diriku mbak pujiiii... (disiram saus kinca hehehe)

    ReplyDelete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...