Thursday, July 07, 2016

Tentang Soto Banjar dan Jumanji



Assalamu’alaikum...

Baiklah, soto Banjar ^^

Pertama kali menyicipi soto Banjar asli – catat ya, ASLI, yang definisinya adalah soto Banjar asli yang saya makan di Banjarmasin yang dibuat oleh orang Banjarmasin asli – adalah saat saya duduk di kelas 2 SMP saat saya bersama seorang sepupu liburan ke Banjarmasin, sekaligus membuat kacamata untuk saya yang pertama kalinya – sekaligus pertama kali nonton di bioskop, masih bersama si sepupu saya. Film yang paling happening saat itu, film keren pada zamannya. Jumanji. Wakakaka...

Sejak kecil saya biasa makan soto Banjar yang dibuat dan dijual di Tanjung, dan ternyata memang beda daerah beda juga rasanya – walo gak terlalu signifikan, bedanya hanya di kuah saja. Ternyata soto Banjar yang asli memiliki kuah yang agak kental dan gurih – tapi bukan kental seperti santan ya. Pekat namun terasa ringan. Pertama kali merasakannya, saya langsung suka – tanpa tahu apa sih yang bikin kuahnya berbeda dengan soto yang biasa saya makan di Tanjung. Seiring berjalannya waktu, misteri si kuah soto mulai terkuak. Ada yang bilang pake susu cair, ada yang bilang pake kuning telur rebus, ada pula yang pake mashed potato.

Jadi setiap kali saya menjejakkan kaki di Banjarmasin, gak akan pernah melewatkan sotonya ini. Salah satu soto favorit adalah soto Bang Amat ini. Kuahnya terlihat pekat yaa. Namun percayalah, dengan bumbu simpel, rasanya ringan kok, tidak sepekat warnanya.

Sampai setahun yang lalu, saat berlebaran di Banjarmasin, akhirnya misteri itu benar-benar terkuak bagi saya. Seorang ipar kakak saya memberikan resep andalan keluarga mereka yang sudah turun temurun diwariskan, dan tentu saja, rasanya mak jan uennaaaakkkk buanget. Pemakaian kentang rebus tumbuk alias mashed potato yang dicampur kuning telur serta bawang putih goreng itulah kunci kuah sedapnya!



Sebelum ini mama selalu mengajarkan saya untuk bikin kuah soto yang enak, bumbu bawang putihnya selain langsung dimasukkan ke kuah, sebagiannya digoreng dan diremukkan untuk kemudian dimasukkan ke kuah yang sedang menggelegak mendidih. Aroma dan rasanya, maa syaa Allah. Dan di resep saya kali ini, saya kolaborasikan dengan resep mama dan resep asli soto Banjarnya. Saya gak bakal bisa meninggalkan resep andalan mama ini.


Soto Banjar

600 gram ceker, sayap dan bagian leher ayam kampung, cuci bersih, potong sesuai selera
1000 mL air untuk merebus ayam

Rebus ayam bersama air sampai mendidih dan kotoran serta darah ayam mulai mengambang, buang airnya, tiriskan ayamnya.

Bumbu :
5 sdm bawang merah halus
5 sdm bawang putih halus
Jahe, digeprek
1 sdt merica, haluskan
Minyak untuk menumis

Tumis bumbu di atas sampai harum, sisihkan

Garam
Kaldu bubuk (optional)
Seledri
Daun bawang

Rempah-rempah :
5 cm kayumanis
1 sdt biji kaskas
1 sdt cengkeh
5 butir kapulaga
3 buah bunga lawang
1 buah pala, haluskan 

Pasta kentang :
200 gram bawang putih, rajang, goreng sampai keemasan
100 gram kentang, rebus, haluskan
1 buah kuning telur rebus, haluskan

Ambil separuh bawang putih goreng (simpan sisanya untuk campuran kuah), campur dengan kentang rebus tumbuk dan kuning telur, aduk rata, simpan.

Membuat Kuah :
Rebus 2000ml air, masukkan ayam kampung rebus, didihkan dengan api kecil dan panci terbuka
Masukkan rempah-rempah dan bumbu tumis, biarkan mendidih dengan api kecil
Masukkan garam, kaldu ayam bubuk, sisa bawang putih goreng, daun bawang dan seledri.

Pelengkap :
1 ekor ayam, potong-potong,  bumbui dengan bawang putih, garam dan merica, diamkan semalaman di kulkas – kemudian goreng sampai keemasan, lalu suwir-suwir.
Bihun
1 buah wortel, potong dadu, rebus.
Ketupat
Seledri iris
Daun bawang iris
Bawang goreng
Telur rebus
Perkedel kentang
Sambal
Jeruk purut/limau kuit

Penyajian :

Kuah : siapkan panci kecil, masukkan kuah secukupnya, tambahkan pasta kentang – kuning telur secukupnya sesuai selera seberapa kental yang diinginkan, didihkan sebentar, siap dihidangkan.

Siapkan mangkuk atau piring, tata potongan ketupat, taruh bihun, ayam suwir, telur, perkedel, wortel, bawang goreng, daun bawang dan seledri. Siram dengan kuah sesuai selera, hidangkan hangat bersama sambal dan limau kuit.

Note :
-Kenapa saya mencampurkan pasta kentang di panci kecil? Pasta kentang dan telur membuat kuah menjadi cepat basi kalau tidak sering-sering dipanaskan, akhirnya saya berinisiatif mengambil secukupnya kuah, mencampurnya dengan pasta, didihkan sebentar, baru disajikan, tanpa perlu membuat seluruh kuah soto tercampur dengan pasta – karena beberapa orang lebih menyukai kuah yang tanpa pasta kentang ^^

-Untuk ayam suwir, bisa juga menggunakan daging ayam kampung yang sudah direbus di dalam kuah ya. Kalau versi saya, ceker, sayap dan bagian leher ayam kampung hanya berfungsi untuk membuat kadu yang lezat, karena ayam kampung memiliki tekstur yang alot, maka ayam suwirnya saya pake ayam broiler.

- Resep asli Soto Banjar, telur yang digunakan adalah telur bebek, saya pake telur ayam.



-Resep perkedel akan saya posting di postingan selanjutnya yaaa...

My Backstage ^^
Jadi, selamat mencoba dan semoga bermanfaat yaa^^ 


Wassalamu'alaikum ^^

5 comments:

  1. Bismillaah
    Assalamu'alaikum mbak Puji....
    Kalo boleh tau biji kaskas itu seperti apa ya?
    Jazakillahkhoyr utk jawabannya...
    Salam kenal ya mbak...
    Lilik-Karawang Jabar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam... biji kaskas itu keciiil banget mbak, nyaris seperti butiran pasir yang buat rumah semut itu loh hehe, boleh googling deh ^^ wa anti jazaakillahu khairan mbak Lilik ^^

      Delete
  2. Ya ampun kapan aku bikin iniii, udah ngiler dr lebaran tp dapur msh juga tutup, malesss banget masak2, termasuk motrek2 krn studio udh masuk gudang. Huhuhuhuhu ngilerrrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kiii dirimu tanpa studio itu pun pasti cakep2 laah potonya, pake alas beberapa lembar papan pun jadi cakep kalo di tanganmu ;) hayuk ah motrek!

      Delete
  3. Mbak bumbunya bisa dihaluskan terpisah atau bikin satu aja .Ohya mbak,kalo kita biasanya makan soto banjar kan ada telur iris tapi warnanya pucat.Apa mungkin telurnya di masukkan ke dalam kuah yaaa

    ReplyDelete

Terimakasih yaa sudah mampir dan berkomentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...